Menjelajah Rasa Nusantara di Bubuklada Resto.

Jakarta, Kirani – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, bukan berarti membuat kita menyerah pada keadaan. Namun, tidak demikian bagi sosok kreatif, Kursien Karzai.

 

Sebagai desainer busana muslim dengan signature style glamour, elegan dan long lasting. Gemerlap industri fashion yang turut meredup akibat Covid-19 mendorongnya untuk memutar otak mencari celah bisnis lain. Selama masa work from home  dimana ia memiliki banyak waktu luang,

 

Kursien dan sang istri sering mengolah aneka makanan untuk disantap bersama keluarga. Berawal dari sini terlintas untuk membuka restoran yang menyediakan makanan khas nusantara dan segera diwujudkan melalui Bubuklada Resto.

 

“Bubuklada Resto adalah gambaran sederhana dari ruang makan keluarga kami.  Menu yang ditawarkan juga merupakan resep rumahan,” terang Kursien didampingi sang istri, Meliyanti yang selalu mendukung kariernya di dunia mode dan kuliner.

 

Masyarakat yang rindu dengan aneka menu nusantara bisa mengunjungi resto yang terletak di Jl.Moh Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tak perlu khawatir, operasional resto ini telah mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti cek suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer, lay out meja  kursi dengan jarak aman, dan lainnya.

 

Kursien Karzai bersama sang istri merambah ke bisnis kuliner

 

Bagi anda yang malas keluar rumah, Bubuklada bekerjasama dengan operator layanan pesan antar makanan online. Walau daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya, Kursien tak khawatir dengan pilihannya ini.

 

Bubuklada bukan sekedar bisnis semata, Kursien menjadikan restonya ini sebagai lapangan kerja baru bagi masyarakat. Di tahap awal ini, Bubuklada masih mempekerjakan 6 karyawan yang siap melayani pengunjung. Kursien juga, telah mengambil ancang-ancang untuk merekrut lebih banyak karyawan dengan membuka cabang resto di beberapa kota.

 

“Selalu ada pelajaran berharga di tengah kesulitan yang kita hadapi. Saya  bersyukur walau bisnis mode mengalami perlambatan namun masih bisa berjalan berkat dukungan team work dan reseller di berbagai kota. Namun saya harus terus bergerak dan menjajaki bidang kuliner adalah salah satu upaya untuk melangkah maju,” ungkap Kursien yang juga menampilkan beberapa rancangannya pada kesempatan itu.

 

Ramesan Ala Bubuklada

 

Terinspirasi menu ramesan sebagai kekayaan kuliner nusantara membuat menu resto ini akrab di lidah kita. Dengan menu yang ditawarkan Bubuklada, anda diajak untuk menjelajah nusantara dengan kekayaan kuliner yang merakyat.

 

Selera nusantara yang membuat lidah berdecak

 

Ada soto, sup, rawon, dengan topping yang bisa dipilih sesuai selera, seperti daging sapi, iga, buntut, dan ayam kampung. Ada nasi krawu, nasi bogana, nasi daun jeruk, ayam goreng pasundan, mi godog Jawa, mi goreng Jawa, dan camilan rumahan pisang goreng tepung dengan bubuk kayu manis.

 

Untuk minumnya, mereka menyediakan cendol aren susu segar, cincau aren susu segar, es buah medan, jahe lemon madu, kencur lemon madu, serai lemon madu, dan lainnya.

 

Kirani mencoba mencecap rasa hidangan yang disediakan tuan rumah, seperti nasi daun jeruk, yang menhadirkan aroma daun jeruk lengkap dengan rasa jauh lebih kuat dan gurih daripada nasi bogana. Nasi daun jeruk ini dihidangkan dengan pendamping yang hampir mirip dengan nasi bogana, yaitu telur balado, krecek ati ayam, dan sambal.

 

Mungkin karena memang konsepnya ialah hidangan meja makan sehingga lauknya bisa dicampur-campur sesuai permintaan tamu. Untuk nasi daun jeruk mix topping ini dihargai sebesar Rp40 ribu. Namun, bila memesan untuk nasinya saja, seharga Rp15 ribu per porsi.

 

Untuk minuman, pasangan ini mengusung apa yang dikonsumsinya harus sehat, yakni cendol dengan memakai susu segar. Untuk camilan, rekomendasi yang mereka sajikan ialah pisang goreng cinnamon.

 

Tampilannya berupa pisang kepok yang ditepungi dahulu sebelum di goreng, dipotong memanjang, dan disusun menyerupai kipas. Daging pisang kepok yang manis sepat juga pulen, terjadi bersama taburan bubuk gula aren dan kayu manis, akan mampu kembali menetralkan lidah Anda dari berbagai rasa makanan utama yang kuat akan bumbu.

 

Bubuk Lada buka setiap hari, Senin-Jumat pukul 09.00-21.00 / Sabtu-Minggu pukul 07.00-21.00 WIB, untuk menyediakan sarapan.

 

Teks : Nana Hamid / Foto : Kursien Karzai

 

Facebook Comments