Jakarta, Kirani – Sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif dagang baru, pasar keuangan di dunia, termasuk Indonesia pun goyah. IHSG sempat anjlok hingga 9%, bursa saham utama di dunia seperti bursa saham Shanghai, Tokyo, Sydney, Hong Kong, hingga Eropa juga sempat mengalami penurunan yang cukup drastis.
Di tengah merosotnya berbagai instrumen investasi termasuk pasar modal, menjadi momen yang tepat untuk melakukan diversifikasi investasi. Emas bisa menjadi pilihan diversifikasi yang bagus untuk dicoba karena sering disebut sebagai safe haven karena memiliki ketahanan nilai yang baik terhadap inflasi maupun berbagai krisis dunia.
Namun, sebagai instrumen investasi, emas memiliki kelemahan dalam hal pasokan fisik yang terbatas sehingga tidak berimbang dengan tingginya permintaan. Karena itu, emas digital hadir sebagai solusi alternatif yang lebih mudah diakses, cerdas dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
“Saat ini, kita tengah menyaksikan lonjakan minat masyarakat terhadap investasi emas. Harga emas yang terus naik belakangan meski sempat mengalami koreksi sementara. Tentunya ini menjadi indikator kuat bahwa Emas ini tetap menjadi primadona untuk perlindungan nilai aset. Fenomena antrean panjang di berbagai gerai penjualan emas hingga membludaknya pengunjung dalam pameran-pameran, menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap emas fisik masih sangat tinggi,” ujar Edy Setiawan, CEO LAKUEMAS.
“LAKUEMAS sebagai platform investasi emas digital terpercaya di Indonesia, hadir memberikan akses mudah, cepat, dan aman untuk membeli, menjual dan menitip emas secara digital. Dengan spread harga yang paling rendah di antara platform sejenis, LAKUEMAS memberikan keuntungan lebih besar bagi investor, baik yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman. Investasi emas tidak lagi harus disertai dengan antrean panjang atau kekhawatiran soal penyimpanan. Melalui LAKUEMAS, semua orang bisa memiliki emas, mulai dari nominal kecil, kapan pun dan di mana pun,” lanjut Edy.
Sebagai platform yang omni-channel, LAKUEMAS sangat fleksibel untuk melakukan transaksi emas digital maupun fisik. Butik LAKUEMAS melayani jual beli emas hingga gadai secara offline, aplikasi online dengan tampilan intuitif untuk jual beli emas, serta tergabung di dalam ekosistem Central Mega Kencana Group (Mondial, Frank & Co dan The Palace), perusahaan ritel perhiasan terbesar di Asia Tenggara.
LAKUEMAS Unggul dalam Kecepatan dan Keamanan
Berdiri sejak tahun 2019, aplikasi LAKUEMAS telah diunduh sekitar 1.5 juta kali dan memiliki lebih dari 1 juta members. LAKUEMAS pun sudah bekerja sama dengan ritel-ritel perhiasan emas berhiaskan berlian ternama, di antaranya MONDIAL, Frank & co., serta The Palace Jeweler yang tersebar di ratusan lokasi, serta berpartisipasi dalam promo-promo yang ada di e-commerce.
Secara ekosistem, aplikasi ini menawarkan investasi emas dalam bentuk digital dan bentuk fisik, karena balance yang dimiliki pengguna dalam akun di aplikasi LAKUEMAS dapat secara mudah dikonversi ke dalam bentuk emas fisik, bahkan perhiasan emas.
Telah resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) pada 8 Februari 2022, LAKUEMAS berada di dalam perusahaan dengan ekosistem emas dan berlian yang saling terintegrasi dengan berbagai infrastruktur pendukungnya.
LAKUEMAS menghadirkan fitur-fitur investasi emas secara digital yang memudahkan penggunanya dalam melakukan transaksi emas secara cepat dan mudah, sehingga mereka dapat melakukan investasi emas jangka panjang secara praktis, hanya dari smartphone masing-masing.
Telah lama dikenal sebagai aset yang dapat membantu menjaga nilai kekayaan dari dampak inflasi, emas juga sering dianggap sebagai pilihan yang lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dan perubahan kondisi global. Karenanya, emas tetap menjadi salah satu opsi investasi yang sangat menarik bagi para investor kelas dunia.
Keunggulan lain adalah stabilitasnya yang lebih tinggi dibandingkan aset lainnya, serta kemampuannya untuk memberikan keuntungan modal. Emas juga memiliki likuiditas yang tinggi, yang memudahkan penggunaan dan pertukaran.
Teks: Setia Bekti | Foto: LAKUEMAS

