Para Pelaku Usaha Ini Pendapatannya Meningkat Berkat Live Shopping

Jakarta, Kirani – Dewasa ini, tren live shopping yang semakin diminati oleh masyarakat. Kebanyakan orang beranggapan bahwa live shopping ini memberikan pengalaman belanja online yang hampir mirip dengan belanja offline. Peragaan dan kepintaran host saat live shopping membuat masyarakat bisa mengenali dengan baik produk yang ditawarkan dan membuat mereka memutuskan untuk membeli.

Oleh karena itu, tak heran bila, seperti dikatakan oleh Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce, Melissa Siska Juminto, bahwa pelaku usaha yang melakukan live shopping di ShopTokopedia rata-rata mengalami kenaikan penjualan hampir 7 kali lipat jika dibandingkan dengan penjual lainnya yang tidak melakukan live shopping.

Mari kita berkenalan dengan beberapa pelaku usaha yang berhasil menaikkan pendapatannya berkat live shopping:

Verrell Gunawan, CEO No Void Minds, sudah mulai berbisnis t-shirt sejak masih duduk di bangku SMA. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan berbagai kegiatan di sekolah. Berbekal pengalaman tersebut, ketika memasuki semester 5 sebagai mahasiswa jurusan Bisnis Manajemen, Verrell mewujudkan keinginannya untuk merintis bisnis pakaian pria yang ia beri namaNo Void, tetapi sayang, kurang laris di pasaran. Verrell pun memilih vakum untuk fokus menyelesaikan kuliah.

Setelah lulus kuliah pada 2021, Verrell memutuskan melakukan rebranding usahanya menjadi No Void Minds. Pria tersebut melihat, produk lokal kala itu hanya berfokus pada desain, tanpa memperhatikan kualitas material. Dari situ, ia terinspirasi membuat pesanan khusus ke pabrik untuk menghadirkan basic t-shirt yang nyaman dipakai. Gagasan tersebut diwujudkan melalui inovasi material bernama Aezy, yaitu gabungan material katun dan polyester dengan komposisi tertentu, yang breathable dan tidak mudah kusut.

“No Void Minds fokus memberdayakan anak muda yang saat ini jumlah karyawannya sekitar 70 orang, di mana 95% dari mereka merupakan Generasi Z. Karyawan No Void Minds terbagi menjadi beberapa tim, termasuk tim kreatif, desain, admin dan operasional, hingga tim internal untuk quality control, dari Bandung dan Jabodetabek. Kami juga telah bekerja sama dengan enam vendor penjahit yang berlokasi di sekitar Bandung,” ucap Verrel.

Sejak didirikan, No Void Minds fokus berjualan online di e-commerce, seperti Tokopedia dan ShopTokopedia. Kampanye “Beli Lokal” yang diikuti No Void Minds membantu meningkatkan eksposur, transaksi, dan brand awareness sebagai brand lokal. Berkat optimalisasi penjualan di Tokopedia dan ShopTokopedia, penjualan brand ini melesat hingga 3 kali lipat sejak April-November 2024. Bahkan, total omzet dalam sebulan lewat Tokopedia dan ShopTokopedia mencapai kisaran Rp3 milliar.

Sejak bergabung di TikTok, No Void Minds memaksimalkan pemanfaatan fitur live shopping di ShopTokopedia serta berkolaborasi dengan ratusan afiliator dan konten kreator di berbagai daerah. Strategi ini dijalani bermula ketika produk No Void Minds diulas oleh influencer terkenal yaitu Hendy Dion, yang menyandingkan produk No Void Minds dengan salah satu produk berkualitas asal Jepang, dan ini menjadi trending.

No Void Minds bahkan melakukan live shopping selama 24 jam setiap hari dengan belasan host yang secara interaktif menjelaskan keunggulan produk, termasuk kualitas material dan desain. Disesuaikan dengan pasar anak muda, konten di TikTok mencakup product placement dan mix-and-match produk yang bertujuan meningkatkan daya tarik sekaligus memudahkan konsumen dalam menentukan gaya, sesuai dengan karakter  masing-masing.

Baca juga: Sinergi Tokopedia dan ShopTokopedia Tingkatkan Pendapatan UMKM

Baca juga: ShopTokopedia Gelar ‘Mega Guncang 12.12 PlayGround’ di Taman Literasi Blok M

Berdiri sejak tahun 2002 di bawah naungan PT Mega Perintis Tbk (ZONE), Minimal hadir sebagai brand yang berkomitmen memenuhi kebutuhan pakaian wanita yang berkualitas, nyaman dipakai, dan terjangkau. Sejak awal, Minimal fokus pada penjualan secara offline, serta sukses mempertahankan 70 showroom, yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Jayapura.

