Jakarta, Kirani – Seni perhiasan tidak hanya menonjolkan kemewahan. Terkadang ia hadir membawa makna yang jauh lebih dalam, seperti koleksi terbaru bertajuk
Koleksi ini dirancang bukan sekadar sebagai perhiasan berkilau, tetapi sebagai wujud nyata kepedulian bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang hidup dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Peluncuran Hearts of Gold menjadi simbol keanggunan yang dipadukan dengan nilai kemanusiaan.
Di balik kilau permata, tersimpan harapan baru bagi ratusan anak yang menantikan kesempatan hidup lebih baik melalui operasi jantung. Kolaborasi ini menempatkan perhiasan bukan sebagai aksesori, melainkan simbol empati dan investasi masa depan.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk kasih yang terwujud dalam karya. “Kolaborasi merupakan symphony cinta yang terwujud dalam bentuk yang elegan. Setiap permata yang berkilau menjadi simbol kepedulian, sebuah perwujudan fisik dari harapan yang bersinar,” ujarnya.
Annisa pun mengingatkan bahwa masih banyak anak dengan PJB yang perlu mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, YJI telah membantu lebih dari 2000 pasien, namun antrean panjang masih menjadi tantangan. “Setiap nama dalam daftar tunggu itu adalah sebuah cerita, sebuah hati kecil yang berdebar tak hanya karena penyakitnya, tetapi juga karena menanti kepastian akan hari esok,” tambahnya.
Melalui Hearts of Gold, YJI berharap semakin banyak anak yang dapat tersenyum kembali, tumbuh besar, dan menjalani hidup seperti anak-anak lainnya. Perhiasan menjadi bagian kecil dari perjalanan besar menuju kehidupan yang sehat dan penuh kemungkinan.
Dari sisi desain, Clemence Ellery menanamkan keanggunan, emosi, dan pesan sosial dalam setiap karya. CEO Clemence Ellery, Jenifer Patricia Hariawan menegaskan bahwa setiap perhiasan dalam koleksi ini memiliki nilai lebih dari sekadar estetika.

“Inilah saat di mana keanggunan bertemu dengan kebajikan, dimana gaya bertemu dengan makna. Setiap karya dalam koleksi ‘Hearts of Gold’ menyimpan sebuah harapan dan doa,” ungkapnya.
Jenifer juga menyatakan bahwa kepemilikan perhiasan ini berarti berpartisipasi dalam menyelamatkan kehidupan. “Dengan memiliki salah satu dari karya ini, artinya tidak sekadar mengoleksi sebuah perhiasan yang indah. Tetapi juga mengalirkan kehidupan, memberikan sebuah anugerah terbesar: detak jantung yang sehat untuk masa depan seorang anak bangsa,” ujarnya.
Koleksi Hearts of Gold hadir sebagai bentuk nyata kepedulian, di mana setiap pembelian turut membantu biaya operasi dan perawatan medis bagi anak-anak dengan PJB. Di akhir acara, Annisa menutup dengan pesan penuh harapan bahwa program ini dapat menjadi kontribusi jangka panjang bagi kesehatan generasi masa depan.
“Semoga langkah baik ini menjadi investasi kemanusiaan yang abadi, menyentuh hidup, dan menginspirasi banyak hati. Mari bersama jadikan mahkota kesehatan ini dapat dinikmati oleh setiap anak bangsa.”
Teks: Ratna Kamil | Foto: Yayasan Jantung Indonesia.

