Grab Times Square New York

Grab Tampilkan Pesona Asia Tenggara di Times Square New York

New York, Kirani –  Grab, superapp Asia Tenggara, menampilkan pesona Asia Tenggara melalui kampanye billboard digital, di kawasan ikonik di Manhattan. Sepanjang bulan Desember, Grab menayangkan rangkaian iklan berdurasi 15 detik, yang menampilkan keindahan alam dan cita rasa khas Asia Tenggara. Seperti Pink Beach yang memukau turis mancanegara di Indonesia, Rain Vortex yang megah di Bandara Jewel Changi Singapura, nasi lemak kegemaran Malaysia, pancake khas Vietnam, hingga Ko Tapu atau James Bond Island di Thailand.

Sebagai bagian dari misi untuk memajukan Asia Tenggara, Grab menggandeng badan pariwisata nasional serta mitra merchant dan pengemudi untuk menarik lebih banyak wisatawan internasional, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal. Sejak melantai di bursa Nasdaq (Nasdaq: Grab) pada tahun 2021, Grab secara konsisten memanfaatkan papan iklan ikonik di Times Square untuk menampilkan mitra merchant-nya.

Billboard digital Grab di Times Square, New York, menampilkan Penglipuran Tourism Village, salah satu destinasi wisata Indonesia

Tahun ini, kampanye Grab di Times Square berlangsung pada 2-12 Desember 2025 dan menampilkan tujuh iklan berbeda yang menampilkan keindahan alam dan cita rasa dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Mengangkat pesona alam dan kekayaan kuliner Nusantara, Grab bekerja sama dengan dengan Kementerian Pariwisata dalam mengkurasi destinasi dan hidangan khas Indonesia yang ditampilkan dalam kampanye global ini.

World Travel & Tourism Council (WTTC)[1] memproyeksikan sektor pariwisata Asia Tenggara akan terus tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 5,5% (dampak total) dan 5,9% (kontribusi langsung) dari tahun 2024 hingga 2034. Pada tahun 2024, sektor ini menopang satu dari delapan lapangan pekerjaan di kawasan. Dengan beroperasi di lebih dari 800 kota di Asia Tenggara, Grab menjadi bagian penting dari ekosistem perjalanan wisata lintas negara.

Alex Hungate, President dan Chief Operating Officer, Grab, mengatakan, “Times Square dikenal sebagai titik temu global bagi orang-orang dari seluruh dunia. Melalui kampanye ini, Grab membawa kehangatan Asia Tenggara ke panggung dunia. Dengan kekuatan teknologi dan pemahaman lokal, superapp kami dirancang untuk membantu wisatawan menjelajahi berbagai destinasi dengan lebih aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mendukung mitra pengemudi dan merchant yang menjadi tulang punggung pariwisata kawasan.”

Billboard digital Grab di Times Square, New York, menampilkan Pink Beach, alah satu destinasi wisata Indonesia
Berbagai Fitur Keamanan dan Layanan Ramah Wisatawan

Selain promosi destinasi, Grab juga terus memperkuat aspek keselamatan wisatawan melalui berbagai fitur keamanan di dalam aplikasi, seperti verifikasi identitas pengemudi; Audio Protect, sebuah fitur opsional untuk lapisan keamanan tambahan melalui rekaman suara selama perjalanan; Grab Safety Center, memungkinkan penumpang membagikan detail perjalanan mereka secara real-time kepada orang-orang terkasih; serta tombol SOS yang terhubung dengan layanan darurat setempat jika diperlukan. Fitur keselamatan ini seragam di berbagai negara untuk memastikan konsistensi pengalaman wisatawan saat berpindah dari satu negara ke negara lain.

Grab turut menghadirkan berbagai layanan ramah wisatawan, antara lain:

  • Perjalanan ke dan dari bandara: Wisatawan cukup memasukkan nomor penerbangan untuk diarahkan ke terminal yang sesuai serta memantau waktu keberangkatan. Penjemputan bandara juga dapat dijadwalkan melalui fitur Advance Booking yang menyesuaikan jadwal secara real-time.
  • Asuransi perjalanan: Wisatawan dapat membeli perlindungan perjalanan langsung melalui Ride Cover Plus di aplikasi Grab. Merupakan asuransi mikro opsional yang memberikan perlindungan kecelakaan diri selama perjalanan Grab dan hingga 24 jam setelahnya.
  • Kuliner: Wisatawan dapat menemukan tempat makan lokal yang menarik melalui fitur Grab Dine-Outdan Grab Discover.
  • Dukungan bahasa dan navigasi: Fitur terjemahan di aplikasi membantu memudahkan komunikasi antara penumpang dan mitra pengemudi. Wisatawan juga dapat melihat panduan visual lokasi seperti bandara, sehingga lebih mudah menemukan titik jemput dan mengurangi waktu tunggu.
  • Pembayaran: Wisatawan dapat bertransaksi melalui QR di usaha kecil lokal dengan membuat dompet digital di aplikasi Grab dan mengisi saldo menggunakan kartu internasional. Pembayaran layanan Grab juga didukung berbagai metode alternatif seperti kartu kredit.
  • Grab Tourism Safety & Security Center: Laman Pusat Keamanan dan Keselamatan Wisatawan untuk memberikan kemudahan aksesibilitas pada informasi lengkap kontak darurat yang mungkin dibutuhkan. Seperti daftar sambungan telepon 24 jam khusus laporan terkait kekerasan seksual, SAPA 129, alamat kantor kepolisian & kedutaan, daftar rumah sakit, dan Basarnas.

“Saya mengapresiasi inisiatif Grab yang secara aktif memanfaatkan platform digital dan ekosistem teknologinya sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata Indonesia. Upaya ini tidak hanya menghadirkan nilai lebih dalam memperkenalkan destinasi dan kekayaan kuliner Indonesia ke panggung global, termasuk melalui penayangan di Times Square, New York, tetapi juga menunjukkan bagaimana inovasi dapat dimanfaatkan untuk menjangkau wisatawan mancanegara, mendukung pelaku usaha lokal, serta memperkuat ekosistem pariwisata nasional secara berkelanjutan,” ujar Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana.

Sementara itu, Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia, menegaskan bahwa kampanye ini juga menjadi momentum penting bagi Indonesia, “Kami membawa wajah Indonesia ke pusat perhatian dunia. Keindahan lanskap, kekayaan kuliner, dan keragaman budayanya kami tampilkan melalui kampanye global ini untuk mendorong minat wisatawan mancanegara.”

Menurut Neneng, inisiatif ini bertujuan menciptakan dampak nyata dengan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi mitra pengemudi dan pelaku UMKM pariwisata di tanah air.

Teks: Setia | Foto: Grab

[1] World Travel & Tourism Council (WTTC). Travel & Tourism Economic Impact 2024 – South East Asia. https://wttc.org/research/economic-impact; https://wttc.org/research/economic-impact/economic-impact-2024