Meski telah sukses memperkuat pasar offline, Minimal mulai membuka toko online di Tokopedia pada Mei 2017. Namun, fokus terhadap penjualan online baru dimulai pada 2020 tepat saat COVID-19 melanda. Langkah ini diambil sekaligus sebagai respons terhadap tantangan persaingan bisnis, dan upaya memperluas pasar, serta menjangkau Generasi Z, yang lebih cenderung berbelanja secara daring.

Sejak memanfaatkan Tokopedia, Minimal merasakan dampak positif hingga akhirnya mendorong perusahaan fokus pada strategi penjualan online, dan semakin intensif sejak 2023.

“Dengan pemanfaatan Tokopedia dan ShopTokopedia, Minimal berhasil menjangkau pembeli hingga ke kota-kota kecil. Berbagai kampanye yang diikuti, seperti Promo Guncang dan Beli Lokal, turut meningkatkan penjualan di Tokopedia secara signifikan, sementara di ShopTokopedia peningkatan penjualan mencapai 80%,” ucap Chief of Business Unit Retail Officer Minimal, Ruth Setiaty.

Berkat beragam fitur dan kampanye, penjualan Minimal meningkat 3 kali lipat, dan hingga 10 kali lipat pada momen khusus seperti Idul Fitri. Minimal juga mengoptimalkan live shopping, yang diadakan selama 11 jam per hari dan dibagi menjadi 3 sesi. Strategi ini berhasil menyumbang lebih dari 70% penjualan di ShopTokopedia.

Dear Me Beauty adalah brand kecantikan asal Indonesia yang didirikan pada 2017. Dengan visi memberdayakan perempuan Indonesia, Dear Me Beauty menghadirkan produk kecantikan yang inklusif, halal, cruelty-free, dan telah bersertifikasi BPOM. Mengedepankan nilai ‘people power’, brand yang didirikan oleh Nikita Wiradiputri ini mendengarkan kebutuhan masyarakat untuk menciptakan produk-produk berkualitas yang relevan dengan konsumen.

Salah satu ciri khas Dear Me Beauty adalah inovasi kreatifnya, terutama dalam kolaborasi lintas brand, termasuk brand permen dan minuman. Pencapaian Dear Me Beauty saat ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, salah satunya adalah mempelajari cara membangun bisnis dan farmasi.

Dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk mengembangkan satu produk pada masa awal berdiri, kini Dear Me Beauty memiliki sekitar 150 karyawan di Jakarta dan beragam program sosial, termasuk pelatihan untuk UMKM dan program daur ulang kemasan.

“Sejak awal, kami memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia dan ShopTokopedia untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk di luar Pulau Jawa. Kami juga aktif menggunakan berbagai kampanye dan fitur ayng tersedia di Tokopedia dan ShopTokopedia, seperti Beli Lokal, diskon, serta WIB,” ungkap Nikita, CEO dan Co-Founder Dear Me Beauty.

Berkat pemanfaatan berbagai kampanye dan fitur di Tokopedia maupun ShopTokopedia, Dear Me Beauty mencatatkan kenaikan transaksi penjualan. Penjualan live shopping menjadi salah satu andalan, di mana sesi ini berkontribusi hingga 70% dari total penjualan. Menyadari besarnya kontribusi live shopping terhadap penjualan, Dear Me Beauty menghadirkan sesi ini hingga 5 kali dalam sehari dengan 5 host, dan 24 jam dengan 10 host saat kampanye khusus.

“Agar makin menarik dalam menghadirkan sesi live shopping, kami semakin detail dalam setiap sesi. Misalnya, memberikan panduan dan latihan kepada para host, cara berpakaian, pemahaman terhadap produk, dan cara berinteraksi dengan audiens, termasuk intonasi suara dan sapaan ‘dear’ kepada audiens kami. Selain itu, kami juga aktif berkolaborasi dengan ratusan kreator konten dan afiliator yang berdampak signifikan terhadap brand awareness dan memperluas jangkauan pasar,” tutur Nikita.

Baca juga: Tokopedia Hadirkan Kisah Generasi Muda Pelaku Usaha dan Affililiate Creator

Teks: Setia | Foto: Tokopedia