Berdetak 4 Dekade, Yayasan Jantung Indonesia Luncurkan Buku dan Pameran Seni

Agus Suwage

Jakarta, Kirani – Pada tahun 2021 ini Yayasan Jantung Indonesia (YJI) telah memasuki usia 40 tahun. Momen tersebut dirayakan dengan peluncuran buku “Berdetak 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia”. Buku tersebut dimaknai sebagai literasi dalam mengulas kembali sejarah pendirian dan perjalanan YJI. Selain itu, digelar pameran kolaborasi dengan 11 seniman kontemporer dan 16 perancang busana dan perhiasan.

 

Esti Nurjadin, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia mengatakan, sejak awal YJI mengusung misi untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu, agar bisa mendapatkan akses medis maupun finansial demi keselamatan dan kesehatan jantung. Tercatat hingga bulan Agustus 2021, YJI telah memberikan bantuan kuratif dan rehabilitatif bagi 2.175 pasien dengan penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera.

 

“Hal tersebut tentu saja merupakan hasil jerih payah seluruh komponen YJI dalam hal penggalangan dana, serta dukungan dari para donatur, sehingga berbagai program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dapat berjalan dengan baik,” ujar Esti dalam siaran pers, Selasa (9/11/2021).

 

Menurut dia, buku tersebut juga menjadi cara dalam mengapresiasi kerja keras dan pengabdian para pendiri, pengurus, dokter, dan relawan, yang telah berdedikasi penuh selama 40 tahun, bekerja sama dengan pemerintah dalam menurunkan angka penyakit jantung dan kardiovaskular di Indonesia.

 

Buku ini dibuat pada saat terjadinya pandemi COVID-19, bekerja sama dengan Adhvan Media sebagai penerbit buku. Proses pembuatan buku ini dijadikan momentum untuk penggalangan dana dalam rangka tindakan kuratif dan rehabilitatif bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra sejahtera.

 

Diinisiasi oleh Didit Hediprasetyo sebagai Creative Director dari Adhvan Media, buku tersebut juga berkolaborasi dengan para seniman kontemporer dan perancang busana untuk mendonasikan karya bertema “jantung”. Karya-karya tersebut didonasikan untuk menggalang dana demi membantu pasien dengan penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera.

 

“Kerjasama dengan para seniman kontemporer dan desainer fashion dan aksesori ini, diharapkan dapat meningkatkan awareness lebih luas lagi tentang pentingnya kesehatan jantung,” ujar Esti.

 

Dengan mengusung tema “Show Your He(art)” dan mengedepankan semangat kolaborasi, pembuatan buku tersebut didukung oleh 11 seniman kontemporer dan 16 perancang busana dan perhiasan. Para seniman tersebut adalah Aditya Novali, Agus Suwage, Angki Purbandono, Davy Linggar, Eddie Hara, Meliantha Muliawan, Mella Jaarsma, Mujahidin Nurrahman, Mulyana, Octora Chan, dan Syagini Ratna Wulan. Sedangkan para desainer adalah Adrian Gan, Auguste Soesastro, Cara Faye, Didit Hediprasetyo, Eddy Betty, fbudi, Ghea Panggabean, Harry Halim, Heaven Tanudiredja, Major Minor, Sebastian Gunawan, Sejauh Mata Memandang, Stella Rissa, Tangan, Toton, dan Tulola Jewelry.

 

Ada 48 karya yang ditampilkan ke dalam buku dan akan dipresentasikan ke dalam pameran tertutup berjudul “Berdetak: 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia” di Museum Nasional Indonesia.

 

Hingga saat ini, donasi karya telah dapat membantu kurang lebih 20 anak dengan cacat jantung bawaan dari keluarga pra sejahtera, dalam bentuk bantuan deteksi dini, kuratif, dan rehabilitatif. Pameran tertutup tersebut juga dimanfaatkan untuk rekaman pameran virtual, yang mulai 9 November 2021 dapat dinikmati oleh publik melalui https://inaheart.or.id/40TahunYJI.

 

Adapun buku “Berdetak 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia” ini akan dijual kepada masyarakat umum, dan seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan juga bagi YJI untuk mendukung dan mewujudkan program-program di masa mendatang.

 

 

Teks: S WIDIA I Foto: Yayasan Jantung Indonesia

 

 

Facebook Comments