Resiko Gangguan Kesehatan Dibalik Layanan Pesan Antar Makanan

Jakarta, Kirani – Kecanggihan teknologi di era digital ini telah memudahkan banyak orang, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Mau pergi kemanapun tak perlu pusing, tinggal klik aplikasi di smartphone, maka mobil ataupun motor beserta pengendaranya siap mengantar Anda ke tujuan.

 

Begitu pun dengan pemesanan makanan. Beberapa tahun lalu saat kita sibuk dengan pekerjaan, atau saat kita sedang dirumah namun tidak sempat memasak, mungkin kita bingung harus makan apa? Hal tersebut kini tak berlaku lagi. Saat sibuk dengan pekerjaan kantor, atau saat diam di rumah dan enggan memasak, Anda dapat dengan mudah membeli makanan apapun yang Anda inginkan melalui ojeg online atau layanan pesan antar makanan yang aplikasinya ada di smartphone. Tinggal klik, tunggu beberapa menit, makanan kesukaan Anda pun sampai di depan mata.

 

Menyenangkan bukan? Akan tetapi jangan salah, pola hidup serba mudah ini bukannya tanpa resiko lho. Pola hidup yang kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat kota besar ini rentan menimbulkan gangguan kesehaan, mulai dari gangguan pencernaan hingga penyakit jantung. Mudahnya memperoleh makanan menyebabkan tidak terkontrolnya konsumsi kita sehari-hari. Ditambah kurangnya keinginan masyarakat perkotaan untuk berolahraga, maka akibatnya resiko penyakit jantung pun mengalami peningkatan.

 

 

Seperti disinyalir oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa pola hidup demikian menyebabkan terjadinya perubahan pada jumlah pasein penyakit jantung di Indonesia. “Perubahan ini berpengaruh pada peningkatan jumlah penderita penyakit jantung. Karena dipengaruhi oleh perubahan perilaku dan gaya hidup seseorang,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dr. Cut Putri Ariane, MH.Kes dikutip dari situs resmi Promkes Kemenkes.

 

Bukan hanya penyakit jantung, masalah kesehatan lain yang juga mengintai adalah gangguan pencernaan. Terutama untuk kalangan milenial. Waktu istirahat siang yang sempit, keinginan untuk memaksimalkan jam istirahat yang sedikit dengan segala hal yang menyenangkan. Akibatnya makan terburu-buru, lebih banyak konsumsi makanan cepat saji yang cenderung mengandung lemak berlebih, masih ditambah dengan mengonsumsi minuman manis yang juga mudah dipesan melalui online. Semua bertumpuk menjadi satu yang akhirnya mengganggu fungsi saluran cerna.

 

 

Rutin mengonsumsi makanan tinggi lemak, pedas, ataupun terlalu berbumbu, serta mengonsumsi minuman bersoda, caffeine, juga minuman beralkohol, menjadi pemicu bagi gangguan pencernaan. Namun sayangnya, justru inilah yang kini menjadi konsumsi utama masyarakat perkotaan pada umumnya. Meski tampaknya tidak separah penyakit jantung, akan tetapi gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, terasa begah, dapat menurunkan kualitas hidup.
Untuk menghindari hal-hal tersebut, ada baiknya Anda yang terbiasa memesan makanan secara online, mulai mengurangi kebiasaan ini, atau setidaknya mulai memilah, mana makanan yang baik untuk dikonsumsi tubuh, mana yang tidak.

 

Selain itu, meski pesan ojeg online juga menyenangkan, karena Anda hanya tinggal menunggu di depan rumah untuk bepergian kemanapun, tak ada salahnya sesekali menggunakan transportasi umum seperti commuter line atau transjakarta, atau yang kini menempati pilihan teratas sebagai transportasi umum paling nyaman yaitu MRT. Selain akan menemui pengalaman baru, lebih sehat juga tentu mengajak kaki dan tubuh Anda bergerak sedikit lebih jauh dari pagar rumah atau halaman kantor.

 

 

 

Teks : Setia Bekti       Foto : Dok. Istimewa