Musikalisasi dan Koreografi Apik di Serial Musikal Nurbaya

Jakarta, Kirani – Tanpa terasa 4 minggu berlalu sudah sejak penayangan perdana Serial Musikal Nurbaya. Kamis, 22 Juli 2021, serial musikal yang diadaptasi dari novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli ini telah memasuki episode ke-4.

Cerita diawali dengan kepulangan Samsul Bahri ke tanah air, setelah 4 tahun lamanya menuntut ilmu di luar negeri, serta kebimbangannya menghadapi kenyataan bahwa gadis pujaannya, Nurbaya, kini telah menjadi istri Tuan Meringgih.

Tuan Meringgih, Nurabaya, dan Samsul Bahri



Sejak episode pertama, serial musikal yang dipersembahkan oleh www.indonesiakaya.com bekerja sama dengan Garin Nugroho, kelompok Teater Musikal Nusantara (TEMAN), dan BOOW Live ini menyajikan perpaduan keindahan visual, akting memukau yang dibalut dengan komposisi musik yang memanjakan mata dan telinga para penikmat seni. Apresiasi pun berdatangan dari masyarakat, hingga kini, 4 episode yang telah ditayangkan sudah disaksikan oleh lebih dari 3 juta penonton di setiap episodenya.

Musik menjadi bahasa universal yang menghidupkan dialog demi dialog dalam setiap adegan yang ditampilkan dalam 6 episode serial musikal yang ditayangkan setiap Kamis pukul 19.00 di kanal YouTube Indonesia Kaya. Paduan harmonis antara visualisasi dan musik pengiring cerita menjadikan produksi ini kaya makna. Setidaknya 23 lagu ditampilkan untuk keseluruhan episode Serial Musikal Nurbaya, yang begitu kental dengan pengaruh musik Minang dan pop era 70-an, seperti lagu Harta, Tahta, Nurbaya dan Takdir dan Pilihan. Selain itu ada juga genre musik dangdut yang merupakan akulturasi musik Melayu dan India pada lagu Etek Rahma.

“Novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli menjadi inspirasi utama saya untuk menyusun komposisi musik dan aransemen. Tapi saya juga mendapat banyak masukan dari penulis naskah, sutradara, tim Indonesia Kaya dan teman-teman lain untuk memperkaya unsur musik Serial Musikal Nurbaya ini. Bagi saya, seluruh proses sangat mengharukan karena bisa bertemu orang-orang luar biasa yang tergabung dalam produksi ini dan sangat mengapresiasi www.indonesiakaya.com yang berani mengambil resiko untuk memproduksi serial musikal di masa pandemi ini,” ujar Ivan Tangkulung yang berperan sebagai Komposer Musik.

Ayah Nurbaya dan Etek Rahma



“Audio dan visualisasi yang menarik menjadi hal wajib yang harus diutamakan dalam medium komunikasi yang ada saat ini. Ke depannya setelah keenam episode ditayangkan melalui YouTube IndonesiaKaya, kami akan meluncurkan playlist dari lagu-lagu dalam Serial Musikal Nurbaya ke beragam platform seperti kanal YouTube kami dengan format audio dan video, YouTube Music, Apple Music, Spotify, JOOX, Deezer, Amazon, dan masih banyak lagi. Selain itu, seluruh episode dari Serial Musikal Nurbaya juga dapat disaksikan di Mola TV yang rencananya akan akan rilis di bulan September tahun ini dalam format film. Kami harap dengan hadirnya Nurbaya dalam layanan multiplatform ini dapat melahirkan penikmat seni dan pecinta budaya Indonesia yang baru,” ujar Renitasari Adrian, Program Director www.Indonesiakaya.com.

Selain Nurbaya, Samsul Bahri, dan Tuan Meringgih sebagai karakter utama, masih banyak karakter menarik lain seperti Nola Be3 sebagai Etek Rahma, Galabby sebagai Isabella, dan Beyon Destiano sebagai Lakeswara. Nola Be3 mengungkapkan “Sebagai urang Minang, saya bersyukur dan tersanjung sekali diberi kesempatan dan kepercayaan mengambil bagian di Serial Musikal Nurbaya untuk berperan sebagai Etek Rahma, si antagonis. Ini pengalaman seru untuk berproses dan berkarya selama pandemi bersama orang-orang luar biasa. Semoga tayangan ini dapat menghibur dan membuat kesan yang manis di hati pecinta cerita rakyat dan semua urang awak.”

Isabella dan Lakeswara



Diproduseri oleh Bayu Pontiagust, proyek ini menggabungkan teknik panggung dan teknik film dengan arahan Venytha Yoshiantini sebagai sutradara teater dan Naya Anindita sebagai sutradara film. Ivan Tangkulung bersama Andrea Miranda dan Gabriel Harvianto sebagai pelatih vokal merupakan sosok di balik musik dan lagu-lagu yang memanjakan telinga.

Venytha mengungkapkan, “Serial Musikal Nurbaya merupakan wadah untuk berkreasi dan menuangkan kreativitas di tengah keterbatasan yang ada bagi saya, para peserta dan semua pihak yang terlibat dalam produksi ini. Dalam produksi serial musikal ini, saya berkolaborasi dengan Naya Anindita selaku sutradara film untuk memadukan pertunjukan teater dan juga film agar dapat memberikan visualisasi yang menarik di tiap episodenya bagi para penikmat seni. Semoga ke 6 episode dari Serial Musikal Nurbaya dapat menghibur dan juga menginspirasi para penikmat seni.”



Teks Setia Bekti | Foto Indonesia Kaya

Facebook Comments