Jakarta, Kirani – Ekspresi diri merupakan hal terpenting dalam diri seorang Novi Susanti. Sebagai sosok yang suka mengekspesikan diri, ia menemukan dinamika kehidupan dan perjalanan manusia sebagai inspirasinya berkarya.
Novi menuangkan dua hal tersebut sebagai inspirasi The Theme melalui koleksi terbarunya bertajuk The Life Journey, di gelaran BRI JF3 Fashion Festival 2026. Berlangsung di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Senin lalu (27/7), brand aksesoris lokal ini unjuk diri pada perhelatan mode yang rutin digelar setiap tahunnya.
Novi mengatakan The Theme sebagai aksesori memiliki peran yang lebih jauh: sebagai medium untuk menyampaikan karakter dan keberanian seseorang dalam mengekspresikan diri.
Koleksi ini mencermati dinamika hidup dan perjalanan manusia dari berbagai profesi sehingga membentuk karakter, pengalaman dan identitas yang unik. Melalui “The Life Journey”, The Theme melihat setiap profesi dan perjalanan hidup sebagai sumber cerita.

“Ada sosok pekerja, pemimpi, pencari arah, hingga mereka yang menghadapi berbagai tantangan kehidupan diterjemahkan ke dalam bentuk visual yang artistik,” kata Novi.
Sebagai brand yang berfokus pada aksesoris fashion, The Theme menghadirkan karya-karya yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi medium ekspresi diri yang mampu memperkuat karakter dan kepercayaan diri pemakainya.
Di runway ini, The Theme menerjemahkan beragam profesi dan perjalanan hidup ke dalam rangkaian aksesoris yang dipadukan dengan gaya keseharian.
“Setiap tampilan merupakan interpretasi artistik dan fantasi kreatif dari desainer yang diwujudkan menjadi karya seni yang memiliki cerita dan makna mendalam,” kata Novi.
Lalu dia menegaskan, bukan sekadar rangkaian aksesori penghias tubuh, karya-karya The Theme hadir sebagai simbol tentang siapa seseorang, bagaimana ia bertumbuh, dan pengalaman apa saja yang membentuk dirinya.
Novi mendirikan The Theme pada tahun 2014 dan memegang komando sebagai Direktur Kreatif. Berkat peran dan kepemimpinannya, The Theme terus berkembang sebagai brand yang mengedepankan kreativitas, craftsmanship, dan identitas lokal.
Hari itu, The Theme berkolaborasi dengan Ferdinand Natan sebagai Co-Designer untuk menghadirkan sebuah pertunjukan tunggal yang menampilkan perpaduan antara fashion, seni, dan storytelling dalam satu panggung.

Sebuah Perjalanan Penuh Tantangan
Selain koleksi aksesoris, pertunjukan ini juga menampilkan elemen-elemen desain editorial yang sarat makna sebagai representasi perjalanan hidup, mimpi, tantangan, dan pencapaian yang dialami setiap individu.
Dalam proses pembuatannya, The Theme menggunakan material seperti kuningan, PVC, dan leather, yang diolah melalui berbagai teknik seperti hand sewing, laser cut, handcrafted, serta teknik khusus lainnya untuk menghasilkan detail dan karakter yang khas pada setiap karya.
“The Theme juga berkomitmen mendukung peran pengrajin lokal dan generasi muda dalam proses produksi. Dengan kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi brand untuk mendorong keberlanjutan industri kreatif dan membuka peluang pengembangan kewirausahaan bagi generasi berikutnya,” kata Novi.
Untuk koleksi “The Life Journey” ini, Novi menyajikan secara visual yang dikemas melalui palet warna-warna strong dan deep. Hal ini untuk melambangkan perjalanan hidup yang penuh tantangan, keberanian, keteguhan, serta semangat untuk terus melangkah maju.

Keseluruhan koleksi ini ditampilkan dalam total look yang dramatis, ikonik, dan penuh karakter, menciptakan pengalaman visual yang kuat sekaligus mempertegas identitas khas The Theme.
Selanjutnya, koleksi ini juga mengajak audiens untuk melihat bahwa setiap perjalanan hidup memiliki cerita berharga, dan setiap individu memiliki kekuatan untuk menjadikan kisahnya sebagai karya bermakna.
BRI JF3 Fashion Festival Fashion Festival merupakan inisiatif Summarecon yang didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Teks: Hadriani Pudjiarti I Foto: JF3 2026

