#MusikalDiRumahAja Hadirkan Enam Cerita Rakyat Indonesia

Jakarta, Kirani – Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara tak ayal telah mengacaukan tatanan yang telah ada. Pemerintah di setiap negara membuat berbagai kebijakan sesuai dengan kondisi dan situasi negara masing-masing, yang tentunya disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization).

 

Di Indonesia, pemerintah memberlakukan kebijakan physical distancing atau social distancing, yang menganjurkan masyarakat untuk menjaga jarak dan membatasi interaksi sosialnya. Kondisi ini tentu berdampak pada berbagai bidang pekerjaan, termasuk industri kreatif yang didalamnya bernaung para pekerja seni. Dengan adanya pandemi yang belum jelas kapan berakhirnya ini, banyak acara seni termasuk seni pertunjukan panggung yang terpaksa dibatalkan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

 

Hilangnya panggung ruang kreasi bagi para pekerja seni ini mendorong Indonesiakaya.com bekerjasama dengan BOOW LIVE untuk menyajikan ruang kreasi virtual bagi para pekerja seni untuk menampilkan karyanya. Untuk pertama kalinya di Indonesia, BOOW LIVE X Indonesiakaya.com mempersembahkan #MusikalDiRumahAja yang menampilkan cerita rakyat Indonesia dengan format online, dan dapat disaksikan segera melalui akun YouTube IndonesiaKaya.

 

“Selama pandemi, Indonesiakaya.com telah menggelar berbagai kegiatan bertema #DiRumahAja, mulai dari #NontonTeaterDiRumahAja, #PuisiDiRumahAja, #ProsaDiRumahAja, #WorkshopOnlineDiRumahAja, #BirthdayKonserDiRumahAja, dan sekarang #MusikalDiRumahAja. Semua kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung seni pertunjukan Indonesia dan memberikan hiburan informatif bagi para penikmat seni yang tengah berada di rumah. Pandemi Covid-19 ini mengubah ruang pentas yang identik dengan bangunan fisik kini berpindah dalam ruang virtual dan mendorong para pekerja seni untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini agar ekosistem industri seni pertunjukan tetap bertahan. Namun, keterbatasan pertemuan fisik tidak membuat kreativitas juga terbatas. Hal ini dibuktikan dengan para pekerja seni yang tergabung dalam program #MusikalDiRumahAja ini yang meski melakukan seluruh proses produksi di rumah masing-masing, namun menghasilkan suatu karya musikal online yang luar biasa sebagai bukti cinta pada seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Indonesiakaya.com.

 

kiri : Zack Lee sebagai raksasa dalam Timun Mas, kanan : Kikan Namara sebagai Dayang Sumbi dalam Sangkuriang

 

#MusikalDiRumahAja ini mengangkat 6 cerita rakyat Indonesia, yang melibatkan 6 sutradara teater, 6 sutradara film, 6 sinematografer, 7 penata musik, serta 44 aktor, aktris dan penari Indonesia yang akan menampilkan karya dengan tampilan yang berbeda. Kegiatan ini menjadi alternatif bagi para pekerja seni untuk tetap berkarya, serta mendukung para pekerja seni panggung budaya yang kehilangan mata pencahariannya selama masa pandemi ini.

 

“Keadaan pandemi ini memberikan banyak perubahan dalam hidup kita. Tanpa kita sadari banyak hal yang kita takutkan menjadi kenyataan, namun kita pun belajar untuk beradaptasi dengan situasi baru ini dengan menerima segala kekurangan kita sehingga kita bisa mengasah kembali kelebihan kita. #MusikalDiRumahAja menjadi salah satu wadah bagi para pekerja seni untuk tetap berkarya meski dibatasi ruang dan pertemuan fisik. Namun, hal ini justru mendorong kreativitas para pekerja seni dan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa,” ujar Bayu Pontiagust, produser eksekutif #MusikalDiRumahAja.

 

Enam cerita rakyat Indonesia dibuat dalam dalam kemasan baru, diadaptasi dari segi cerita dan penggunaan teknologi secara online, dan dikemas sebagai cerita yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pembuatan dari segi cerita mengikuti karakter sutradara teater dan film beserta genre musik berdasarkan interpretasi masing-masing sutradara. Elemen dari seni teater, seni tari, seni suara dan teknologi film menjadi satu untuk menciptakan karya baru bagi dunia kreatif Indonesia. Semua cerita hampir sebagian besar persiapannya dilakukan secara online dan pengambilan gambar mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku.

 

Cerita rakyat yang ditampilkan juga mengadaptasi ciri khas dari masing-masing pihak yang turut serta sehingga menghasilkan satu cerita dengan tampilan yang berbeda dari cerita lainnya. Ada cerita yang menggunakan studio dengan blue screen dan properti pendukung, mengusung konsep format 9:16 dan penggunaan tempat duduk putih hingga set studio di dalam sanggar dengan properti hutan, daun dan lampu untuk memberikan efek hutan sesungguhnya.

 

Dea Panindra sebagai Rubayah dalam Malin Kundang

 

“Kreativitas kolektif dan produksi yang dirancang sedemikian rupa dari para pekerja seni ini akhirnya menghantarkan sebuah karya yang unik dan berbeda namun tetap memuat konten yang padat dengan pesan moral kehidupan zaman sekarang,” tambah Renitasari.

 

#MusikalDiRumahAja ini juga menjadi panggung virtual pertama untuk para peserta Indonesia Menuju Broadway pasca mendapatkan beasiswa pelatihan untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia dan juga menginjakkan kaki ke jantung industri teater broadway, New York, Amerika Serikat pada 2019 yang lalu. Kegiatan yang menjadi bagian dari program ruang kreatif Indonesiakaya.com dengan berkolaborasi dengan tim broadway papan atas yang terdiri dari sutradara, direktur musik, koreografer, dan tim pendukung produksi broadway.

 

Dea Panendra yang juga merupakan salah satu peserta Indonesia Menuju Broadway mengaku antusias untuk turut serta dalam #MusikalDiRumahAja ini. “Pandemi Covid-19 ini membuat banyak kegiatan harus dibatalkan namun keadaan ini membuat kepedulian sesama seniman untuk saling bekerja sama semakin terasa, bagaimana caranya kita bisa bertahan melalui keadaan ini namun tetap menghasilkan karya yang bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Keterbatasan ruang juga mendorong kita juga belajar mengeksplorasi kemampuan diri dan menggunakan rumah menjadi panggung dan memunculkan ide-ide yang akhirnya menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. Jangan sampai ketinggalan untuk menonton setiap episodenya ya!” ujar Dea Panendra yang berperan sebagai Ribayah dalam Malin Kundang.

 

Berikut jadwal penayangan enam cerita rakyat ayng ditampilkan #MusikalDiRumahAja :

  1. Malin Kundang : Kamis, 23 Juli 2020, pukul 20.00 WIB
  2. Timun Mas : Kamis, 30 Juli 2020, pukul 20.00 WIB
  3. Rara J : Kamis, 6 Agustus 2020, pukul 20.00 WIB
  4. Sangkuriang : Kamis, 13 Agustus 2020, pukul 20.00 WIB
  5. Bawang Merah Bawang Putih : Kamis, 20 Agustus 2020, pukul 20.00 WIB
  6. Lutung Kasarung : Kamis, 27 Agustus 2020, pukul 20.00 WIB

 

 

 

Teks Setia Bekti | Foto Indonesia Kaya

 

Facebook Comments