Mari Menari Secara Virtual Bersama Indonesia Menari 2021

Jakarta, Kirani – Menari adalah sebuah kegiatan yang merupakan gabungan antara aktivitas fisik, interaksi sosial, ekspresi kreatif, dan emosional. Apabila dilakukan secara berkala, menari dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebugaran kita.


Mengingat hal tersebut, tak salah bila www.indonesiakaya.com mengajak masyarakat Indonesia untuk mengikuti kegiatan Indonesia Menari, sebuah kegiatan tahunan yang dimulai sejak tatun 2012. Melalui Indonesia Menari, masyarakat Indonesia diajak untuk lebih dekat dengan tarian tradisional Indonesia yang dikemas secara modern.


Pada tahun 2019, Indonesia Menari sukses dilaksanakan secara serempak di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang. Namun akibat pandemi, pada tahun 2020 kegiatan ini dibatalkan. Dan kali ini, penikmat seni dan para pecinta tari dapat kembali turut serta dalam kemeriahan Indonesia Menari 2021 yang akan diselenggarakan secara virtual.

“Selama penyelenggaraan Indonesia Menari, kami melihat besarnya antusias masyarakat di berbagai daerah untuk mengikuti kegiatan ini. Berangkat dari hal tersebut, kami menghadirkan kembali Indonesia Menari yang dapat diikuti secara individu dalam ruang digital untuk memenuhi dan melepas kerinduan masyarakat terhadap kegiatan yang biasanya rutin untuk diselenggarakan setiap tahun dan hanya di beberapa kota besar di Indonesia. Semoga, dengan diselenggarakannya Indonesia Menari secara virtual, semakin banyak penikmat seni dan pecinta tari baru dari berbagai, bahkan seluruh kota-kota lainnya di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dari rumahnya masing-masing,” ujar Renitasari Adrian, Program Director www.indonesiakaya.com.


Dua koreografer ternama Indonesia, Didik Nini Thowok dan Eko Supriyanto, berkolaborasi dengan koregrafer muda Ufa Sofura menciptakan koreografi ciamik sekaligus menjadi juri utama Indonesia Menari Virtual 2021. Ketiganya memadukan tiga genre tarian yaitu tradisional, kontemporer, dan modern berdurasi 1 menit, serta memadukan 5 lagu daerah yaitu Suwe Ora Jamu (Jawa Tengah), Apuse (Papua), Indung-Indung (Kalimantan Timur), Rambadia (Sumatera Utara), dan Pakarena (Sulawesi Selatan) yang diaransemen oleh Eka Gustiwana, akan mewarnai babak penyisihan Indonesia Menari Virtual 2021.

Para koreografer dan juri utama Indonesia Menari 2021


Didik Nini Thowok mengungkapkan, “Menjadi koreografer dalam Indonesia Menari Virtual 2021 ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya bersama Eko Supriyanto dan juga Ufa Sofura merupakan tiga koreografer dari generasi yang berbeda. Kami berupaya untuk menciptakan dan memadukan gerakan dalam genre tarian kami masing-masing dan bertemu secara langsung di Jakarta pada awal 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat untuk memadukan tiap koreografi yang kami ciptakan agar menjadi satu tarian yang tentunya Indah, dan mudah untuk diikuti oleh siapa saja. Semoga perpaduan karya kami dapat menjadi tarian yang diminati oleh masyarakat. Tunggu apa lagi, yuk buat videonya, daftarkan dirimu dan mari menari!”


Setidaknya 10.000 peserta ditargetkan akan mengikuti kegiatan ini. Para peserta akan diminta untuk menunjukkan kemampuan mereka dan melewati tidak babak, yaitu penyisihan, semi final, dan final untuk memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah. Dan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Indonesia Menari hanya dapat diikuti oleh peserta individu, sejalan dengan himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan.


Rangkaian kegiatan Indonesia Menari Virtual 2021 dapat diikuti mulai 1 September – 10 Oktober 2021. Penikmat seni maupun pecinta tari yang tertarik dapat langsung mengunggah video di Instagram dan mendaftarkan diri di www.indonesiakaya.com, berikut adalah kategori peserta perorangan dan periode waktu untuk ikut berpartisipasi dalam babak penyisihan Indonesia Menari Virtual 2021:
A. Kategori A: Usia 19 tahun ke atas (1 – 5 September 2021)
B. Kategori B: Usia 13 tahun – 18 tahun (8 – 12 September 2021)
C. Kategori C: Usia 6 tahun – 12 tahun (15 – 19 September 2021)





Teks Setia Bekti | Foto Indonesia Kaya


Facebook Comments