Semarak Malam Maroko, dengan Gaya Simple Elegan Ian Adrian

Jakarta, Kirani – Peragawati senior Enny Soekamto melenggang dengan luwes ke meja para tamu yang menghadiri grand launching Marrakech Cuisine di kawasan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Pada Jumat malam, 15 Februari 2019 Enny bersama para model termasuk Gendis Soeharto berlenggak-lenggok menebarkan senyuman.

 

Busana Maroko yang dikenakan para model ini merupakan karya Ian Adrian. Perancang berambut pendek yang terkenal selalu bersikap ramah ini menghadirkan 12 busana yang terinspirasi Keindahan Alam Maroko.

 

Ian menghadirkannya dalam.bentuk kafta-kaftan cantik bergaya aristokrat dan modern. “Pokoknya glamor dan elegan Maroko yang simple, enggak ribet. Maroko itu kan menyerap dari Arab, Eropa dan Afrika,” kata Ian menjelaskan.

 

Balutan busana yang dihadirkan Ian adalah kaftan dan dress longgar dengan warna hitam putih bermotif abstrak. “Saya ingin perempuan yang mengenakan busana gaya Maroko ini terlihat simple namun elegan,” ujar Ian semringah.

 

 

Ian tercatat sebagai perancang yang sering mengeksplorasi kain lokal berbagai daerah Indonesia seperti batik Jawa, batik Papua, kain Sasirangan Kalimantan dan batik Tangsel. Malam itu, Ian melengkapi semarak malam Maroko dengan rancangannya yang bisa dinikmati para tamu dan undangan yang datang di Marrakech Cuisine.

 

Menggunakan bahan sifon, selain kaftan dan dress panjang, Ian juga menyajikan turban dan badana cantik yang bisa dikenakan perempuan metropolitan. Para perempuan yang mengenakan kaftan ini terlihat elegan, apalagi gaun yang dikenakan ini pada saat bagian tangannya dibentangkan atau dilebarkan tampak seperti kupu-kupu cantik yang mengepakan sayap indahnya.

 

Kemudian Ian juga menyajikan aksen pemanis obi atau ikat pinggang yang melengkapi kecantikan dan keeleganan pada kaftan koleksinya kali ini. Sepintas para perempuan yang mengenakan koleksi Ian kali ini tampak penuh percaya diri tampil cantik elegan di aneka pesta seperti malam grabd lunching Cuisine Marrakech.

 

Dalam sejarahnya, Maroko merupakan bagian dari negara Arab yang letaknya di Afrika Utara. Letak Maroko berseberangan dengan Spanyol dan pernah dijajah Perancis dengan mengambil pengaruh ke masakan dan bahasa.

 

Sementara nama Marrakech sendiri diambil dari nama Marrakesh dikenal sebagai “Mutiara dari Selatan” ialah kota di Barat daya Maroko di kaki Pegunungan Atlas. Marrakesh merupakan kota Berber yang berarti negeri Tuhan. Marrakesh memiliki pasar berber terbesar di Maroko.

 

Dan Marrakesh memiliki sekitar 1.460.000 jiwa kota yang pali g terkenal di Maroko dan kota perdagangan terbesar kedua setelah Casablanca. Marrakesh memiliki dua bagian utama Medina dan kota Modern yang dilayani Bandara Internasional Menara.

 

Teks: Hadriani. P

 

Facebook Comments