Jakarta, Kirani – Jangan pernah menyerah, perjuangkan impianmu hingga usaha terakhir. Dan ingatlah seorang pemimpin adalah seorang yang dapat mengambil keputusan, di saat kita (tim) membutuhkan arahannya. Dia (seorang pemimpin) bersedia berkorban dan selalu bersikap solid kepada seluruh timnya.
Demikian kutipan panjang dari film Everest yang memberikan inspirasi dan spirit kehidupan para pendaki. Hal ini juga yang berlaku bagi sosok perempuan luar biasa, Rara Wilis Kencana yang pada 28 Juni 2025 lalu menyelesaikan pendakian ke tujuh di Puncak Gunung Rinjani, gunung berapi aktif tertinggi kedua di Indonesia. Ya, Alice, demikian perempuan berdarah campuran Jawa dan Belanda ini biasa disapa melakukan program Alice 7 Summits 2025.
Alice berhasil menjejakkan kaki di Puncak Gunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Sebuah pencapaian yang sekaligus menjadi penanda perayaan ulang tahunnya yang ke-57 tahun.
Dalam pertemuan dan bincang santai dengan para media di restoran Penang Bistro, di Kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu, alumni SMA 12 Jakarta tahun 1987 ini menjelaskan tentang Alice 7 Summits 2025.
Dengan penuh semangat dan kecintaannya kepada alam serta gunung, Alice hanya memerlukan waktu delapan belas hari yang ditempuhnya selama lima bulan sepanjang tahun ini, untuk mendaki tujuh gunung, yakni Ciremai, Sumbing, Sindoro, Lawu, Slamet serta Merbabu. Dan pencapaian puncak atau pamungkasnya adalah keberhasilannya mendaki Gunung Rinjani yang melengkapi Alice 7 Summits 2025.
Adapun program ini dia rancang sebagai terapi penyembuhan telapak kaki kanannya yang cidera. Beberapa waktu lalu, Alice sempat alami cedera yang cukup serius di bagian kaki dan mempengaruhi aktivitasnya sehari-hari. Salah satu yang disarankan dokter untuk melalui proses penyembuhan adalah latihan jalan. Dan saat melakukan latihan itu, alumni Akademi Sekretaris LPK Tarakanita tahun 1989 ini bertemu dengan seorang teman yang hobi naik gunung.
Nah, si teman menyarankan Alice jalan di Lembah Purba. Maka, Alice mencobanya hingga belajar soal keseimbangan. Tiada disangka dan diduga, ternyata Alice bisa melakukan dan menyelesaikannya, sejak saat itulah timbul rasa mencintai alam.
Dari perstiwa ini, Alice berterima kasih kepada atasannya yang selalu memintanya untuk Do the Best alias melakukan yang terbaik pada setiap hal. Kini, dengan “Do the Best” sebagai motto hidup yang dipegang hingga melakukan programnya.

Pendakian di Usia Golden Age
Kendati perempuan berusia golden age lebih ini bukan pedaki professional, bahkan boleh dibilang saat usia muda, Alice pun tidak memiliki kemampuan mendaki. Namun buah dari alami cidera pada kaki kanannya, membuat tertarik untuk melebur bersama alam dan melakukan pendakian.
“Puji syukur Alhamdulillah saya pada akhirnya sukses menyelesaikan program Alice 7 Summits 2025 dengan melakukan pendakian di puncak tertinggi tujuh gunung di Indonesia,” kata Alice
Alice menuturkan dari tujuh gunung tersebut, tiga di antaranya merupakan gunung tertinggi di tiga provinsi yaitu Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 mdpl yang disebut Atap Jawa Barat yang dilakukan Alice di pendakian pertama pada 18 hingga 19 Januari 2025. Kemudian Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 mdpl Atap Jawa Tengah dilakukan pendakian kelima pada 11 hingga 13 Mei 2025.
Dan pamungkasnya pada pendakian ketujuh yaitu Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl yang dijuluki Atap Nusa Tenggara Barat. Tentu saja untuk melakukan program Alice 7 Summits 2025, Perempuan yang sejak tahun 1992 hingga sekarang berkarier sebagai Asisten Pribadi seorang pengusaha ternama Indonesia ini berterus terang melakukan persiapkan diri dan latihan.
“Tidak ada sebuah pencapaian dengan kesuksesan tanpa sebuah usaha. Dengan prinsip Do the Best serta kesungguhan hati, saya mempersiapkan diri secara mental, fisik, strategi juga open mind. Saya percaya, meski saya bukan seorang pendaki professional tetapi saya memiliki niat, semangat dan cita-cita untuk melakukan yang terbaik kepada alam,” kata perempuan cantik berambut panjang yang selalu terlihat fashionable ini bersemangat.
Alice juga menegaskan pentingnya melakukan segala sesuatu dengan semaksimal mungkin, kemudian mengeksplor diri, melakukan sesuatu dengan do it properly. Ketika Alice punya passion cinta alam dan menikmati keindahan alam, dia merasa harus melakukan juga yang terbaik. Maka ketika memutuskan untuk mau naik gunung, dia melakukan totalitas a to z mulai riset soal summit, soal Seven Summits of Java, Seven Summits of Indonesia dan Seven Summits Dunia, serta riset berbagai hal soal pendakian.
“Tidak mudah memang dan ada segala risiko. Tetapi karena ingin melakukan yang terbaik, ada passion dan semangat, saya yakin bisa melakukannya dan meraih summit,” ujar ibu dua anak ini.
Dan meski bukan pendaki professional, namun saat menjalankan programnya ke setiap Gunung, Alice selalu dijuluki sebagai Ibu atau Perempuan Baik yang memiliki hati suka membantu atau menolong para pendaki. Alice memang selalu ringan tangan memberikan bantuan berupa makanan, peralatan mendaki, obat-obatan, juga kebaikan yang dilakukan saat mendaki Gunung Slamet, Alice melakukan misi menanam pohon dengan membawa 12 pohon Nagasari. Dia menanam pohon dengan harapan akan tumbuh besar di kawasan ini.
“Saya mendaki, tidak hanya mendaki tetapi memberikan kontribusi untuk alam. Saya percaya, kalau kita Do the Best untuk alam, maka alam pun akan memberikan kebaikan untuk kita,” ujar dia. Hal itu terbukti, dia diberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan selama melaksanakan programnya.
Teks : Hadriani Pudjiarti | Foto : Istimewa

