Sepotong Nirwana di Pulau Dewata Bernama Kamandalu Ubud

Ubud, Kirani – “Ketika sebuah tempat yang kita singgahi berlaku tak ubahnya sahabat lama yang meninggalkan banyak kenangan indah di hati, ia telah mencapai poin tertinggi. Sebab, buat apa tempat indah tanpa kehangatan jiwa di dalamnya. Dan Kamandalu Ubud berhasil menyajikan keduanya.”

 

Ubud adalah pesona. Tiap sudutnya serupa puisi berisi larik kata yang indah. Hamparan sawah, barisan hutan yang terletak di antara jurang-jurang pegunungan menjadikan alam Ubud elok rupawan. Daerah itu juga dikenal akan karya seninya yang kaya. Tak heran bila Ubud tersohor di antara para wisatawan mancanegara. Dan kerap menjadi incaran banyak pasangan yang ingin mengarungi bulan madu berbalut romantisme alam tropika.

 

Saya pun merasa beruntung bisa merasakannya. Pada sebuah resor yang merangkum keelokan Ubud di dalam satu area. Terus terang saja, saya sama sekali tidak menyangka, bila sisi utara kota Ubud menyimpan potongan nirwana bernama Kamandalu Ubud. Resor itu berlokasi di atas lembah hijau dengan aliran sungai Petanu, yang gemericik airnya mampu mengusir keletihan jiwa. Suasananya tenang. Jauh dari hiruk-pikuk yang memekakkan.

 

 

Saya jadi teringat setumpuk brosur destinasi liburan yang tanpa sengaja terkumpul. Halamannya menampilkan kumpulan foto yang memikat. Sayangnya ketika disambangi, melenceng dari gambaran yang ada. Melihat Kamandalu, mata ini jadi terbuka, bahwa ada tempat yang tidak bisa diwakili oleh foto atau cuplikan video. Tetapi harus disambangi langsung guna merasakan kemagisannya. Dan Kamandalu Ubud ada pada kategori yang kedua.

 

Perlahan tapi pasti, pikat Kamandalu Ubud kian menguat. Tegur sapa akrab nan ramah, serta pelayanan yang cekatan adalah hal yang saya rasakan semenjak penjemputan di bandara hingga tiba di tujuan. Sungguh perjalanan menuju Kamandalu Ubud menjadi terasa singkat dan menyenangkan. Begitu juga dengan proses check-in yang berlangsung santai.

 

Resident Manager Kamandalu Ubud menyambut dan mengajak berbincang layaknya sahabat lama. Hangat, ramah tanpa rangkaian formalitas yang kaku. Belakangan, saya mengamati bahwa itulah ciri khas karakter staf di Kamandalu Ubud. Mereka diarahkan untuk tidak bersikap terlalu formal, tetap sopan, dan menjadi diri sendiri. Menjadikan Kamandalu Ubud sebagai rumah kedua bagi para tamu telah menjadi filosofi mereka.

 

 

Selanjutnya perjalanan menuju villa juga menjadi pengalaman yang tak kalah menarik. Ada komposisi serta penataan yang cerdas pada layout arsitektur, maupun lanskap di resor yang menempati lahan berkontur ini. Sisi naturalitas alam, kemudian hamparan sawah berundak seperti anak tangga yang menjadi ciri khas Ubud tetap dipertahankan. Keseimbangan yang bersumber dari Tri hita karana yang berarti keseimbangan dari keseluruhan alam memang menjadi pedoman dalam penataan Kamandalu Ubud secara keseluruhan. Tidak mengherankan panorama alam pedesaan yang hijau dan asri merupakan suguhan utama kemana pun mata memandang.

 

Begitu pula di dalam villa. Saya bergumam dalam hati, tempat sekelas resor pasti memiliki kamar yang bagus bahkan memukau. Kamandalu Ubud tidak terkecuali; private plunge pool, bath tub, pressure shower, outdoor shower, his and her amenities, walk-in closet, day bed ukuran besar, entertainment room yang terhubung dengan kolam renang, serta private gazebo yang menyajikan pemandangan hutan hijau yang terlihat layaknya permadani memenuhi punggung bukit, adalah hal yang saya nikmati di pool villa Rama di Kamandalu Ubud. Sungguh menakjubkan.

 

Ketika sebuah tempat komersial yang kita singgahi berlaku tak ubahnya sahabat lama yang meninggalkan banyak kenangan indah di hati, menurut saya, ia telah mencapai poin tertinggi. Sebab, buat apa tempat indah tanpa kehangatan jiwa di dalamnya. Dan Kamandalu Ubud berhasil menyajikan keduanya. Boleh jadi hal itu yang membuat mereka yang pernah datang tak bosan untuk kembali. Bahkan bercerita, bahwa ada surga kecil di Pulau Dewata, yang keelokan alamnya tak sebatas menyejukkan mata. Prilaku setiap individu di dalamnya juga mampu menghangatkan hati.

 

 

Sebagai tuan rumah yang selalu ingin mengusahakan yang terbaik bagi tamu yang datang, resor yang berdiri sejak 28 tahun silam itu tak segan membenahi diri. Sejumlah renovasi yang menghadirkan harmonisasi modern dan tradisional, berpadu apik tanpa mengesampingkan jati diri. Ada banyak spot serta aktivitas yang dapat dilakukan, terlebih bagi pasangan yang tengah berbulan madu.

 

Seperti menyusuri teras padi, berlanjut santap siang di saung sembari meresapi belain angin. Atau menikmati terapi di Chaya Spa. Yang tak boleh dilewatkan adalah makan malam romantis di Alun-alun. Di areanya yang terbuka, Anda dapat menyaksikan lembayung senja yang berarak bersama mega, sebelum langit bersalin rupa kemudian semarak bertabur bintang.

 

Teks : Teddy      Foto : dok. Istimewa 

 

 

 

 

Facebook Comments