Brebes, Kirani – Berbicara Bawang sebagai bumbu masakan, tentu kita selalu diingatkan pada Kota Brebes. Yah, selama ini kabupaten di Ujung Barat Jawa Tengah, memang dikenal sebagai kota penghasil bawang dan juga telor asin. Dua ikon tersebut melekat erat di benak masyarakat, menjadikan Brebes identik dengan kekuatan pangan. Brebes memang selalu memiliki cerita, tak heran bila Brebes dijuluki Mumbai Van Java.
Posisi Brebes yang terletak di Ujung Barat Jawa Tengah ini, membuat Brebes memiliki kekayaan budaya beragam. Tak heran, saat puncak perayaan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Brebes menggelar Brebes Night Carnival 2025, mengusung tema Harmoni Brebes.
Seperti yang dituturkan oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM menyebut BNC sebagai bukti semangat kolaborasi warga.

“Malam ini jalanan Brebes disulap jadi panggung penuh warna, cahaya, dan irama. Inilah bukti kreativitas tanpa batas warga Brebes. Tema Harmoni Brebes mencerminkan bagaimana kita bisa bersatu dan menciptakan karya besar, meski berbeda latar belakang,” kata Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma.
Bupati Brebes juga mengatakan bahwa, tema Harmoni Brebes bukan sekadar slogan tanpa bermakna. “Harmoni Brebes ini menggambarkan sebuah perbedaan latar belakang, profesi, dan kemampuan bisa menyatu dalam satu karya besar. Itulah makna kemerdekaan yang harus terus kita jaga,” katanya, disambut tepuk tangan ribuan warga.
Pagelaran BNC 2025 ini memberi pesan baru : Brebes bukan dikenal sebagai Kota Bawang dan Kota Telur Asin, tapi Brebes juga kota budaya dan kreativitas. Dengan acara yang memadukan seni, musik, mode, hingga ekonomi kreatif, Brebes menegaskan diri sebagai daerah yang bisa bersaing bukan hanya di bidang pangan, tetapi juga pariwisata dan budaya.
Ketika Jalanan Jadi Panggung Raksasa
Sejak sore, arus kendaraan mulai melambat di sekitar Islamic Center Brebes. Ribuan warga berbondong-bondong mencari posisi terbaik untuk menyaksikan karnaval malam perdana di kota ini. Menjelang pukul 19.30 WIB, jalan utama dari Islamic Center menuju Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes sudah penuh sesak.

Ketika parade dimulai, suasana berubah seketika. Cahaya lampu sorot menari di udara, musik menghentak, dan peserta parade melangkah penuh percaya diri dengan kostum unik nan memukau. Ada busana batik carnival yang menjulang megah, ada tarian tradisional yang dikemas modern, hingga atraksi seni yang membuat penonton bersorak kagum.
Sebanyak 74 kelompok peserta tampil, berasal dari OPD, komunitas seni, sekolah, hingga perwakilan dari luar daerah seperti Tegal, Pemalang, dan Ciamis. Dalam hitungan menit, media sosial dipenuhi unggahan foto dan video, menjadikan Brebes trending sebagai kota cahaya malam itu.
Malam semakin meriah dengan pengumuman juara. DPU Brebes berhasil meraih Juara Umum, Kota Tegal menyabet Juara Favorit, sementara kategori terbaik ditempati Markas Jengkol SMK Bina Bangsa, disusul Dinas Kesehatan Brebes dan RSUD Brebes.
Karnaval ini menjadi bukti bahwa potensi daerah tidak berhenti pada komoditas unggulannya. Sama seperti bawang merah yang bisa diolah menjadi beragam hidangan atau telur asin yang menjadi ikon oleh-oleh, kreativitas warga Brebes pun bisa dikembangkan menjadi suguhan budaya yang bernilai tinggi.
Brebes Night Carnival 2025 adalah langkah awal. Dengan konsep yang semakin matang di tahun mendatang, BNC berpotensi menjadi agenda tahunan yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Malam itu, Brebes bukan hanya tentang bawang dan telur asin, melainkan tentang sebuah kota yang menyala oleh semangat warganya.
Teks : Ratna Kamil | Foto : Dinkominfo Brebes

