KPPIKG 2026: Pepsodent Bahas Pentingnya Kesehatan Microbiome Mulut Bersama Dokter Gigi

Jakarta, Kirani – Pepsodent memperkenalkan paradigma baru perawatan gigi dan mulut di International Dental Congress KPPIKG 2026 FKG UI. Mengusung konsep kesehatan microbiome mulut, Pepsodent meluncurkan Pepsodent Pro.Care, pasta gigi pertama dengan teknologi Microbiome Active.

Acara bergengsi Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi ini digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia belum lama ini. Dengan tema “Shaping the Future of Global Oral Health: Translating Science, Technology, and Humanity”, KPPIKG 2026 dihadiri lebih dari 1.500 dokter gigi dari dalam dan luar negeri.

Dalam sesi ilmiah, Dr. Praveen Sharma, Ph.D., BDS, MFDS (RCS Edin.) dari University of Birmingham menjelaskan mispersepsi yang masih sering terjadi di masyarakat.

“Selama ini masyarakat menganggap semua bakteri di mulut harus dihilangkan. Padahal rongga mulut adalah rumah bagi lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang disebut microbiome mulut,” ujar Dr. Praveen.

Layaknya usus, microbiome mulut terdiri dari bakteri baik dan bakteri jahat. Ketika keseimbangannya terganggu atau dysbiosis, bakteri merugikan bisa dominan dan memicu plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut.

“Perawatan gigi modern bukan tentang membunuh semua bakteri. Tapi menjaga kesehatan microbiome agar bakteri baik bisa mendukung kesehatan gigi dan mulut,” lanjutnya.

Dengan 6 varian yang beragam, Pepsodent berharap inovasi berbasis sains ini mudah diakses seluruh keluarga Indonesia. 

Dr. Praveen juga menekankan bahwa kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu menjaga keseimbangan microbiome penting untuk kesehatan jangka panjang.

Pepsodent Pro.Care: Pasta Gigi Pertama dengan Teknologi Microbiome Active

Sejalan dengan tren global, Pepsodent mengambil langkah transformatif dengan meluncurkan Pepsodent Pro.Care. Ini adalah pasta gigi pertama dari Pepsodent yang menggunakan teknologi Microbiome Active.

Esperansa Hidayat, Personal Care R&D Lead Unilever Indonesia mengatakan, inovasi ini dikembangkan selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan global.

“Teknologi ini memanfaatkan One Trillion Active Ions untuk menekan pertumbuhan bakteri merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik. Mekanismenya mirip prebiotik, membantu memperkuat pertahanan alami rongga mulut,” jelas Esperansa.

Teknologi Microbiome Active telah teruji secara klinis dan memberikan perlindungan hingga 24 jam. Keunggulan lain, pasta gigi ini hadir dalam format translucent gel berbulir halus yang memberikan sensasi bersih kesat berbeda.

Di acara KPPIKG 2026, Dr. Praveen Sharma, Ph.D., BDS, MFDS (RCS Edin.), FHEA, FDS (Restorative Dentistry) (RCS Edin.) pakar global dari University of Birmingham didampingi Esperansa Hidayat selaku Personal Care R&D Lead
Unilever Indonesia.

Untuk menjangkau berbagai kebutuhan, Pepsodent Pro.Care hadir dalam 6 varian: 

  1. Icy Fresh yang memiliki sensasi segar ekstra
  2. Complete White diperuntukan gigi lebih putih
  3. Multi Protection yang memiliki perlindungan menyeluruh, 
  4. Charcoal Deep Clean untuk pembersihan mendalam
  5. Enamel Shield yang melindungi enamel
  6. Plaque Prevention dapat mencegah pembentukan plak. 

Dengan varian yang beragam, Pepsodent berharap inovasi berbasis sains ini mudah diakses seluruh keluarga Indonesia. Kehadiran Pepsodent di KPPIKG 2026 bertujuan mengedukasi dokter gigi agar bisa menyampaikan pentingnya microbiome mulut kepada pasien. 

Sebagai brand pasta gigi no.1 di Indonesia selama lebih dari 90 tahun, Pepsodent terus berkomitmen menghadirkan solusi berbasis sains untuk melindungi senyum keluarga Indonesia.

“Melalui Pepsodent Pro.Care, kami ingin mentransformasi cara masyarakat merawat gigi sehari-hari. Inovasi ini adalah awal dari standar baru kesehatan gigi dan mulut masa depan,” tutup Esperansa.

Teks : Galuh | Foto : Unilever Indonesia