Pesona Kain Nusa Tenggara Timur, Sarat Makna Kehidupan

Jakarta, Kirani – Sehelai kain tak hanya menyajikan keindahan dalam motif dan warna. Sehelai kain punya banyak cerita, sarat makna dalam kehidupan.

Beberapa orang meyakini sehelai kain adalah Way of life. Bahkan dari sehelai kain yang memesona mampu menjadi bagian dari pariwisata di sebuah daerah di Indonesia.

Adalah Nusa Tenggara Timur, dengan segala otentiksitas dan keunikannya, baik di daratan maupun perairannya, layak menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“NTT memiliki keindahan pariwisata kelas dunia, termasuk kerajinan dan kain lokalnya,” demikain diungkapkan Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika.

Johnny memaparkan hal ini, di acara kegiatan Promosi Kepariwisataan Nusa Tenggara Timur Menuju Kelas Dunia. Acaranya berlangsung pada 22 Desember lalu di Hotel Pulman, yang juga ditayangkan secara Hybrid via Zoom.

“Diharapkan kepariwisataan Nusa Tenggara Timur menuju kelas dunia, atau menembus global go internasional,” kata Johnny serius.

ki: Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, ka: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat



Indahnya Kain Nusa Tenggara Timur

Menurut Amy Atmanto, ada banyak hal yang disajikan dalam pariwisata NTT termasuk keindahan kainnya. Dan Amy sebagai perancang yang memiliki perhatian pada tekstil lokal atau kain Indonesia, yang juga hadir di acara tersebut begitu antusias penuh perhatian.

“Selaku desainer penerima penghargaan Ibu Negara RI, alhamdulillah sayapun didaulat untuk hadir. Bagi saya, Kain Khas NTT punya banyak cerita. Selain juga memang memiliki daya tarik magis tersendiri dengan ragam filosofi dan keunikannya,” ungkap pemilik Royal Kaftan dan Royal Sulam ini menjelaskan.

Amy menuturkan cerita pada sehelai kain tenun asal NTT. Kain-kain ini tak hanya cantik, indah dipandang atau dikenakan, namun sejatinya juga sarat makna.

“Apakah kalian tahu kalau penduduk asli NTT membuat Kain untuk Suami. Kain ini yang khusus ditenun untuk suami mereka dan mengandung sarat makna tentang cinta dan harapan pada kehidupan,” kata Amy.

“Buat saya, ini awesome banget. Melestarikan dan mengembangkannya tentu menjadi tantangan tersendiri. Bukan hal mudah, tentu saja perlu dukungan dan sinergi banyak pihak.” ungkapnya panjang lebar.

Hari itu, Amy merasa tampil amat stylish dan cantik mengenakan atasan kain tenun Sumba pemberian ibu Siti Marifah Ma’ruf Amin yang terus menyemangati dirinya untuk melestarikan dan mengembangkan warisan kearifan lokal.

Buku Kepariwisataan NTT karangan Sapta Nirwandar dan Frans Teguh



Kain NTT Mampu jadi Bagian Pawisata Kelas Dunia

Sebagai perancang yang memahami kain lokal, Amy memberikan apresiasi dengan kain NTT yang memiliki sarat makna kehidupan.

“Indonesia itu hebat, bahkan sehelai kain sarat maknanya, enggak hanya indah saat dikenakan,” pungkas Amy.

Dan senada dengan harapan Menkoinfo Johnny G. Plate, Amy juga memberikan dukungan terhadap kain NTT yang mampu dan jadi bagian pariwisata menuju kelas dunia.

“Semoga harapan Pak Johnny selaku putera daerah dan Viktor Laiskodat serta masyarakat NTT untuk menjadikan wilayah Nusa Tenggara Timur pariwisata kelas dunia segera terwujud, Amin,” kata Amy mendukung tulus.

Acara ini juga menghadirkan diskusi terbuka dengan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Sapta Nirwandar, selaku Senior di bidang kepariwisataan Indonesia yang hari itu meluncurkan bukunya bersama Frans Teguh.

Acara ini terbilang privat karena undangan off air terbatas hanya sekitar 30 orang dengan prosedur mematuhi Protokol Kesehatan, diberlakukan rapid test dan juga APD.

Beberapa tamu yang hadir tampak mantan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin yang juga mengenakan atasan kain Sumba. Sementara Zoominar acara ini diikuti oleh ratusan peserta.



Teks Hadriani Pudjiarti | Foto Dok.Istimewa

Facebook Comments