Jakarta, Kirani – Wayang Orang Bharata menampilkan lakon populer Pandawa Nawasena. Dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya, hasil kolaborasi dengan para peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang. Sebuah pertunjukan yang menjadi ruang temu lintas generasi, menghadirkan semangat baru sekaligus menjaga tradisi wayang orang yang telah bertahan lebih dari 50 tahun.
Dalam pementasan yang berlangsung kurang lebih 60 menit, penonton diajak mengikuti kisah perjalanan lima Pandawa yang harus menjalani pengasingan setelah kalah bermain dadu melawan Kurawa. Namun, ketika Amarta terancam oleh serangan Prabu Kolopati, Sengkuni harus merendahkan dirinya dan meminta Pandawa kembali untuk menyelamatkan kerajaan.
Bagaimana sikap Pandawa dalam menghadapi permintaan itu menjadi inti cerita yang menggugah sekaligus relevan dengan nilai moral tentang harga diri, pengampunan, dan keberanian.

Pertunjukan ini menjadi tantangan bagi personel Wayang Orang Bharata karena harus membentuk dan mengarahkan para peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang, yang bukan merupakan pemain wayang orang profesional. Ruang Kreatif kali ini diselenggarakan selama lima hari sebagai pengenalan kembali kesenian wayang orang pada publik. Para peserta mencicipi pengalaman menjadi pemain wayang orang untuk pertama kalinya, mulai dari latihan bersama sampai naik panggung.
“Melalui pementasan Pandawa Nawasena, Galeri Indonesia Kaya ingin mengajak penonton merasakan bagaimana tradisi bisa bertemu dengan napas baru dari generasi penerus. Kolaborasi antara maestro Wayang Orang Bharata dengan generasi muda dari Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang menjadi bukti bahwa tradisi bisa terus hidup dengan sentuhan yang lebih segar dan tetap relevan,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Renita berharap karya ini dapat membuka ruang apresiasi baru bagi penonton, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni tradisi, salah satunya wayang orang.
Konsistensi Wayang Orang Bharata

Lakon ini hadir sebagai wujud konsistensi Wayang Orang Bharata, paguyuban yang berdiri sejak 1972 dan kini beranggotakan lebih dari 150 orang, dari maestro hingga generasi penerus berusia 5–17 tahun.
Paguyuban yang rutin berpentas di Gedung Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta, ini juga telah membawa seni wayang orang ke panggung internasional di Mesir, Belanda, Italia, Australia, Prancis, hingga Jerman, sekaligus mencatat rekor MURI sebagai penyelenggara wayang orang daring pertama di Indonesia.
Teguh Kenthus Ampiranto, salah satu maestro sekaligus pimpinan Wayang Orang Bharata yang terlibat dalam pementasan ini melihat proses kreatif Pandawa Nawasena sebagai pengalaman segar, terutama dengan hadirnya generasi muda di dalamnya.
Ia menuturkan bahwa keterlibatan anak-anak dan remaja dalam memerankan tokoh-tokoh Pandawa tidak hanya memberi energi baru bagi para penampil senior, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran yang kaya. Melalui latihan intensif, mereka tidak sekadar mendalami teknik panggung, tetapi juga menyerap nilai-nilai luhur dalam tradisi pewayangan. Pengalaman langsung di atas panggung ini menjadi cara nyata untuk menumbuhkan kecintaan sekaligus rasa memiliki terhadap seni tradisi wayang orang.

“Melalui panggung Galeri Indonesia Kaya, kami melihat bagaimana seni tradisional dapat menemukan kembali relevansinya di masa kini, dengan salah satunya adalah wayang orang yang terus kami perjuangkan kelestariannya,” ujar Teguh Kenthus Ampiranto.
“Sebagai kelompok yang telah lebih dari setengah abad mendedikasikan diri pada pelestarian seni ini, kami melihat Galeri Indonesia Kaya sebagai medium penting untuk mengingatkan generasi sekarang bahwa wayang orang bukan sekadar hiburan, tetapi juga warisan budaya yang penuh nilai kehidupan. Melalui kolaborasi dengan peserta Ruang Kreatif: Kelas Wayang Orang, kami berharap semangat baru ini bisa terus menjaga napas tradisi agar tidak padam,” imbuhnya.
Pementasan Pandawa Nawasena menjadi satu dari banya upaya Galeri Indonesia Kaya dalam menghadirkan dan memperkenalkan kembali seni-seni tradisional Indonesia kepada masyarakat luas. Dengan menghadirkan karya budaya setiap minggunya, Galeri Indonesia Kaya tidak hanya memberi ruang bagi seniman untuk berkarya dan berkolaborasi, tetapi juga memastikan bahwa kekayaan budaya Nusantara tetap hidup, relevan, dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Teks: Setia | Foto: Galeri Indonesia Kaya

