Jakarta, Kirani – Seks, saat ini bukan menjadi sesuatu yang rahasia lagi. Banyak lelaki yang seringkali menggampangkan bila sudah datang keinginannya, asal hasrat yang dimiliki terpuaskan.
Kalimat sakti seringkali menjadi bujukan mesra bagi pria pada pasangan, “Kamu percaya aku kan?,” “Jangan khawatir, ini bukan masa suburmu kan?,” “Kamu percaya aku kan? Pasti, aku tanggung jawab terhadap kamu,’
Tapi buat perempuan, bilang “Mau” itu nggak sesederhana itu, apalagi soal hubungan intim. Banyak perempuan ingin diperlakukan bukan sekadar sebagai pelampiasan, tapi sebagai pasangan yang dihargai, dihormati, dan dilindungi.
Seks Kampanye “Mau Kalo Pake Kondom” yang disuarakan Sutra, memiliki makna tegas dan tidak bertele-tele, menjadi pesan yang mudah diingat; kalau nggak pakai kondom, ya nggak mau. Sederhana, tapi maknanya dalam atau dengan kata lain: No Condom, No Sex.
Kondom adalah alat kontrasepsi penghalang yang sangat efektif (hingga 98%) untuk mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS) serta virus (seperti zika) saat berhubungan intim. Penggunaan yang benar melibatkan pemilihan ukuran yang tepat, pemasangan sebelum penetrasi, dan penggunaan pelumas berbasis air untuk mencegah robek.
“Pesan kami sederhana: Nggak mau kalau nggak pakai kondom dan kondom seharusnya bukan pilihan terakhir. Lewat kampanye ini, kami ingin kondom menjadi bagian dari momen intim, sesuatu yang normal dibicarakan, dan tidak bisa ditawar,” ujar Cut Vellayati, Head of Marketing DKT Indonesia saat meluncurkan kampanye “Mau Kalo Pake Kondom,” oleh Kondom Sutra di Jakarta (13/2).
Dalam peluncuran kampanye ini, Komedian dan Public Figure Pandji Pragiwaksono juga ikut angkat bicara. Dia berkata, “Laki-laki sering cari-cari alasan biar tak pakai kondom. Tapi kalau pasangannya tegas, kebanyakan akhirnya menurut. Soalnya, jujur aja, lebih baik pakai kondom daripada tidak dapat apa-apa sama sekali.

Dari sisi medis, kondom bukan cuma soal mencegah kehamilan. “Kondom adalah satu-satunya alat kesehatan yang bisa mencegah HIV, IMS (Infeksi Menular Seksual), dan kehamilan yang tidak direncanakan. Kondom bukan sekadar alat kontrasepsi, tapi bentuk self-care dan perlindungan untuk kedua belah pihak,” jelas Dr. Erika, Clinical Training Manager DKT Indonesia.
Kondom merupakan penghalang fisik yang dapat mengurangi risiko seseorang untuk terpapar penyakit menular seksual, terutama yang penyebarannya melalui cairan yang keluar dari alat kelamin pria. Maka dari itu, kondom kerap menjadi cara utama yang dipilih sebagai pencegahan dari penyakit kelamin karena paling mudah untuk dilakukan. Sebagian besar infeksi menular seksual dapat dicegah oleh alat ini.
Bagi Adella Wulandari, influencer kesehatan seksual, bersikap tegas adalah bentuk menghargai diri sendiri. “Aku bukan ribet, aku lebih menganggap diriku cerdas,” katanya. “Kalau dia benar-benar cinta sama aku, dia akan menghormati syaratku. Dan syaratku simpel: no condom, no sex.”
Lewat kampanye “Mau Kalo Pake Kondom” Kondom Sutera ingin menyampaikan bahwa perlindungan harus selalu diutamakan, dan itu tidak akan mengurangi keintiman, bahkan justru meningkatkan rasa percaya dan cinta satu sama lain, karena berarti pasangan menunjukkan bahwa dia adalah pribadi yang bertanggung jawab.
(Teks/Foto : Tim Kirani)

