Bakti Indonesia Peduli Penyakit Kanker dan Jantung Sejak Dini

Bali, Kirani – Peringatan kemerdekaan bersama Bakti Indonesia 2025 di Pura Agung Besakih, Bali, resmi ditutup pada Minggu, 24 Agustus 2025. Selama tiga hari, acara ini menghadirkan berbagai kegiatan sosial, bazaar UMKM, pelayanan kesehatan gratis, serta Healthy Talk yang sarat edukasi dan inspirasi bagi masyarakat.

Dalam Healthy Talk yang menjadi pengisi acara di hari kedua, dibahas seputar kesehatan mata, pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental, serta tips menjaga kesehatan gigi dan mulut agar tetap produktif.

Memasuki hari ketiga sekaligus penutup rangkaian Bakti Indonesia, acara dibuka dengan Healthy Talk dari Yayasan Kanker Indonesia bertajuk “Kenali Gejala Kanker Secara Dini Melalui Cara Periksa Payudara Sendiri (SADARI).” 

dr. Ni Wayan Tianimg, S.Si., M.Kes mengajarkan langsung teknik pemeriksaan SADARI di depan cermin, baik untuk wanita yang sudah menopause maupun satu minggu setelah menstruasi. Ia menegaskan pentingnya deteksi dini, terutama jika ditemukan tanda-tanda seperti benjolan keras, perubahan bentuk puting, atau keluarnya darah dari puting.

Healthy Talk yang mengupas tentang makan berserat, olah raga dan pola hidup sehat dapat mengantisipasi gangguan kesehatan.

Selain itu, ia mengingatkan gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker, antara lain dengan rutin mengonsumsi makanan berserat, kaya antioksidan dari buah dan sayur, mengurangi makanan berlemak, olahan, tinggi garam maupun gula.

Healthy Talk terakhir ditutup dengan paparan dari dr. Bagus Made Indrata Saputra, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, yang membahas “EKG: Gejala Awal Penyakit Jantung.” 

Ia menyoroti masih tingginya angka kematian akibat Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan serangan jantung, yang mencapai 32% di dunia. Faktor risiko meliputi usia, kebiasaan merokok, riwayat penyakit diabetes atau hipertensi, hingga faktor genetik.

dr. Bagus menekankan pencegahan sebagai kunci utama: berhenti merokok, menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengontrol berat badan. Kabar baiknya, berbagai tindakan medis terkait penyakit jantung kini sudah ditanggung oleh BPJS, sehingga masyarakat diharapkan tidak menunda pemeriksaan.

Teks : Galuh | Foto : Istimewa