Lona Kharisma dan Energi Antara, Membawanya Terbitkan Buku Tentang Anak Indigo

Jakarta, Kirani – Wanita muda bergaun dan berhijab biru itu dengan tenang menuturkan kisah yang tertuang dalam buku Antar Aku Pulang. Sebuah buku yang ditulisnya menceritakan sosok Elis yang perjumpaannya ada di dunia antara, dunia seberang atau dunia lain.

 

Wanita bernama Lona Kharisma itu meluncurkan buku perdananya, Antar Aku Pulang, pada Januari lalu di Margocity Hotel, Depok. Acara peluncuran buku ini dihadiri berbagai komunitas perempuan, pihak keluarga dan media.

 

Buku setebal 115 halaman ini diterbitkan oleh Kanakata Creative. Sebuah buku yang menceritakan kisah Lona yang memiliki kemampuan sebagai anak indigo, sering juga disebut six sense atau yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa bahkan supranatural.

 

Dan sebagai anak indigo, Lona merupakan salah satu dari individu yang memiliki kemampuan untuk terhubung dengan mereka yang kasat mata. Pengalaman berkutat dengan kehidupan mereka, membuat Lona yang aktif di bisnis makanan dan properti ini tergerak untuk membukukan salah satu kisah perjumpaannya dengan Elis, seorang gadis kecil yang meninggal dalam kecelakaan di tol.

 

“Aku bersyukur di keluarga diberikan kesempatan dengan yang aku miliki ini, memahami dunia antara yang terhubung dengan dunia yang lain. Keluargaku sangat mencintai aku dan tidak keberatan dengan hal ini. Aku sangat berterimakasih dengan keluarga dan teman juga lingkungan sekitar yang memahami aku,” kata Lona panjang lebar dalam talk show di peluncuran bukunya.

 

Memahami dan Mengenang yang Berpulang

 

Melalui bukunya, Lona ingin mengajak para pembaca untuk memahami lebih jauh dan terus mengenang mereka yang sudah berpulang.

 

Dengan karunia bakat atau talenta khususnya, Lona menceritakan kisah perjumpaannya dengan Elis yakni sosok yang terpaksa menjadi seorang piatu sejak kecil karena ibunya meninggal saat kecelakaan.

 

Walau sang ayah masih hidup, Elis memilih hidup bersama nenek dan kakeknya yang sudah dianggap sebagai orangtua kedua. Suatu hari, dalam perjalanan kembali dari acara keluarga di Bandung, mendadak Elis kehilangan seluruh keluarganya.

 

Dalam gelap dan bingung, ia berusaha mencari orang yang dapat membawanya kembali ke jalan terang dan memberinya ketenangan jiwa. Kegelisahannya di ‘dunia antara’ memberikan secercah harapan, saat ia berjumpa dengan Lona Kharisma yang membantunya menemukan jalan pulang.

 

Perbincangan mengenai buku Lona Kharisma, Antar Aku Pulang

 

Tertasbih sebagai Anak Indigo

 

Dan sosok Elis yang menjasi dekat bersahabat dengan Lona ternyata sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan di jalan tol. Melalui buku ini Lona dengan manis menceritakan kisahnya sebagai anak yang tertasbih Indigo.

 

Memang anak Indigo memiliki kemampuan terhubung dengan dunia seberang, dunia lain atau apapun sebutannya, yang selalu menjadi perbincangan menarik yang tiada habisnya.

 

Ada yang percaya dan menolak, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan ‘roh halus’ ini nyata. Terkadang mereka muncul begitu saja tanpa diminta. Ketika tubuh meremang tiba-tiba, tercium wangi bunga dalam ruangan kosong, atau udara mendadak terasa dingin, bisa jadi pertanda bahwa mereka hadir.

 

Ada sedikit orang yang diberi kemampuan lebih dari itu. Tidak hanya merasakan, mereka bahkan bisa melihat dan berkomunikasi. Sebutan bagi mereka yang dikaruniai ‘bakat khusus’ itu pun bermacam-macam: indigo, ‘sensitif’, pemilik indera keenam, peramal, dan seterusnya.

 

“Alhamdulilah aku memiki kemampuan melihat yang tidak kasat mata ini sejak usia empat tahun. Dan bagi aku, hal menjadikan mereka sebagai teman bukan musuh yang harus dihindari,” kata pemilik Lona Kitchen ini.

 

Menjalin Komunikasi dengan Yang Tidak Kasat Mata

 

Lona remaja dan dewasa merasakan kepekaanya ini semakin tinggi. Bahkan, Lona bisa menjalin komunikasi intens dengan mereka.

 

“Sepanjang aku hidup, banyak yang datang dan pergi, berusaha minta bantuan, atau sekedar mengganggu dan muncul saja tanpa alasan tertentu,” kata Lona.

 

Awalnya diakui ibu dua putri ini sempat didera keraguan, “Tetapi melalui buku ini, aku ingin supaya kita yang masih hidup, terus mengenang mereka yang sudah tiada agar mendapatkan ketenangan dan kedamaian di dunia mereka,” ujar wanita berparas cantik ini bersunguh-sungguh.

 

Di peluncuran buku ini, Lona juga menghadirkan teman sesama Indigo yaitu Furi Harun yang menceritakan pergulatannya sebagai seorang indigo. Dan bagaimana kelebihan mereka dapat membantu orang-orang yang membutuhkan.

 

Meski awalnya keluarga Furi tidak mendukung bakat yang dimilikinya sampai dipaksa mengikuti prosesi tertentu agar bisa ‘disembuhkan’, seiring dewasa ia sudah mulai berdamai dengan keadaannya. Ternyata bakat Furi bisa membantu kepolisian untuk menyelesaikan kasus-kasus pembunuhan.

 

Di acara inipun hadir psikolog Gisella Tani Pratiwi, M.Psi. psikolog yang biasa disapa Ella ini mengatakan, “Jika anggota keluarga atau sahabat yang memiliki kelebihan khusus, meski kita tidak bisa memahami pergulatan yang dialami mereka. Maka, kehadiran keluarga menjadikan pribadi Indigo lebih percaya diri dan tidak merasa dikucilkan,” ujarnya.

 

Dan Ella meyakini, dengan pendampingan tentunya si anak indigo akan memiliki kondisi mental yang sehat

 

 

Teks & Foto : Hadriani P 

 

Facebook Comments