Buat Pecinta Reptil, TIKI TIREX Hadir Berikan Kenyamanan dan Keamanan Pengiriman

Jakarta, Kirani – Memiliki hewan peliharaan adalah satu hal yang menyenangkan. Kehadiran mereka biasanya dapat menghibur kita, melupakan sejenak berbagai masalah yang datang. Bagi kaum perempuan, apa sih hewan yang biasa dipelihara? Sepertinya tak jauh dari kucing dan anjing. Iya kan? Dua hewan itu memang lucu dan menggemaskan. Tak heran selalu menjadi hewan peliharaan favorit para wanita.

Akan tetapi, ternyata sekarang ini beberapa wanita mulai memilih hewan peliharaan jenis lain, yaitu mereka yang termasuk golongan reptil. Seperti dikatakan oleh Fakhri Auzan, Pendiri dan Direktur Repjak, sebuah usaha penangkaran dan distribusi reptil, bahwa menurut pengamatannya, belakangan ini jumlah customer perempuan semakin bertambah. Menurut data bulan lalu, sekitar 35% dari total customernya adalah perempuan.

Ketika ditanya jenis hewan apa yang biasanya dibeli oleh perempuan, Fakhri menyebut Gecko. Selain digemari oleh wanita, hewan ini juga banyak digemari oleh remaja mulai usia 15 hingga 21 tahun. Lalu seperti apakah Gecko itu?

Gecko adalah salah satu hewan melata atau reptil yang satu keluarga dengan tokek, cicak, juga kadal. Kalau tiga hewan lain secara motif tidak menarik, berbeda dengan gecko yang memiliki variasi warna yang cantik. Karenanya, tak heran bila cukup banyak orang yang tertarik untuk memeliharanya. Bukan hanya gecko, jenis reptil lain yang juga banyak penggemarnya di Indonesia adalah kura-kura, terutama kura-kura darat.

Tips Memelihara Reptil

Sama halnya dengan memelihara anjing maupun kucing, memelihara hewan reptil pun ada tips & triknya. Drh. Yulyani Dewi menekankan pentingnya memahami karakteristik reptil sebagai hewan ektotermik, yang bergantung pada suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuh mereka. “Proses pergantian kulit (molting) pada reptil membutuhkan kelembapan dan perawatan yang tepat. Selain itu, metabolisme reptil lebih lambat dibandingkan mamalia, sehingga frekuensi makan yang lebih jarang memerlukan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi untuk menjaga kesehatan jangka panjang,” jelasnya.

“Nutrisi reptil bervariasi sesuai spesies; iguana adalah herbivora yang membutuhkan sayuran hijau dan buah, sedangkan ular ball python adalah karnivora yang memakan tikus atau serangga. Penting untuk mengetahui diet spesifik setiap jenis reptil agar keseimbangan gizi terjaga, termasuk suplemen kalsium dan vitamin D3 untuk kesehatan tulang. Karena sifat ektotermiknya, reptil memerlukan suhu habitat yang tepat, dengan zona panas (basking area) untuk pengaturan suhu tubuh.”

“Habitat juga harus memiliki kelembaban sesuai spesies—misalnya, iguana memerlukan kelembaban lebih tinggi dibandingkan ular. Lampu UVB penting bagi beberapa spesies, seperti kura-kura, untuk sintesis vitamin D. Selain itu, jangan lupa untuk membersihkan habitat dengan rutin rutin untuk mencegah bakteri atau jamur, dan sistem filtrasi air yang baik diperlukan untuk reptil air, seperti kura-kura air tawar,” sambung drh. Yulyani.

Drh. Yulyani juga mengungkapkan bahwa reptil sering menyembunyikan tanda-tanda penyakit. Karena itu, pemiliknya harus memeriksa tanda-tanda kesehatan seperti nafsu makan, perilaku, dan kondisi kulit. Jika reptil terlihat lesu, tidak mau makan, atau mengalami masalah pada kulit, ini bisa menjadi tanda penyakit yang memerlukan perhatian dari dokter hewan.

