balet esther

Harapan Supaya Balet Bisa Jadi Bagian Seni Tari di Indonesia

Jakarta, Kirani – Balet adalah bagian penting dalam hidup Rosalina Esther Tampubolon. Pemilik Sekolah Balet Natalenta ini mengatakan bahwa balet telah membawanya pada proses panjang beragam, yang berdampak untuk selalu terus belajar, terbuka dalam berkesenian dan juga berkesempatan untuk membuka kerja sama dan kolaborasi berkarya dengan berbagai pihak.

Pada November lalu Esther mengajak para siswanya ikut bagian dan unjuk diri dalam pementasan kolaborasi balet dan  wayang orang berjudul “Sayap Jatayu” Seblak Tanjak dan Rond De Jambe. Acara pementasannya berlangsung di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah.

Menurut Esther penggabungan dua disiplin seni yaitu Wayang Orang Klasik dan Tari Balet  menjadi sebuah Harmonisasi Keindahan untuk menemukan ruang baru bagi keduanya bernafas bersama.

Alumni Jurusan Oseanografi Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian di  Institut Teknologi Bandung ini mengungkap, “Harapan dan keinginan yang kuat supaya balet lebih dekat, bisa diterima sebagai bagian dari seni tari di Indonesia.”

Istri Fairly Siahaan ini mengatakan Sekolah Balet Natalenta  memiliki kurikulum yang berdasarkan pada Royal Academy of Dancing di London, Inggris. Sekolah baletnya ini juga dirancang dengan cermat untuk mendorong perkembangan holistik para siswanya mencapai keunggulan dan eksplorasi upaya tarinya.

Kata ibu tiga anak ini, sekolah baletnya juga memperluas pelatihan dan pendidikan khusus dalam bidang tari yang berfokus khusus pada balet klasik. Kemudian juga berupaya untuk mendidik baik siswa maupun orang tua tentang berbagai manfaat pelatihan balet, memberdayakan para siswanya untuk mengejar karier yang bermanfaat sebagai penari profesional atau dalam profesi pilihan lainnya.

Esther pernah mengajar balet untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Komunitas Down Syndrome. Diapun sering menjadi juri dan penguji dari berbagai komunitas tari dan sekolah balet lokal dan nasional.

Pada tahun 2018, Esther pernah menjadi Ketua Nasional Dance Workshop dan Competition (NaDWorC) di Indonesia, dan karya koreografinya menjadi repertoar tari dalam  kompetisi ini.

Di tahun 2021, Esther juga pernah meraih Place Professional Categori Jakarta Mari Menari JICON, Jakarta Internasional Compettion Dance Festival. Kemudian pada 2024 di Innovation in Dance Award sebagai Finalis From Royal Academy of Dance, London Inggris.

Beberapa karyanya sebagai Koreografer, Produksi dan Staging berturut-turut sejak tahun 2004 hingga kini adalah Lonely Olivia di Mini Theatre Polri Production Staging, Timun Mas, Cinderella, Tales From Baghdad, Roro Jonggrang, Four Season, Dancing Under  The Moonlight, Into The Nymphs Lans dan Saturday  Night in The  Howling Land  di Gedung Kesenian Jakarta. Lalu Magical Trip of Princess Ariella di Gedung Usmar Ismail. Dan pada November 2025 lalu  Sayap Jatayu sebuah kolaborasi balet dengan wayang orang.

Teks : Hapudji I Foto: Istimewa