Sustainable Menjadi Tema Besar ISEF 2020 Yang Digelar Secara Daring

Jakarta, Kirani – Pandemi yang masih melanda Indonesia dan negara-negara lain ini memang berakibat terhadap banyak hal. Salah satunya adalah dihentikannya kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak, seperti seni pertunjukan ataupun pekan mode.

 

Begitu banyak kegiatan yang sudah direncanakan dan pada akhirnya harus dibatalkan. Atau, apabila tetap dilaksanakan, maka formatnya pun berubah. Seperti Modest Fashion Indonesia Sharia Economi Festival (ISEF) 2020 yang sedianya diselenggarakan secara offline, mengingat kondisi saat ini, maka acara  ini pun digelar secara virtual dengan mengusung konsep Sustainable Fashion Show dan Digital Trade Show. Didukung oleh Bank Indonesia, KNEKS, dan seluruh kementrian/instansi/lembaga/asosiasi terkait dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, penyelenggaraan ISEF 2020 diharapkan dapat membangkitkan spirit positif dan optimisme pelaku usaha.

 

 

“Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle” menjadi tema Modest Fashion ISEF ke-7 yang digelar secara virtual ini. “Dengan basis virtual, modest fashion show dapat diselenggarakan lebih interaktif dan dinamis. Selain modest fashion show yang akan disiarkan melalui live streaming, para desainer berkesempatan untuk mempresentasikan koleksi rancangannya secara utuh,” ungkap Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC).

 

Acara yang digelar pada tanggal 28-31 Oktober 2020 tersebut akan menghadirkan 12 sesi virtual fashion show, 164 desainer/brand, 720 look, dan 180 model. Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada 325 brand terpilih untuk mengikuti digital trade show selama bulan Agustus hingga Oktober, sebagai kegiatan pre-event Modest Fashion ISEF 2020. Digital trade show tersebut bekerjasama dengan online marketplace BukaLapak dan online media Fimela.com.

 

Konsep “Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle” diterapkan bukan hanya sebatas pada produk fesyen, namun terkait dengan sustainable lifestyle, yaitu gaya hidup berkelanjutan yang mengacu pada tiga prinsip dasar sustainable: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Modest Fashion ISEF 2020 mengajak para partisipan, baik produsen maupun konsumen untuk semakin peduli dalam menjalani gaya hidup berkelanjutan dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat, keselarasan lingkungan, dan kesejahteraan bersama. Konsep ini juga diperkuat dengan penggunaan bahan baku dalam semua produk, serta SDM lokal untuk menggerakkan roda perekonomian lokal yang mengacu pada inspirasi tren global dan kepedulian sosial. Dan tema “The New Beginning” pun diangkat untuk koleksi busana sebagai aplikasi trend forecasting 2021/2022.

 


Total 164 desainer/brand yang mengikuti fashion show dan business matching secara virtual dengan buyer lokal dan internasional telah mengikuti proses kurasi oleh tim kurator yang terdiri dai Taruna K. Kusmayadi, Deden Siswanto, dan Sofie. “Kriteria kurasi antara lain kategori busana muslim, mengaplikasikan inspirasi lokal dengan selera global, mutu desain dan produk yang baik, mengikuti tren fesyen global, memiliki buyer potensial, strategi penjualan dan bisnis yang baik, dan tentunya penggunaan bahan baku dan SDM lokal serta memiliki unsur sustainable dalam proses produksi,” jelas Deden Siswanto selaku Tim Kurator.

 

Dan di antara mereka yang terpilih adalah Ayu Dyah Andari, Deden Siswanto, Hannie Hananto, Irna Mutiara, Itang Yunasz, Kami Idea, Khanaan Shamlan, Kursien Karzai, Laudya Cynthia Bella, Monika Jufry, Najua Yanti, Nuniek Mawardi, Risa Maharani, Rosie Rahmadi, Sofie, TutyAdib, Vivi Zubedi, dan Wignyo Rahadi.

 


Teks Setia Bekti | Foto Dok.ISEF

 

Facebook Comments