Terkadang Sendiri Membuat Anda Bahagia, Mandiri dan Dunia Lebih Bersinar!

Jakarta, Kirani – Ira tertawa terbahak ketika mendapat komentar dari seorang teman yang bertemu dengan dirinya di sebuah bioskop. “Seriusan Ra, elo nonton sendirian. Ih, apa enggak cengok kaya orang bego nonton sendirian,” kata Alin, temannya tak sengaja bertemu Ira menonton sendirian. Sementara Alin bersama pacar dan dua orang temannya.

 

Dengan santai Ira menjawab sambil tertawa keras,”Loh memang ada yang salah aku nonton sendirian. Biasa saja kali, aku sering kok ke bioskop atau ke manapun sendirian,” jawab Ira santai tak ambil pusing dengan omongan si teman.

 

Lain lagi dengan Hastia, 47 tahun seorang istri dan ibu satu anak. Tinggal terpisah dengan anaknya yang kuliah di luar Jakarta, sebagai seorang pekerja freelance Hastia sering melakukan aktivitas meeting, bekerja bikin presentasi di kafe, belanja, hingga nonton sering dilakukan seorang diri.

 

“Aku sih berasa fine, nggak ada yang salah dengan melakukan semua hal sendiri. Ada suamiku tetapi dia juga punya kesibukan dan tugas sendiri. Sesekali kami bersama, tetapi dalam pekerjaan dan me time, ya aku menikmati dan melakukan sendirian. Menurutku, sendiri bukan hal salah dan hina,” ujar Hastia panjang lebar.

 

Mandiri di dunia kerja

 

Sikap Mandiri Perempuan

 

Di dalam kehidupan dunia yang semakin dinamis, apalagi dengan perkembangan teknologi, secara tak langsung membuat diri kita terutama sebagai perempuan mesti cepat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan cepat. Dan jujur sikap mandiri atau perempuan sering melakukan tugas dan kegiatan seorang diri kini jadi pemandangan yang terbuka lebar.

 

Yang melakukan sendirian ini bukan selalu perempuan  single, bahkan banyak juga istri dan seorang ibu ketika melakukan tugasnya seorang diri dan menikmati dengan sangat kesendiriannya tersebut.

 

Toh memang tidak setiap saat kita bisa menggantungkan diri pada orang lain. Bahkan memang tidak ada jaminan akan selalu ada orang yang dapat membantu dan menolong kita bangun dari keterpurukan. Nah, dengan demikian kita pun perlu memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal sendirian. Dan dalam menjalankan tugas sendirian ini bagi seorang perempuan menjadikannya lebih mandiri dan sebuah kebutuhan sendiri.

 

Irianti Adiputra, psikolog dari Klinik Pelangi di kawasan Jakarta Timur mengatakan menjadi perempuan suka melakukan tugas dan aktivitas sendiri itu adalah bagian dari kekuatan inner multitasking dalam dirinya.

 

“Menjadi perempuan yang mandiri itu sangat istimewa. Karena di sinilah seorang perempuan memiliki perjuangan sendiri yang membuat kita.sebagai perempuan makhluk yang tangguh!” kata psikolog yang biasa disapa Irin ini panjang lebar.

 

Kesendirian Adalah Kontemplasi Mengasah Diri

 

Irin menegaskan dengan sikap melakukan hal apapun sendirian bagi seorang perempuan bukan berarti ia mengabaikan atau tak butuh tempat bersandar atau mitra, suami, pacar atau pasangannya.

 

“Kadang kesedirian bagi serorang perempuan itu kontemplasi yang semakin mengasah dirinya jadi lebih baik, lebih bahagia dan kalau dijalani dengan kesadaran diri membuatnya lebih bersinar secara energi, sikap, perbuatan, keputusan dan hasil akhinya,” kata Irin.

 

Irin lebih setuju tidak menganggap atau melayani pendapat orang lain tentang kesendirian ini. Menurutnya, biar saja orang berkata apa, yang penting sebagai perempuan justru tidak menyerah dan melakukan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya.

