Transportasi Aman untuk Perempuan dari Gojek

Jakarta, Kirani – Keamanan selalu menjadi faktor utama bagi kaum perempuan dalam memilih moda transportasi. Tak jarang bahkan kita mau membayar lebih demi mendapatkan keamanan tersebut. Oleh karena itulah, peningkatan standar keamanan menjadi salah satu prioritas utama Gojek, super app terdepan di Asia Tenggara. Melalui inisiatif #AmanBersamaGojek yang diluncurkan dua pekan lalu, dan bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional, Gojek mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi daring paling aman melalui pilar teknologi, proteksi, dan edukasi.

 

Dari pilar teknologi, Gojek memastikan keamanan perempuan saat menggunakan aplikasi, melalui serangkaian fitur yang diberi nama Gojek SHIELD. Memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, serta dioperasikan oleh tim keamanan digital kelas dunia, Gojek SHIELD berusaha memastikan keamanan dari sebelum memulai perjalanan, selama perjalanan dan pada saat darurat. Fitur tersebut diantaranya: penyamaran nomor telepon – baik pelanggan maupun driver, fitur bagikan perjalanan, serta tombol darurat yang terhubung dengan Customer Care dan Unit Darurat yang siaga 24/7 dan mengadopsi perspektif korban.

 

Monita Moerdani, SVP Transport Marketing Gojek mengungkapkan, “Bagi Gojek, keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama, khususnya bagi perempuan.  Prioritas tersebut kami tunjukkan dengan pemanfaatan teknologi terkini dan tercanggih yaitu Gojek SHIELD, untuk memberikan rasa aman saat menggunakan aplikasi Gojek. Namun, kami tidak berhenti disini saja. Kami bekerja ekstra keras melebihi standar industri guna memastikan keamanan bagi perempuan terutama di malam hari. Ini penting mengingat 55% dari total perjalanan GoRide dan GoCar di malam hari dilakukan oleh pelanggan perempuan.”

 

Gojek tidak hanya berusaha memastikan keamanan pengguna terutama perempuan melalui teknologi di dalam aplikasi Gojek saja, tetapi juga melakukan serangkaian upaya di luar aplikasi, melalui pilar proteksi dan edukasi. Dua inisiatif utama sebagai perwujudan komitmen ini ditandai oleh peluncuran Zona Aman Bersama Gojek dan pelatihan active bystander untuk para mitra GoRide dan GoCar hari ini.

 

Zona Aman Bersama Gojek merupakan ruang ramah perempuan yang akan memanfaatkan ratusan shelter atau titik jemput Gojek yang ada di berbagai lokasi di Indonesia. Keunggulan dari Zona Aman Bersama Gojek ini adalah lokasinya yang strategis, dekat keramaian dan berada di titik transportasi publik. Tidak hanya itu, Gojek juga akan menghadirkan Zona Aman Bersama Gojek yang lebih lengkap dengan penerangan yang memadai, kursi tunggu, dan materi edukasi publik untuk mensosialisasikan ruang publik aman bagi perempuan.

 

Zona aman bersama gojek

 

Lebih lanjut, Monita menambahkan bahwa Gojek paham menghadirkan rasa aman dan keselamatan bagi perempuan tidak cukup di sisi teknologi saja. “Banyak insiden terkait keamanan yang terjadi pada perempuan di ruang publik karena kurangnya ruang publik yang ramah perempuan dan kesadaran publik akan kekerasan seksual. Sebagai perusahaan karya anak bangsa, kami terus berinvestasi untuk meningkatkan rasa aman, diantaranya menjadikan shelter kami sebagai ruang ramah perempuan serta menjadikan mitra driver kami sebagai active bystander untuk menciptakan budaya aman di ruang publik,” ungkapnya.

 

Sementara, untuk menyiapkan mitra driver menjadi active bystander, Gojek  bekerjasama dengan Hollaback! Jakarta sejak tahun 2019, sebuah lembaga swadaya masyarakat di bidang kesetaraan gender, untuk mempelopori pelatihan active bystander lewat Bengkel Belajar Mitra untuk para mitra GoRide dan GoCar. Kerjasama juga dilakukan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan LSM lainnya, untuk menghadirkan keamanan bagi perempuan, khususnya di luar aplikasi.

 

“Kami mengerti bahwa masyarakat kadang ragu untuk menolong korban kekerasan seksual di ruang publik karena tidak mengerti cara untuk membantunya. Oleh karena itu, kami mensosialisasikan cakupan kekerasan seksual di ruang publik serta cara untuk memeranginya lewat materi edukasi yang terdapat di Zona Aman Bersama Gojek, situs gjk.id/perempuanaman, serta media sosial kami. Kami berharap dengan berbagai inisiatif ini ruang publik akan semakin ramah dan aman untuk perempuan,” ujar Monita.

 

Segala upaya yang dilakukan oleh Gojek ini tentunya mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Salah satunya adalah UN Women. “Di setiap ruang perempuan memiliki hak untuk merasa aman. Namun faktanya, rasa takut akan pelecehan dan kekerasan seksual, seringkali menghambat mobilitas dan membatasi akses perempuan dan anak perempuan di ruang publik. Infrastruktur publik yang berkualitas dan efisiensi dari layanan transportasi memainkan peran penting dalam memastikan transit yang aman bagi perempuan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur harus berbasis gender dan dirancang dengan mempertimbangkan keamanan dan kebutuhan mobilitas perempuan. Di samping itu, setiap orang harus berperan dalam pencegahan kekerasan dengan mengubah norma sosial yang memberikan dampak negatif bagi perempuan dan anak perempuan” ujar Jamshed M. Kazi, UN Women Representative.  

 

Pernyataan serupa disampaikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). “Sejak awal penandatanganan Nota Kesepahaman antara Gojek dan KPPPA di tahun 2019, kami mengapresiasi pendekatan Gojek yang lengkap dalam meningkatkan keamanan bagi perempuan, seperti menyediakan Zona Aman Bersama Gojek untuk perempuan menunggu serta menjadi mitra kami dalam mensosialisasikan pencegahan kekerasan seksual di ruang publik. Kami berharap langkah Gojek untuk terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan demi menciptakan budaya aman, dapat menginspirasi pelaku usaha lain,” ujar Indra Gunawan selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA.

 

 

Teks : Setia Bekti | Dok. Gojek

Facebook Comments