Selaksa Sarimbit Nusa, Kolaborasi Katonvie dan Itang Yunasz

Jakarta, Kirani – Mengutip etimologi kamus besar bahasa Indonesia, hijab dikenal sebagai kain lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan rambut, termasuk telinga, leher dan dada. Beragam ukuran dan bentuk pun tersedia bagi para pengguna hijab, seperti selendang panjang, pashmina juga selendang segi empat atau scarf.

 

Bagi pemakai hijab yang terbiasa menggunakan scarf, beragam gaya menarik dapat tercipta saat Anda berkreasi dengan selembar scarf demi cantiknya penampilan berkerudung. Dan untuk membantu Anda, Katonvie, merek selendang yang mengkhususkan diri memproduksi scarf hijab, memiliki tawaran menarik, yaitu scarf yang dapat digunakan bolak balik. Tidak ada sisi dalam atau sisi luar karena kedua sisi dapat digunakan.

 

Dengan teknologi duplex yang ditemukan oleh Hermawan Lim, ayah dari CEO Katonvie, Anthony Lim, pembuatan scarf ini menggunakan teknologi cetak saring pada dua sisi bahan (double sided textile printing technology). Menghasilkan scarf dengan motif sama yang secara presisi berada di bagian baliknya dengan pilihan warna berbeda. Menjadikan scarf buatan Katonvie ini dapat dikenakan pada kedua sisi, sehingga jika selembar hijab biasa hanya bisa dimanfaatkan untuk empat sudut, hijab ini dapat dimanfaatkan untuk delapan sudut.

 

selaksa sarimbit nusa, koleksi scarf kolaborasi Katonvie x Itang Yunasz

 

Dan sebagai finishing, scarf ini dikelim dengan teknologi khusus yang menghasilkan tepian yang rapi di kedua sisi, sehingga tidak ada sisi depan atau belakang, semua dapat dimunculkan dengan penampilan yang layak.

 

Karya Katonvie X Itang Yunasz

Untuk memperkaya ragam dan penampilan scarf, tahun ini Katonvie berkolaborasi dengan desainer mode maestro busana modest, Itang Yunasz, pemilik jenama busana Itang Yunasz, Allea, dan Kamilaa. Mengadopsi motif kain-kain Indonesia dari Aceh hingga Papua, di tangan Itang Yunasz motif-motif tersebut tampil modern dan glamor.

 

“Kami menamai Scarf hijab Katonvie sebagai kerudung “Story You Can Wear” karena tiap lembar selendang yang kami produksi mengandung filosofi yang dituturkan oleh motif kain daerah yang kami angkat.” ujar CEO sekaligus founder Katonvie, Anthony Lim.

 

selaksa sarimbit nusa koleksi perdana kolaborasi Katonvie X Itang Yunasz

 

Menghadirkan delapan motif, koleksi kolaborasi ini diluncurkan dalam format Digital Soft Launching bertajuk Selaksa Sarimbit Nusa, dengan awak media sebagai pihak yang pertama kali berkesempatan menyaksikan koleksi ini.

 

“Saya menerima pinangan kolaborasi dari Katonvie karena melihat keunikan dan tawaran baru dalam memperkaya penampilan berjilbab, justru dengan memangkas jumlah lembar scarf hijab. Sedikit banyak, dengan menciptakan kerudung bolak balik Katonvie dan Itang Yunasz sudah ikut menerapkan sustainable fashion”, terang Itang tentang alasan menjalin kerja sama dengan Katonvie.

 

Hijab Katonvie menggunakan viscose, bahan berkualitas prima yang tebal namun nyaman dan adem saat dikenakan. Dari delapan koleksi yang diperkenalkan, empat corak dan warna yang diciptakan terinspirasi dari motif dengan warna pekat dan glamor gaya Sumatera seperti merah, biru, coklat, dan hijau.

 

Sedangkan empat lainnya terilhami tanah Jawa. Motif bunga, corak batik yang lembut dalam warna pucat seperti seladon chinese, hijau muda, tobacco, dan merah muda.

 

 

Teks : Setia Bekti | Foto : Dok.Katonvie & Itang Yunasz

 

Facebook Comments