Tabanan, Kirani – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung promosi pariwisata berbasis budaya terus diperlihatkan. Hal ini tampak jelas ketika Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir dan membuka Parade Gebogan dan Baleganjur, pada akhir Juni lalu di Bamboo Stage The Blooms Bali, sekaligus memperkenalkan dua destinasi yaitu Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali 2026.
Dengan mengusung tema “Dharma Santi Mahotsava”, yang bermakna merajut persatuan melalui seni dan tradisi, kegiatan ini tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga wadah mempererat persatuan melalui seni dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Acara semakin semarak dengan penampilan perdana tarian maskot Ulun Danu, yaitu Tari Amerta Danu. Tarian ini menggambarkan pancaran cahaya suci dan keagungan Dewi Danu atau dewinya air dan danau sebagai sumber kehidupan, penjaga keseimbangan alam, dan lambang kemakmuran bagi masyarakat.
Tarian yang mengangkat sosok Dewi Ulun Danu ini sukses menyita perhatian para undangan. Disajikan dengan seni yang memadukan keindahan gerak, musik gamelan, serta nilai-nilai filosofis yang kuat.

“Saya memberikan apresiasi kepada adik-adik yang mengambil tarian maskot Ulun Danu yang sangat memukau,” kata Bupati Sanjaya dalam sambutannya.
Dia juga menjelaskan tarian ini melambangkan Dewi Ulun Danu didampingi empat penari sebagai simbol Catur Angga yang mengawal Pura Ulun Danu.
“Ini sungguh sangat memukau dan kita patut berbangga dan berbahagia dapat menyaksikan penampilan perdana di event ini,” ujar Sanjaya.
Acara ini pun dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, para Angga Puri, Direktur DTW Ulun Danu Beratan, para Pemaksa Pura dan masayarakat. Para undangan ini tampak puas menyaksikan kemeriahan parade dan berbagai atraksi budaya.

Gebogan – Simbol Kesucian
Lebih jauh Sanjaya juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada manajemen DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali atas konsistensinya menghadirkan berbagai event kreatif. Menurutnya, hal ini tidak hanya mendukung peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menjadi ruang pelestarian seni dan budaya masyarakat lokal.
“Acara ini secara resmi saya buka ditandai dengan penarikan replika gebogan. Dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DTW Ulun Danu.”
Pada kesempatan itu, Sanjaya yang merupakan politisi asal Dauh Pala Tabanan juga juga menjelaskan, bahwa gebogan merupakan simbol persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai ungkapan rasa syukur atas segala anugerah kehidupan.
Gebogan dikatakannya melambangkan gunung sebagai simbol kesucian, tempat bersthananya para dewa. Isi dari gebogan merupakan hasil bumi yang dipersembahkan sebagai wujud syukur atas kemakmuran dan kehidupan yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Ketika dipadukan dengan Baleganjur, maka parade ini menjadi representasi yang sangat tepat dalam menampilkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Tabanan,” imbuh Sanjaya yang bangga serta puas melihat dua destinasi wisata ini terus berbenah diri dan berkembang menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari manajemen yang profesional serta keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.
Ditegaskannya juga Ulun Danu dan The Blooms terus menunjukkan kemajuan yang luar biasa, hingga mampu menarik wisatawan nasional maupun mancanegara. Ketika sektor pariwisata berkembang secara profesional, ditegaskannya juga manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat, pengelola, dan pemerintah secara bersama-sama.

Menjaga Warisan Leluhur
Sanjaya juga memberikan penghargaan yang tinggi atas keterlibatan sanggar-sanggar lokal, yowana, ibu-ibu PKK, serta masyarakat adat dalam kegiatan tersebut yang menjadi bukti nyata, bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.
“Semangat kebersamaan ini diharapkannya bisa menjadi kekuatan utama Tabanan dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya dan sejalan dengan visi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” kata Sanjaya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, menyampaikan bahwa Parade Gebogan dan Baleganjur tahun ini berlangsung dari 21 Juni hingga 9 Agustus 2026. Acara ini diikuti oleh 20 Desa Adat Pemaksan Pura Ulun Danu Beratan dengan melibatkan sekitar 1.500 generasi muda yang tampil secara bergiliran.
Pelaksanaan parade yang berlangsung selama satu bulan setengah ini bertujuan memberikan kesempatan kepada wisatawan yang berkunjung ke DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali. Diharapkan, para wisatawan ini bisa menikmati beragam atraksi budaya lokal dan menjadi daya tarik tersendiri dalam meningkatkan kunjungan wisata.
Teks : Hadriani Pudjiarti | Foto : Istimewa

