Jakarta, Kirani – Lara dan bahagia akan selalu ada dalam setiap kehidupan yang kita jalani. Pesan ini yang coba disampaikan oleh desainer Ayu Andari dalam setiap detail rancangannya.
Kain Sasirangan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjadi pilihan untuk material utama dalam rancangan Ayu Andari. Sasirangan berasal dari kata sirang atau manyirang yang dalam Bahasa Banjar berarti menjelujur atau teknik menjahit menggunakan tangan.
Ayu berharap rancangan ini bisa menjadi kebahagiaan dan pelipur lara bagi siapapun yang menggunakannya. Motifnya sendiri dibuat dengan teknik jahitan jelujur.

Awalnya, Kain Sasirangan diyakini dapat mengobati penyakit dan mengusir roh jahat sehingga pembuatannya dibatasi. Namun sekarang, produksi Kain Sasirangan sudah diperluas dalam berbagai kebutuhan.
Koleksi ini diberi nama, Renjana berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti rasa hati yang kuat atau bisa di sama artikan dengan kata Passion di dalam bahasa inggris.
Penamaan koleksi ini dengan nama Renjana adalah bentuk inspirasi dari Kain Sasirangan yang tidak hanya cantik tapi juga memberikan manfaat bagi siapapun yang menggunakannya karena diyakini dapat mengobati penyakit.

Desainer Ayu Dyah Andari memberikan sentuhan gaya ala baroque pada kain sasirangan ini untuk koleksi busana di perhelatan fesyen Muslim Fashion Festival (MUFFEST+) 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center, Kamis (20/02) lalu.
Ayu bersama dengan Bank Indonesia (BI) membawa pesan utama wastra atau kain Indonesia to another level. Dalam koleksinya ini, Ayu terinspirasi dengan baroque, di mana berhubungan dengan koleksinya berjudul Roseraie Eternelleyang di akhir tahun 2024 telah dikeluarkan di Prancis, namun kali ini dengan sentuhan wastra atau kain.

“Saya menggunakan wastra kain Sasirangan dari Banjarmasin yang memang motifnya bunga mawar yang dipesan khusus hanya untuk Ayu Dyah Andari. Lalu saya gabungkan dengan koleksi besar yang sedang saya keluarkan yaitu Roseraie Eternelle yang terinspirasi dari baroque,” kata Ayu setelah acara fashion show di MUFFEST+ 2025.
Ayu mengatakan dalam koleksinya ini menggunakan material kain wastra Sasirangan Banjarmasin dengan kombinasi tule, santili, organdi.
Adapun koleksi ini dengan warna-warna pastel, biru, pink muda, tetapi juga ada abu-abu dan terakota. Kendala waktu yang sebentar dalam menyiapkan koleksinya kali ini, maka dibutuhkan pengerjaan yang cepat bersama tim yang dimilikinya.
“Waktu ya, karena memang saya dihubungi itu kurang dari 2 minggu. Lalu saya harus pakai wastra dan harus model baru, maka kita speed up proses untuk 8 baju ini,” ujarnya.
Teks : Galuh | Foto : IFC

