Wayang santri

Wayang Santri Go Tour Malaysia 2025, Tampil Gemilang di KBRI Kuala Lumpur

Malaysia, Kirani – Misi budaya Tour Wayang Santri Malaysia 2025 mencapai puncaknya dalam penutupan bersejarah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Pagelaran penuh makna ini digagas oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani.

Dalam penampilan Wayang Santri ini di negeri Jiran tidak hanya memukau penonton, tetapi juga menegaskan kekuatan diplomasi budaya melalui suara emas para nara sumber kunci pentas wayang ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wishnu  Krisnamurthi, Minister Counsellor Fungsi  Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur menyampaikan kekagumannya terhadap pentas wayang santri.

“Luar biasa, secara pribadi ini merupakan pertama kalinya saya menyaksikan langsung Wayang Santri. Biasanya hanya lewat media sosial. Saya melihat kebahagiaan masyarakat Indonesia di Malaysia, baik yang hadir langsung maupun lewat streaming Youtube,” kata Wishnu.

Menurutnya, ini adalah acara langka yang biasanya hanya bisa dinikmati saat pulang ke Tanah Air. “Kehadirannya di sini membangkitkan kebahagiaan dan ke-Indonesia-an kita.”

Wishnu menekankan komitmen Kedutaan Besar dalam mendukung promosi budaya seperti wayang santri. “Bagi pihak Indonesia yang ingin mengadakan kegiatan serupa, kami sambut baik dan siap mendukung. Harapannya, pertunjukan semacam ini semakin sering digelar untuk menyatukan hubungan diaspora dengan Tanah Air,” imbuhnya,

Sementara dalam sambutannya, Edy Budiyarso selaku Ketua Panitia Tour Wayang Santri Malaysia mengatakan, “Wayang Santri adalah dakwah Islam melalui seni wayang, yang hidup subur di pesisir utara Jawa. Dengan bahasa Ngapak dan Indonesia, ia mudah diterima semua kalangan,” ujar Edy.

Edy juga menyampaikan pesan khusus dari  Ahmad Muzani, Ketua MPR RI bahwa tour wayang santri ke Malaysia aalah bagian dari menyambut 80 tahun Indonesia Merdeka, sekaligus hadiah hiburan bagi diaspora yang telah berkontribusi bagi negeri. 

“Pesan Bapak Muzani: Mari jaga semangat kebangsaan dan taati aturan pemerintah Malaysia. Presiden Prabowo sendiri memiliki ikatan khusus dengan Malaysia, beliau pernah bersekolah dasar di sini. Mari jaga nama baik bangsa,” pungkas dia.

Pentas pamungkas wayang santri ini digelar di Aula KBRI Kuala Lumpur pada Minggu (27/7) dengan gratis yang disiarkan langsung di Youtube Channel 9id. Menampilkan Ki Haryo Susilo Enthus Susmono, dalang milenial penerus legenda Ki Enthus Susmono yang mementaskan wayang santri Putra Satria Laras. Lakon ini memadukan seni tradisi Jawa dengan nilai-nilai kepemimpinan dan akhlak Islami yang relevan di era modern, masa kini.

Dalang Ki Haryo Susilo Enthus Susmono menghidupkan wayang golek Putra Satria Laras  dengan sentuhan khasnya. Yaitu, memadukan seni pertunjukan tradisional Jawa dengan pesan-pesan dakwah Islam yang relevan dan menyentuh hati. Ki Haryo telah membuktikan daya pukau seninya sepanjang tur pentas wayang ini.

Dalam penutupan di KBRI Kuala Lumpur ini merupakan  mahkota dari rangkaian sukses yang telah menorehkan kesan mendalam, Pertama adalah di Keraton Mbah Anang, Batu Pahat pada Sabtu (19/7), Angsana Mall, Johor Bahru di hari Minggu (20/7), lalu Alamis Hotel, Kuala Lumpur Sabtu (26/7) dan di KBRI Kuala Lumpur yang menjadi puncak penutupan bersejarah di rumah Indonesia. 

Keberhasilan tur  wayang santri di Malaysia ini berkat dukungan sponsor utama, BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, BPKH, Pupuk Indonesia, Pertamina Patra Niaga, Budi Agung Sentosa, Alexa Air Minum dan Eiger Adventure.

Edy Kembali menegaskan bahwa pagelaran penutup ini bukan akhir, melainkan titik awal sinergi budaya Indonesia dan Malaysia. Dan Wayang Santri telah membunyikan gamelannya di Malaysia, meninggalkan gema persaudaraan dan kebanggaan yang akan terus bergaung. Pagelaran selama pentas di Malaysia membuktikan bahwa seni tradisi bukan sekadar warisan, tapi jembatan hidup yang merajut rindu diaspora, memperkuat persaudaraan serumpun, dan menyampaikan kebijaksanaan lintas zaman.

Teks : Hadriani Pudjiarti | Foto: Istimewa