Jakarta, Kirani – Dunia generasi muda saat ini yaitu generasi Milenial dan Gen-Z sangat akrab dan dekat dengan drifting. Dan lebih dari sekadar hobi, drifting mobil sungguhan telah menjadi disiplin balap profesional dengan banyak kompetitor muda berbakat di Indonesia.
Bahkan kegiatan ini digemari karena menantang, memacu adrenalin, dan dianggap sebagai seni mengontrol mobil, terutama di kalangan anak muda yang tertarik pada otomotif.
Drifting merupakan salah satu cara mengemudi mobil yang mempunyai teknik tersendiri dengan mengatur pengereman dan ketangkasan mengemudi agar mobil dapat meluncur atau sliding lebih lama. Drifting pun telah menjadi cabang olahraga otomotif yang mempunyai aturan berbeda, bahkan dibandingkan dengan balapan mobil pada umumnya.
Pada ajang kompetisi drifting saat ini selalu menjadi pusat perhatian publik Tanah Air, khususnya anak-anak muda yang mempunyai hobi otomotif. Dan salah satu drifter anak muda berbakat Indonesia yang potensial dikembangkan talentanya adalah Maliq Abbyzandharu Kazuo.
Dalam Kejurnas Passion Drift Challenge 2025 yang berlangsung akhir November lalu di Sentul Otopark, Maliq meraih prestasi gemilang dab sukses tampil dominan di kelas New Gen, dan membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, termasuk gelar bergengsi Juara Nasional (National Champion) New Gen 2025.
Dengan menaklukkan para rivalnya, Maliq berhasil memboyong Juara Nasional 2025 New Gen Class 2025 berkat raihan akumulasi jumlah poin tertinggi yang dikumpulkan oleh sang pembalap di tiap seri yang terdiri dari tiga seri dan di akhir dijumlahkan. Pembalap dengan poin tertinggi mendapatkan predikat juara nasional.

Menurut Andre Irawan, Team Manager Club Intertek Maliq Racing Team menjekaskan selain Maliq berhasil menjadi pemenang di seri final Round New Gen Class, yaitu Juara Pertama di seri ke tiga atau seri terakhir dari kejuaraan Passion Drift Challenge 2025.
“Maliq meraih penghargaan Top Qualifier New Gen, ini adalah juara kualifikasi yaitu pembalap dengan nilai tertinggi pada saat kualifikasi untuk mendapat posisi start paling depan saat balapan berlangsung. Pesaing tertangguh Maliq dalam pertandingan ini adalah M. Aryasatya. Dengan posisi poin yang sangat dekat dan kunci untuk bisa berhasil menang tak lain berkat latihan yang intens dan konsisten dalam menyetir,” ujar Andre Panjang lebar.
Passion Drift Awards diberikan kepada para drifter terbaik termasuk Maliq berdasarkan performa sepanjang musim, penilaian juri, serta voting publik. Penilaian ini berdasarkan performa selama tiga seri yang berlangsung di tahun 2025 yaitu pembalap yang memiliki poin tertinggi berhak mendapatkan titel juara nasional.
Menurut Maliq, dia melakukan persiapan supaya bisa tampil maksimal di Kejurnas Passion Drift Challenge 2025. Disebutkan antara lain persiapan skill dengan wajib berlatih secara intens selama satu bulan sebelum balapan dan termasuk juga latihan di simulator. “Kemudian, secara fisik saya juga melakukan olahraga jogging dan fitness ringan,” ungkap Maliq yang juga tergabung dalam band SMA Labschool Jakarta dengan posisi sebagai gitaris ini.
Keberhasilan yang diraih pria kelahiran 19 Febuari 2010 ini juga didukung performa mobil dan ban yang memberikan grip maksimal dan stabilitas tinggi di setiap tikungan. Mobil yang digunakannya adalah BMW E36 tahun 1995 dengan kapasitas mesin 3000 cc yang memang dipersiapkan untuk kompetisi drift. Berbagai modifikasi dilakukan agar sesuai regulasi balap drift dan ban yang digunakan adalah ban jenis semi slick biasa digunakan untuk balap mobil.

Adapun Wida Yulianita, Ibunda Maliq menuturkan puteranya ini sudah mulai belajar menyetir dan hobi drifting di usia 14 tahun. Sebagai seorang ibu, awalnya tentu saja sempat merasa khawatir. Bahkan sampai kini jujur perasaan itu selalu muncul ketika buah hatinya sedang balapan mobil. Namun, rasa ketakutan itu akhirnya jauh berkurang saat mengetahui sang anak sudah mendapatkan perlindungan dengan benar.
“Seperti saat bertanding dilengkapi helm SNI/FIA, wearpack & shoessesuai standar, seatbelt harness, roll cageyang proper, dan mobil dicek mekanik. Jadi, semua kebutuhan safety checklistterpenuhi dan di dalam mobil juga ada Alat Pemadam Api Ringan atau APAR,” kata Wida.
Kemudian sebagai seorang Ibu, Wida menceritakan cara paling ampuh dan menenangkan mengatasi ketakutannya saat si anak sedang balapan mobil, “Saya selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT supaya putera saya senantiasa dalam perlindungan-Nya.”
Sebagai orang tua, Wida melihat bagaimana anaknya benar-benar tekun dan jatuh cinta pada dunia drifting. Karena itulah, Wida memberikan dukungan dengan selalu menemani setiap proses yang dilalui Maliq. Mulai dari latihan, menjaga keselamatan, memastikan ia belajar dengan benar dari mentor yang tepat, hingga memberi ruang untuk Maliq mengembangkan bakatnya.
“Selama Maliq disiplin, bertanggung jawab, dan menikmati setiap progresnya, sebagai Ibu, saya akan selalu berdiri di belakangnya sebagai pendukung terbesarnya,” kata Wida.
Sementara Maliq mengatakan ke depannya untuk tahun mendatang bersama Intertek Maliq Racing Team, akan fokus mempersiapkan diri menghadapi kelas Pro 2. Untuk bisa berhasil menyabet berbagai penghargaan di kelas Pro 2, persiapan utama yang dilakukan adalah upgrade mesin mobil.
“Dengan melakukan modifikasi secara serius untuk menyesuaikan kebutuhan bersaing di kelas Pro 2 dan untuk skill saya akan ditingkatkan melalui latihan intens selama 2 bulan sebelum seri 1 2026 dimulai,” ujar Maliq.
Sebagai drifter, Maliq termasuk kategori pembalap berbakat yang cepat beradaptasi dan menerima berbagai masukan. Menurut Andre, meskipun terkadang emosi masih naik turun belum stabil, karena faktor umur yang masih belia, namun dia tertantang untuk menaklukkan para pesaingnya di tahun 2026.
“Tentu Maliq juga harus berlatih secara konsisten dan terus meningkatkan mental maupun fisik dengan sebaik-baiknya untuk bisa menjuarai kelas Pro 2 di ajang Kejurnas Passion Drift Challenge 2026,” ujar Andre.
Teks : Hadriani Pudjiarti | Foto : Club Interlek Maliq Racing Team

