Jakarta, Kirani – Nestlé Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan WWF Indonesia meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Fasilitas hasil kolaborasi Nestlé Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, WWF Indonesia, dan Waste4Change ini digadang menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di Ibu Kota. TPS3R ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya mengurangi beban TPA Bantar Gebang yang selama ini menampung sebagian besar sampah Jakarta.
Teknologi pemilahan di tingkat sumber dianggap kunci untuk mencegah penumpukan sampah di hilir. Pembangunan TPS3R Sinergi Bersih bertujuan untuk mengoptimalisasi tempat penampungan serta mendorong pengelolaan sampah dari warga sekitar yang diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah sebesar 80% yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Peresmian ini dihadiri President Director Nestlé Indonesia Georgios Badaro, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono dan Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Dudi Gardesi. Dalam sambutannya, Georgios Badaro mengatakan, Nestle yang telah hadir sejak 1971 di Indonesia berkomitmen turut serta dalam mengatas masalah pengelolaan sampah.
“Strategi Good for the Planet membantu memastikan bahwa Nestle turut berperan dalam mengatasi berbagai tantangan utama yang dihadapi, seperti misalnya polusi plastik dan pengelolaan sampah,” ujarnya saat membuka sambutannya.
Badaro juga menekankan bahwa komitmen keberlanjutan merupakan bagian dari nilai perusahaan. “Kami percaya kesuksesan bisnis hanya bermakna ketika mampu menciptakan nilai, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi komunitas dan planet,” katanya.

Nestlé Indonesia menyebut fasilitas TPS3R ini menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan perusahaan melalui strategi Good for the Planet, yang mendorong aksi nyata untuk menghadapi polusi plastik dan memperkuat sistem pengelolaan sampah.
TPS3R Sinergi Bersih berdiri di atas lahan Pemprov DKI dan akan melayani 50 RW di wilayah Lenteng Agung. Fasilitas ini didukung pengelolaan teknis dari Waste4Change untuk memastikan pemilahan dan pengolahan berjalan optimal.
Sejalan dengan Nestle, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Diaz Hendropriyono mengatakan, adanya TPS3R yang dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Nestlé Indonesia, WWF Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Waste4Change merupakan contoh baik dari kolaborasi antar lintas pemangku kepentingan dan sangat membantu sekali untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia.
“Kami berharap inisiatif seperti ini dapat diperluas ke wilayah lain dalam provinsi, sehingga Jakarta dapat semakin dekat menjadi kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2029,” terang Diaz.
Direktur Kemitraan WWF-Indonesia Rusyda Deli menambahkan, WWF-Indonesia melalui inisiatif Plastic Smart Cities berkolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan untuk mencari solusi permasalahan ini dengan mendorong kota-kota untuk menerapkan pengurangan plastik sekali pakai, meningkatkan daur ulang, serta mencegah kebocoran plastik ke lingkungan.

“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mendukung ekonomi sirkular dan menekan kebocoran sampah ke lingkungan. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen WWF-Indonesia dalam mengatasi polusi plastik dan memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Indonesia,” tambah Rusyda.
Setiap program WWF-Indonesia berbasis data dan riset untuk menghasilkan solusi jangka panjang yang berdampak nyata, sehingga Indonesia dapat bergerak lebih cepat menuju masa depan yang bebas dari sampah dan polusi plastic.
Sementara itu, Founder & CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano menambahkan bahwa pihaknya bertanggung jawab dalam pendampingan teknis, penyusunan SOP, serta pelatihan bagi petugas operasional di TPS3R Sinergi Bersih.
“Kami memastikan sistem pemilahan, penimbangan, dan pencatatan berjalan efisien serta sesuai standar. Pendekatan TPS3R Sinergi Bersih menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” ungkap M.Bijaksana.
Saat ini, TPS3R Sinergi Bersih memiliki kapasitas pengelolaan hingga 42 ton sampah per hari. Sampah yang masuk dari rumah tangga akan ditimbang terlebih dahulu, kemudian dialirkan ke area conveyor untuk menjalani proses pemilahan oleh operator.
Terdapat tiga kategori sampah yang dipilah: sampah bernilai ekonomis yang akan dijual ke offtaker, bubur organik yang dikirim ke pembudidaya Black Soldier Fly (maggot), serta material untuk RDF yang akan dimanfaatkan oleh industri semen.
Sementara itu, sisa sampah yang tidak dapat diolah atau residu akan dibawa ke TPA Bantar Gebang. TPS3R Sinergi Bersih saat ini melayani wilayah seluas 26 RW dari empat kelurahan, yaitu Srengseng Sawah, Cipedak, Jagakarsa, Ciganjur, dan Lenteng Agung.
Melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan organisasi lingkungan, TPS3R Sinergi Bersih diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang menginspirasi, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.
Teks : Galuh | Foto : Nestle Indonesia.

