Jakarta, Kirani – Di balik pesona dan kepercayaan diri yang selalu terpancar di layar kaca, Wulan Guritno menyimpan cerita panjang tentang perjuangan melawan jerawat dan bekas luka yang tak kunjung hilang. Selama dua dekade, masalah kulit itu menjadi bagian dari keseharian yang kadang membaik, kadang kembali muncul tanpa peringatan.
Baru di tahun ini, Wulan memutuskan untuk berhenti menyembunyikannya. Dalam kampanye “Insecurity Uncovered” bersama ZAP Premiere, ia tampil tanpa makeup di depan public, sebuah langkah berani yang menjadi simbol penerimaan diri dan awal dari perjalanan pemulihan kulit yang sesungguhnya.
Usai tampil di film Norma, wajah Wulan Guritno sempat ramai diperbincangkan karena terlihat memiliki bekas jerawat. Namun di tengah komentar publik yang beragam, banyak pula yang memuji keberaniannya tampil apa adanya.
“Saya baca semuanya. Dan jujur, saya menghargai setiap perhatian, bahkan yang datang lewat kritik. Dari situlah saya sadar, kalau saya bisa menghadapi ini dengan tenang, mungkin saya juga bisa bantu perempuan lain agar nggak merasa harus sempurna,” ungkap Wulan.
Selama lima bulan, Wulan menjalani lima sesi perawatan intensif yang dirancang langsung oleh tim medis ZAP Premiere, dengan pendekatan bertahap dan hasil yang terukur.
Mulai dari perawatan microneedling, laser fractional, hingga kombinasi terapi exosome dan sofwave, seluruh rangkaian disesuaikan untuk menangani acne scars dan jerawat hormonal yang masih aktif.

“Yang berubah bukan hanya kulit saya, tapi cara saya melihat diri sendiri. Setelah lima sesi bersama ZAP Premiere, kondisi kulit saya membaik hingga 70%. Dan untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, saya merasa cukup dan percaya diri tanpa perlu menyembunyikan apa pun lagi,” ujar Wulan.
Bagi Wulan, proses penyembuhan ini bukan sekadar prosedur medis, tetapi juga keberanian menghadapi realita kulit yang sebenarnya. Ia menyebut, tampil bare face di hadapan publik adalah momen paling jujur sepanjang kariernya.
Menurut dr. Dara Ayuningtyas, VP Medical ZAP Group, penyembuhan bekas jerawat membutuhkan strategi jangka panjang dan pendekatan realistis.
“Scar healing bukan sekadar tindakan tapi proses yang emosional. Di ZAP Premiere, kami tidak menjual mimpi instan. Kami menciptakan langkah medis yang realistis dan terukur, termasuk untuk kasus kompleks seperti yang dialami Wulan,” jelas dr. Dara.
Hasil perawatan kini terlihat jelas. Tekstur kulit Wulan tampak lebih rata, warna kulit merata, dan bekas jerawat memudar secara signifikan. Tapi yang paling penting, ia menemukan kembali kenyamanan untuk melihat dirinya sendiri di cermin tanpa filter, tanpa topeng.
Kampanye “Insecurity Uncovered” pun berkembang menjadi gerakan bersama. Melalui #HealingFeelsBetterTogether, ZAP Premiere memperkenalkan Acne Healing Circle sebuah komunitas digital bagi para acne fighter untuk saling berbagi pengalaman dan dukungan.
Wulan berharap kisahnya bisa membantu perempuan lain yang sedang berjuang dengan masalah kulit serupa. “Kita nggak sendiri. Kadang, luka di kulit cuma cerminan dari hal-hal yang lebih dalam. Tapi aku percaya, setiap perempuan berhak merasa cantik dengan caranya sendiri,” ujarnya.
Kini, Wulan Guritno bukan hanya dikenal karena penampilannya yang menawan, tapi juga karena kejujuran untuk mengungkapkan bahwa kecantikan sejati lahir dari proses.
Teks : Ratna Kamil | Foto : Zap Premiere.

