Jakarta, Kirani – Gelung Nusantara adalah tatanan rambut tradisional Indonesia yang memiliki beragam bentuk, filosofi, dan makna di setiap daerah. Dari Jawa, Bali, hingga Papua, gelung menjadi bagian penting dari identitas budaya perempuan Indonesia.
Di era modern, gelung tidak lagi hanya digunakan dalam acara adat, tetapi mulai diaplikasikan dalam berbagai kesempatan sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia.

Workshop Gelung Nusantara
Dalam rangka Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan program Ruang Kreatif bertajuk Mengenal Gelung Nusantara.
“Program ini kami hadirkan untuk memperkenalkan ragam gelung Nusantara sekaligus menunjukkan bahwa warisan budaya ini tetap relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Workshop ini terbagi menjadi:
- Kelas Profesional (untuk penata rias)
- Kelas Umum (untuk masyarakat luas)
Peserta mempelajari berbagai teknik gelung dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengikuti workshop ini, peserta dapat memahami filosofi budaya Indonesia, meningkatkan keterampilan tata rambut, memperkuat identitas perempuan Indonesia juga membuka peluang di industri kecantikan.
Peran Mas Yudin dalam Melestarikan Gelung Nusantara
Workshop ini dipandu oleh Mas Yudin, penata rias senior yang telah memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun.
“Gelung Nusantara terus berkembang, namun tetap memiliki akar tradisi yang kuat. Minat terhadap gelung ini tidak hilang, bahkan terus tumbuh di berbagai generasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Gelung memiliki masa depan yang panjang selama ada regenerasi dan ruang belajar seperti ini.”

Gelung sebagai Identitas Budaya Perempuan
Saat ini, gelung tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga simbol pemberdayaan perempuan Indonesia.
Perempuan modern mulai:
- mengapresiasi warisan budaya
- menggunakannya dalam keseharian
- menjadikannya bagian dari identitas diri
Melalui workshop ini, Galeri Indonesia Kaya mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan melestarikan gelung Nusantara sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Sejalan dengan semangat Kartini, pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga memastikan warisan tersebut tetap hidup dan relevan di masa depan.
Teks: Tim Kirani | Foto: Galeri Indonesia Kaya

