P&G dan WEConnect International Dukung Wanita Pelaku Wirausaha di Indonesia

Jakarta, Kirani – Sebanyak 20 pelaku wirausaha wanita dari berbagai sektor industri akan mendapatkan serangkaian program peningkatan kemampuan berwirausaha.

 

Procter & Gamble (P&G) bekerjasama dengan WEConnect International mengenalkan ANJANI sebagai program peningkatan kemampuan wanita dalam berwirausaha melalui rangkaian kegiatan komprehensif yang disebut Gerakan Maju Wanita Indonesia (ANJANI), atau yang secara global dikenal sebagai Women Entrepreneurs Development Program (WEDP).

 

Acara yang berlangsung selama empat hari ini diperuntukkan bagi 20 wanita Indonesia pelaku wirausaha guna mengembangkan kemampuan dan kesempatan mereka melalui berbagai program pengembangan. Adapun program pengembangan ini akan dilaksanakan selama empat hari pada 10-13 Maret 2020 guna mengembangkan kemampuan dan kesempatan bisnis yang mereka jalankan.

 

“Di P&G, kami ingin menghapus berbagai rintangan yang kerap dihadapi para wanita pelaku wirausaha dalam meraih peluang ekonomi melalui berbagai upaya yang berkelanjutan dan terukur. Bersama WEConnect International, kami ingin memberikan lebih banyak kesempatan yang setara kepada para wanita untuk meningkatkan bisnis yang mereka jalankan”, kata LV Vaidyanathan, Presiden Direktur P&G Indonesia saat jumpa pers di  Greencubator P&G Indonesia, Sentral Senayan III, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (10 Maret 2020).

 

P&G bekerjasama dengan WEConnect International mengenalkan ANJANI sebagai program peningkatan kemampuan wanita dalam berwirausaha.

 

Semakin banyak wanita di Indonesia yang cenderung memulai aktivitas berwirausaha sejak dini. Namun kesempatan untuk mengembangkan bisnis ke skala yang lebih besar masih lebih kecil dibanding pelaku wirausaha pria. Diluncurkannya program Anjani di Indonesia untuk pertama kalinya di  tahun 2020, menegaskan komitmen P&G dalam meningkatkan keberagaman dan inklusi, serta kesetaraan gender dalam berinovasi untuk pertumbuhan baik di tempat kerja maupun bagi komunitas di sekeliling P&G.

 

Sebanyak 7 topik akan dibawakan oleh karyawan P&G Indonesia serta para pembicara eksternal melalui kurikulum yang menggunakan modul dari WEConnect International. 20 wanita ini datang dari berbagai bisnis dan sektor antara lain desain, konstruksi dan properti, jasa pemasaran dan komunikasi, makanan, travel, informasi dan teknologi serta hukum.

 

Banyak manfaat yang didapatkan setelah memperoleh pelatihan pengembangan bisnis ini seperti: strategi bisnis, mengenal para pelanggan, membangun merek melalui teknologi, permodalan, sumber daya manusia, dan kepemimpinan. Program pelatihan ini diharapkan memiliki ripple effect yang nantinya akan memberikan dampak positif kepada karyawan, klien, jaringan profesional, serta makin banyak komunitas para pebisnis wanita lainnya.

 

ANJANI (atau yang secara global disebut WEDP) merupakan bagian dari komitmen jangka panjang P&G dalam mempromosikan jaringan penyedia jasa/barang (supplier) yang lebih beragam, melalui sebuah inisiatif unggulan yang disebut ‘Supplier Diversity Program’. Progam ini dimulai pada tahun 1976 di Amerika Serikat dengan tujuan menumbuhkan dan mengembangkan jaringan supplier yang jarang dimanfaatkan,

 

“Melalui peluncuran program ini di Indonesia dan kemitraan serupa dengan P&G di negara lain, kami ingin senantiasa membangun hubungan yang lebih baik antara para wanita pelaku wirausaha dengan berbagai perusahaan multinasional, yang bersama-sama memperkuat kesetaraan wanita dalam dunia bisnis dan merupakan upaya efektif menghapus kesenjangan gender dan ekonomi yang terjadi terus-menerus di seluruh duni,” jelas Mrinalini Venkatachalam, Regional Director for Southeast Asia and Oceania dari WEConnect International.

 

Indonesia bersama dengan Singapura, Jepang dan Kanada telah terpilih menjadi negara-negara yang diberikan program WEDP untuk tahun 2020 ini. Sejak tahun 2016, P&G dan WEConnect International telah menjalankan programnya ke Cina, Turki, Afrika Selatan, Mexico, Nigeria, India, Singapura dan Amerika Serikat.

 

Teks : Galuh / Foto : Galuh

 

 

 

Facebook Comments