Ki-ka: Fakhri Auzan – Pendiri dan Direktur Repjak, drh. Yulyani Dewi, Ahmad Ferwito – Direktur National & Network TIKI, Edwin Widiantoro – Head of Operations and IT TIKI, Jessica William – MC

Menjaga Kenyamanan dan Keamanan Pengiriman Reptil

Menurut Fakhri Auzan, komunitas reptil semakin berkembang sejak masa pandemi, terlihat dari berbagai kegiatan yang digelar, seperti pameran atau kontes. Kalau sebelum pandemi, kegiatan serupa ini hanya digelar sekita 4x per tahun, sekarang bisa digelar sebanyak 2x dalam sebulan.

Semakin meningkatnya jumlah penggemar hewan reptil, dilihat oleh TIKI sebagai peluang untuk menyediakan layanan pengiriman khusus reptil, yang mampu memberikan kepastian kepada para pengirim bahwa hewan yang dikirimnya aman dan selamat hingga sampai di tangan penerima.

Pada pertengahan tahun ini, TIKI mengumumkan layanan TIKI TIREX (Tiki Kirim Reptil Express), menggunakan moda transportasi darat untuk tujuan seluruh Indonesia. Layanan ini memiliki tiga pilihan produk, yaitu Over Night Service (ONS) untuk pengiriman satu hari sampai, Same Day Service (SDS) tiba di hari yang sama, dan Regular (REG) dengan biaya lebih ekonomis dan estimasi waktu 2-3 hari kerja. Layanan ini dilengkapi dengan fasilitas asuransi yang memberikan proteksi atas risiko kehilangan, kerusakan, atau hal-hal tak terduga lainnya dengan nilai penggantian maksimal sebesar Rp 5 juta.

Mengenai prosedur pengiriman reptil ini, Edwin Widiantoro, Head of Operations and IT TIKI, menjelaskan,“Periksa kesehatan reptil sebelum pengiriman. Reptil yang sakit atau stres dapat menjadi agresif dan berbahaya. Jika memungkinkan, latih reptil agar terbiasa dengan kondisi yang tidak ideal seperti ketika dalam pengiriman. Perhatikan kontainer yang digunakan agar sesuai dengan ukuran, dan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang dibutuhkan reptil. Gunakan wadah berwarna gelap atau tutupi wadah dengan kain untuk meminimalkan paparan cahaya dan suara yang dapat menyebabkan stres.”

“Pastikan ventilasi udara di dalam wadah tersebut mencukupi kebutuhan reptil. Isi ruang kosong di dalam kotak pengiriman dengan koran atau busa untuk megurangi guncangan salama perjalanan. Tempelkan label pengiriman dengan jelas di luar kontainer, termasuk label peringatan “Hewan Hidup”, dan “Tangani dengan Hati-Hati”. Periksa kembali kontainer dan kardus untuk memastikan keamanan, dan label pengiriman sudah terpasang dengan benar. Terakhir, pilih layanan kiriman yang khusus untuk penanganan reptil dan memiliki fasilitas asuransi untuk ketenangan pikiran Anda,” lanjut Edwin.

Edwin juga menjelaskan bahwa untuk menggunakan layanan baru ini, TIKI hanya menerapkan minimum berat 1 kg dan menerima pengiriman reptil tak berbisa. Pengirim diharapkan untuk memperhatikan prosedur pengiriman terkait transparansi atas isi dan jenis reptil yang akan dikirimkan. Reptil dengan jenis berbeda harus dikemas terpisah dan akan mendapatkan nomor resi pengiriman yang berbeda. Dan, jika terdapat jenis hewan reptil yang dilarang untuk dikirim, TIKI akan meretur kiriman tersebut kepada pengirim.

Teks & Foto: Setia