Anis Saffira, Sajikan Karya Desainer Muslim Yang Orisinal Bag.2

Terpesona Karya Seni

Jakarta, Kirani – Lulusan Fashion Design dari LaSalle College Jakarta ini mengaku bahwa keputusan untuk meniti karirnya di industri fesyen dan ritel diawali oleh ketertarikannya pada dunia seni.

 

“Sebenarnya saya selalu sangat mudah terpesona dengan karya-karya seni, fesyen dan fotografi dalam konteks visual. Meskipun pada awalnya saya tidak memiliki pengetahuan yang mendalam dan teknis terhadap hal-hal tersebut, saya selalu berpikir bahwa saya setidaknya memiliki taste pada apa yang terlihat bagus dan apa yang tidak. Dari situ, saya pun berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang ingin saya tekuni. This is my dream job,” kisah Anis.

 

Perempuan kelahiran Bandung inipun mendirikan brand fashion AKA. Tak puas hanya itu, terbersit ide untuk mengumpulkan inspirasi gaya dan tren fesyen hijab terbaru dalam satu wadah. Untuk itu berkolaborasi dengan dua sahabatnya Dian Permata dan Indira Putri lahirlah Hijab Dept.

 

Meski enggan menyebut besaran modal awal, Anis mengaku mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk membangun bisnis ini. Bagi dia yang lebih menarik adalah begitu banyak brand yang ingin bergabung.
“Produk-produk pilihan yang tergabung dalam Hijab Dept merupakan produk hasil kreatifitas desainer-desainer lokal yang inovatif dan orisinil,” tegasnya.

 

Dia menyadari ketatnya persaingan harus dihadapi dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, meski industri busana muslim meningkat Hijab Dept tidak menerima semua brand untuk masuk. Tetapi mereka melakukan seleksi yang cukup ketat.

 

Anis memaparkan untuk menyeleksi tenant-tenant yang ada di Hijab Dept ini, pihaknya melakukan riset terlebih dahulu. “Kalau toko online-nya mereka sudah aktif dan memang mereka punya ciri khas yang berbeda dari yang lain serta jelas, kami akan melakukan proses seperti interview,” ungkap Anis.

 

Menurut Anis, dia dan tim tidak melihat berapa lama toko atau brand tersebut berdiri. Bahkan beberapa brand di Hijab Dept, ada yang baru membuka usahanya awal tahun lalu. “Asalkan dia berniat untuk masuk ke department store, lalu bersedia mengikuti proses yang kami minta, itu tidak masalah sih,” ujarnya.

 

 

Teks : Widya Vivie

 

 

Facebook Comments