Betadine PP Tunas

Betadine Dorong Orang Tua Dampingi Anak Tumbuh Berani dan Aktif

Jakarta, Kirani — Betadine bersama iNova Pharmaceuticals menyambut implementasi PP Tunas sebagai langkah strategis dalam melindungi anak di ruang digital. Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak paparan layar berlebih. Mulai dari gangguan fokus, keterlambatan perkembangan sosial, hingga risiko kesehatan mental pada anak. Betadine menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal di era digital.

PP Tunas juga menjadi momentum untuk melengkapi pendekatan dari sekadar membatasi menjadi mendampingi. Anak perlu terpapar pada pengalaman di ruang terbuka untuk bermain, bergerak, dan bereksplorasi, yang menjadi pondasi penting bagi perkembangan fisik, kognitif, dan emosional.

Di sela-sela acara Bocil Approved Competition Push Bike Race yang diadakan Betadine hari Sabtu, 28 Maret 2026, Anastasya Ratu Chaerani, Brand Manager Wound Care iNova Pharmaceuticals Indonesia, menyampaikan bahwa aktivitas bermain aktif menjadi bagian penting dalam proses belajar anak melalui pengalaman nyata, “Anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan dorongan alami untuk mencoba hal baru. Di sini peran orang tua bukan sekadar membatasi, tetapi mendampingi, dengan memberikan ruang yang aman dan dukungan penuh agar anak dapat bereksplorasi, belajar, dan bertumbuh dengan percaya diri.”

“Kami percaya pada lahirnya Generasi Bening, yakni generasi yang berani mencoba, aktif bereksplorasi, dan berani berkembang. Untuk itu, dibutuhkan keberanian orang tua untuk memberi ruang sekaligus perlindungan yang tepat,”imbuhnya.

Sejalan dengan semangat PP Tunas, anak-anak didorong untuk tidak hanya terlindungi secara digital, tetapi juga aktif di dunia nyata. Aktivitas seperti push bike menjadi contoh nyata bagaimana anak mengembangkan koordinasi motorik, membangun keberanian untuk mencoba, belajar bangkit setelah jatuh, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.

dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, Dokter Anak dan juga dikenal sebagai MomDoc,menjelaskan pentingnya pembatasan screen time. “Karena paparan layar yang berlebihan pada anak dapat berdampak pada berbagai aspek tumbuh kembang, mulai dari keterlambatan perkembangan motorik, gangguan fokus, hingga menurunnya kualitas interaksi sosial. Namun, yang tidak kalah penting adalah apa yang menggantikan waktu tersebut. Anak membutuhkan aktivitas fisik dan eksplorasi nyata untuk merangsang perkembangan otak, membangun koordinasi tubuh, serta melatih regulasi emosi dan kepercayaan diri.”

Ia menambahkan, bahwa active play bukan hanya soal bermain, tetapi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Di sinilah peran orang tua untuk mendampingi dan memastikan anak dapat bereksplorasi dengan aman.

Metode 4C (Chill, Clean & Disinfect, Cover, Comfort

Seiring anak semakin aktif bereksplorasi melalui interaksi dan pengalaman langsung, risiko kecil seperti terjatuh atau mengalami luka ringan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mereka. Namun, menurut ahli, kondisi ini merupakan hal yang wajar. Dengan pemahaman dan kesiapan yang tepat, orang tua tetap dapat mendampingi anak bermain dengan rasa tenang.

Untuk membantu orang tua menangani luka ringan anak aktif, dr. Kanya merekomendasikan Metode 4C yakni: Chill (tetap tenang), Clean & Disinfect (bersihkan dan gunakan antiseptik), Cover (tutup luka), dan Comfort (jaga kenyamanan anak).

Dokter Kanya menambahkan bahwa perawatan luka dengan tepat dapat dilakukan melalui menjaga kebersihan sekaligus kelembapan luka menggunakan antiseptik yang nyaman di kulit anak. “Antiseptik Bening dengan kandungan Octenidine memberikan perlindungan ganda terhadap bakteri dan jamur tanpa merusak jaringan sehat serta tidak perih, sementara Allantoin memiliki sifat anti-inflamasi untuk membantu melembapkan serta mendukung proses penyembuhan pada kulit anak yang cenderung lebih sensitif, sehingga menjadi antiseptik yang lembut dan Bocil Approved pada kulit anak,” tambah dr. Kanya. 

Sebagai inovasi terbaru, Betadine Bening Antiseptik hadir untuk mendukung orang tua dalam merawat luka anak dengan lebih nyaman. Dengan formula bening, tidak perih, dan dapat digunakan pada kulit sensitif anak dan bayi, Betadine Bening Antiseptik membantu menciptakan pengalaman perawatan luka yang lebih nyaman sehingga anak tidak trauma dan dapat kembali aktif bermain.

Melalui inisiatif Generasi Bening dengan aktivitas Bocil Approved Competition Push Bike Race dan program edukasi lainnya, Betadine mengajak orang tua untuk melihat eksplorasi sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.

Teks: Tim Kirani | Foto: Betadine