Jakarta, Kirani – Festival Jajanan Bango (FJB) telah 21 tahun konsisten menjadi perayaan kuliner Nusantara, kembali dengan evolusi besar. Bertajuk Festival Jajanan Bango 2026, festival ini akan digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Hutan Kota GBK dengan konsep baru “Culinary Culture Playground” dan purpose terbaru Bango “There’s More to Taste”.
Lebih dari 50 kreasi kuliner hadir di Festival Jajanan Bango 2026, dengan menggabungkan eksplorasi rasa dengan aktivitas hiburan untuk menjangkau konsumen muda sekaligus membuka ruang promosi bagi UMKM.
Festival ini memadukan sajian kuliner Indonesia dengan demo memasak, pertunjukan musik, dan aktivitas interaktif. Melalui konsep Culinary Culture Playground, Bango mengeksplorasi penggunaan kecap, mulai dari sajian tradisional hingga kombinasi rasa baru.
Pendekatan tersebut menjadi cara merek milik Unilever Indonesia ini menjaga kedekatan dengan konsumen di tengah perubahan selera dan pengalaman bersantap. Dulu FJB identic dengan jajanan legendaris, kini Bango mengajak generasi muda untuk mendobrak batasan rasa. Tidak hanya menikmati makanan, pengunjung diajak mengeksplorasi kecap dengan cara yang lebih kreatif.
Dari Warisan Jadi Medium Berkreasi
Transformasi ini dilatarbelakangi perubahan perilaku kuliner Milenial dan Gen Z, dimana mereka tumbuh dengan akses informasi dan tren global dari media sosial, makanan kini bukan sekadar kebutuhan, tapi bagian dari gaya hidup dan identitas.

Menariknya, survei Jakpat menunjukkan 77% Milenial dan Gen Z masih memilih makanan Indonesia, namun dengan sentuhan yang lebih modern dan relevan. Head of Marketing Foods Unilever Indonesia, Nuning Wahyuningsih menerangkan, “Bango percaya bahwa yang perlu berubah bukanlah kecapnya, melainkan cara kita memandang kecap. Kami ingin membangun persepsi bahwa kecap bukan hanya warisan yang perlu dilestarikan, tetapi juga sebagai media berkreasi dengan cara yang lebih modern, menarik dan relevan.”
FJB 2026 ini, memberi kesempatan bagi generasi muda untuk lebih mempertemu kreativitas tapi dengan irama yang dapat memberikan inspirasi dan ide baru. “Berangkat dari purpose ‘There’s More to Taste’, FJB 2026 berevolusi menjadi ‘Culinary Culture Playground’, ruang yang mempertemukan kekayaan kuliner Indonesia dengan kreativitas generasi baru,” ungkap Nuning Wahyuningsih.
Selain 50+ kuliner, konsep Culinary Culture Playground diwujudkan lewat aktivitas seru:
- Demo dan kompetisi masak: Tantangan untuk membuktikan siapa pun bisa bikin kreasi seru dengan Bango.
- Satgas Rasa: Pasukan gerilya yang menemani eksperimen kuliner pengunjung di area festival.
- CatchUp Party: Kolaborasi unik DJ dan Chef yang memadukan musik dan makanan.
- Entertainment: Penampilan spesial dari NDX? No – tahun ini ada NPD dan Bernadya, dua musisi favorit Milenial dan Gen Z yang akan menutup keseruan hari pertama dan kedua.
Salah satu peserta, M. Handry N. Haq, Marketing Manager Cimol Bojot AA, menceritakan inovasinya di tahun ini. “Kecap yang selama ini begitu dekat dengan keseharian kita ternyata punya banyak potensi untuk dieksplorasi. Melalui kreasi Cimol Misdaseum Kecap Bango yang kami hadirkan di FJB tahun ini, kami mencoba bereksperimen dengan kecap untuk menemukan kombinasi rasa yang tepat,” ujarnya.

“mendobrak” batasan rasa, mengeksplorasi kecap dengan cara yang lebih kreatif dan tidak terduga.
Dukungan Pemerintah untuk UMKM Kuliner
Peresmian FJB 2026 turut dihadiri perwakilan pemerintah yang mengapresiasi konsistensi Bango selama 21 tahun. Wakil Menteri Perdagangan RI yang diwakilkan oleh Plt. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Deden Muhammad F.S, menyampaikan, “Kementerian Perdagangan sangat mendukung kegiatan hari ini sebagai momentum untuk meningkatkan perekonomian, terutama bagi pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman. Kami mengapresiasi Bango dan Unilever atas komitmennya menyelenggarakan Festival Jajanan Bango selama 21 tahun secara konsisten.
Selain dari Kementerian, dukungan juga datang dari Pemprov DKI Jakarta. Perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Juremi, Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah Dinas PPKUKM, mengatakan, “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi dengan Unilever serta berbagai stakeholder lainnya sangat kami perlukan untuk terus meningkatkan perekonomian UMKM. FJB 2026 saya harapkan menjadi pemantik untuk mengembangkan UMKM, terutama kuliner.”
Dengan evolusi ini, Bango berharap FJB tidak hanya menjadi destinasi makan, tapi ruang eksplorasi rasa, kreativitas, dan ekspresi budaya. Seperti yang disampaikan Nuning, “Akan selalu ada lebih banyak rasa untuk ditemukan, lebih banyak kreasi untuk dicoba, dan lebih banyak cerita kuliner Indonesia untuk diteruskan. There’s More to Taste.”
Teks : Galuh | Foto : FJB Bango.