 

Irin juga mengatakan pada dasarnya kita memang tidak bisa mengatur dan menyuruh orang lain memiliki cara berpikir yang sama dengan cara berpikir kita. “Saya sangat percaya perempuan harus memiliki dan bersikap terhadap pilihannya ini.”

 

Irin juga mengutip sejarah bahwa di Indonesia, menurut pengakuan Pramoedya Ananta Toer, bukan siapa-siapa yang telah meletakkan batu sejarah modern Indonesia, melainkan Kartini. Pram mengatakan, “Kartini adalah pemula dari sejarah modern Indonesia. Dialah yang menggodok aspirasi kemajuan yang di Indonesia untuk pertama kali timbul di Demak-Kudus-Jepara sejak pertengahan kedua abad ke-19. Di tangan Kartini kemajuan itu dirumuskan, dirincinya dan diperjuangkannya, untuk kemudian menjadi milik seluruh bangsa Indonesia.”

 

Dari sejarah ini Irin meyakini semangat perjuangan yang dilakukan Kartini bukti perempuan sanggup melakukan berbagai tugas secara mandiri, dan Kartini merupakan contoh utama terpampang dalam soal ini.

 

Mandiri dengan segala yang harus dikerjakan

 

Kartini, Adalah Sejarah Pejuang Emansipasi dan Sosok Perempuan Mandiri

 

Memang, perempuan memiliki otak dan hati nurani dengan tingkat kecerdasandan kepekaan yang relatif setara dengan laki-laki. Energi fisik perempuan juga tidak lebih lemah dari energi fisik laki-laki. Fakta dalam dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, profesi, budaya, politik, dunia spiritual, dan peradaban manusia sesungguhnya juga memperlihatkan realitas ini. Bahkan saat ini, jujur secara aktualisasi diri perempuan lebih bersinar dan mendapat tempat terbaik di berbagai bidang.Dan itu menunjukan kemandirian seorang perempuan mampu melakukan berbagai tugasnya even dia sendirian.

 

Tentang perempuan lebih nyaman dalam kesendirian melakukan berbagai tugas juga mendapat penjelasan dari Saparinah Sadli. Bu Sap, sapaan Saparinah Sadli dalam “Gelap Terang Hidup Kartini” juga menegaskan bahwa Kartini mendobrak tradisi dan ingin mengubah hal-hal yang membuat orang tidak diperlakukan secara setara. Salah satunya dengan sikap emansipasi dan kemandirian Kartini membangun sekolah keputrian di mana putri Bupati Jepara ini melatih berbagao anak perempuan Jawa untuk dapat mengembangkan diri sekaligus membekali mereka dengan berbagai keterampilan hidup. Dan perjuangan Kartini membuahkan hasil nyata yang terasa hingga sekarang.

 

Lebih lanjut Irin kembali menegaskan bahwa perempuan mandiri adalah sosok yang penuh percaya diri, bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan tahu apa yang diinginkan. Sikap ini menjadi nilai plus dalam dirinya.

 

Kemudian seorang perempuan mandiri itu bersikap cool, santai tidak grasa grusu dalam.menghadapi atau mengambil keputusan..Sangat dewasa, selalu berpikir matang, kepala dingin dan tenang sebelum bertindak.

 

Adapun kualitas yang dimiliki seorang perempuan mandiri adalah memilikk kehidupan sendiri, enggak perlu menghabiskan waktu untuk berpikir tentang orang lain dan mendengar ocehan atau anggapan orang lain tentang dirimu.

 

Perempuan mandiri akan mempergunakan waktunya dengan sebaik mungkin yang membuat hidupnya lebih bermakna dan menjadi sosok yang hebat. Dan yang utama ia sangat respek dan menghargai dirinya sendiri tak peduli apa kata orang. Seperti kata pepatah, Biaralah anjing terus menggonggong dan khafilah terus berlalu!

 

 

Teks Hadriani P | Foto Dok. Istimewa

 

Facebook Comments