Vanessa, Model Difabel Cerebral Palsy Menembus Batas

Jakarta, Kirani – Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk  meraih mimpi, begitu pula penderita celebral palsy. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, selalu ada nilai lebih yang melekat pada diri Vanessa yang berusia 18 tahun.

 

Vanessa dengan Cerebral Palsy, merupakan kelumpuhan otak mengakibatkan gangguan permanen pada gerakan otot dan postur tubuh. Vanessa memiliki kesulitan untuk berjalan dan berkomunikasi. Selain itu ia juga memiliki refleks berlebihan, anggota tubuh yang kaku dan lemas, dan gerakan yang tidak disengaja. Namun dibalik kekurangannya itu, Vanessa memiliki senyuman tulus dan kompleksi kulit yang bagus.

 

Meski sulit kemungkinan menjadi model catwalk, Vanessa mungkin bisa menjadi model kecantikan. Adalah Selphie Bong yang memberikan kesempatan pada disabilitas untuk menjadi model-model rancangannya. Dia  berpendapat bahwa perusahaan harus lebih terbuka terhadap disabilitas. Memberi mereka kesempatan bekerja dengan tangan terbuka.

 

Menutup tahun 2020, rumah mode Selphie menggandeng Vanessa sebagai model difabel pertama di Indonesia dengan celebral palsy untuk mempresentasikan rancangan busana terbarunya.

 

“Jika Vanessa mampu, begitu juga saudara dan saudari berkebutuhan khusus lainnya dan saya berharap saya dapat menginspirasi perusahaan lain untuk mempertimbangkan membuka lowongan untuk saudara difabel.” Selphie Bong menambahkan.

 

Namun dibalik kekurangannya itu, Vanessa memiliki senyuman tulus dan kompleksi kulit yang bagus.

 

Setelah sukses berkomitmen dengan ethical fashion yang menggunakan metode zero waste di koleksinya, desainer Selphie Bong kini membuka rumah modenya bagi model difabel di Indonesia. Menjadikannya sebagai rumah mode pertama yang terbuka akan kehadiran model difabel di Indonesia.

 

Melalui Project Mimpi, Selphie Bong membawa teman-teman disabilitas menembus batas. Memastikan bahwa koleksi busananya memang diciptakan untuk semua orang.

 

“Ini adalah langkah yang kuat untuk industri mode Indonesia. Saya mengerti saya melakukan hal yang benar dan ini membutuhkan keberanian. Tidak ada disabilitas membayangi batasan dan disabilitas menembus batas, disini kita membawa budaya, latar belakang, tantangan, warna, perbedaan, semuanya ada di dunia nyata, semua ke dalam inklusivitas,” Kata Selphie Bong.

 

Selphie Bong adalah desainer pertama yang mewakili Indonesia untuk United Nation Year of Biodiversity 2006 di Geneva. Jauh sebelum green fashion booming di Indonesia, ia telah menerapkan ethical fashion dengan menggunakan metode zero waste di beberapa koleksinya.

 

Teks  : Nana Hamid             Foto : Istimewa

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments