Kenali Ciri Infeksi Corona Tanpa Gejala Terinfeksi Virus

Jakarta, Kirani – Wabah Corona yang merebak semenjak Desember 2019 memang menjadi kekhawatiran, apalagi tanpa menunjukkan gejala.

 

Kekhawatiran ini membuat orang mencari tahu lebih banyak tentang penularan terhadap penderita. Seperti diketahui, penyebab virus Covid-19 menular melalui droplet dan partikel tetesan saat batuk dan pilek. Tapi ada yang terinfeksi virus corona tanpa menunjukkan gejala apapun dan terlihat seperti orang sehat.

 

Bahkan, laporan terbaru menyebutkan ada infeksi virus corona tanpa gejala atau tidak menunjukkan tanda pada tubuh penderitanya.  Hal ini disebutkan oleh juru bicara pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto yang sempat menyebut hampir 80 persen pasien yang positif Covid-19 menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala.

 

Hal ini tentu mengkhawatirkan karena dapat menyebar tanpa mengetahui apakah tubuh terinfeksi atau tidak. Infeksi corona tanpa gejala bisa terjadi dan umumnya menyeranga anak muda. Disini, anak muda bisa menjadi carrier yang menyebarkan virus ke orang lain.

 

“Data yang kita miliki dan data yang dimiliki secara global memang pada kelompok usia muda lebih memiliki daya tahan yang lebih baik dari yang usia lanjut. Namun harus dipastikan bahwa bukan berarti yang kelompok muda ini tidak bisa terkena. Bisa kena dan tanpa gejala,” kata pria yang akrab disapa Yuri ini, belum lama ini.

 

Pria kelahiran Malang, 11 Maret 1962 mengajak siapapun termasuk yang merasa sehat agar benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk lebih banyak tinggal di rumah dengan isolasi mandiri. “Jangan keluar rumah dan beraktivitas jika benar-benar tidak diperlukan,” jelas lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

 

Lebih lanjut Yuri juga sudah beberapa kali memberikan Informasi tentang upaya-upaya pencegahan penularan penyakit COVID-19, yang didasari kontak dekat akibat cemaran droplet sakit kepada orang lain baik melalui batuk atau bersin. Materi cemaran yang berisi SARS-CoV-2itu, kata dia, dapat berada di udara (airborn) sehingga penting bagi siapa saja untuk menjaga jarak interaksi minimal satu meter.

 

“Kita ingatkan tetap laksanakan upaya menjaga jarak saat melaksananan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter. Ini penting untuk menghindari kerumunan, pertemuan-pertemuan menghadirkan banyak orang yang memiliki peluang penularan penyakit ini,” imbuh pria yang malang melintang sebagai dokter militer ini.

 

Penanganan pasien yang terinfeksi corona .

 

Jadi, Bagaimana Mengenali Para Carrier Virus Corona?

 

Himbauan untuk di rumah saja, tidak bisa disepelekan begitu saja oleh kita. Sebab, dengan di rumah saja memperkecil tingkat kita interaksi dengan orang di luar keluarga inti. Orang bisa saja menularkan virus meski mereka merasa sehat. Jadi kalau memang terpaksa kita harus keluar rumah makan kita harus menggunakan masker dan jaga jarak.  Kini, orang pun tak absen mengenakan masker untuk melindungi diri mereka dari penularan orang yang tanpa gejala.

 

Dikutip dari CNN, ciri infeksi Corona tanpa gejala, yakni hilangnya kemampuan penciuman (anosmia) dan perasa (dysgeusia). Sehingga, ketika seseorang mengalami gejala tersebut disarankan untuk isolasi diri dan lakukan tes virus corona.

 

“Anosmia secara umum sudah terlihat pada pasien yang sudah dites positif corona tanpa gejala lainnya,” kata peneliti dalam jurnal American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery.

 

Sementara itu, peneliti dalam riset yang lain mengatakan hilangnya kemampuan indera perasa menjadi gejala yang lebih akurat infeksi virus corona dibandingkan tanda yang lain.Seperti diketahui, gejala umum virus corona menurut WHO adalah batuk, demam, dan sesak napas. Gejala sendiri akan muncul dalam waktu 2-14 hari setelah terpapar virus corona.

 

Teks : Galuh/Foto : Istimewa

 

Facebook Comments