Pipit Pramudia Hadirkan Ketenangan Lewat Renda dan Batik di Laced in Solace

Jakarta, Kirani – Ketenangan bisa menjadi inspirasi dalam sebuah koleksi nan indah dan anggun. Hal itu dibuktikan lewat Motif Hawa by Pipit Pramudia  pada koleksi terbarunya bertajuk Laced in Solace yang menghadirkan busana modest berstruktur lembut dan anggun.

Jika banyak desainer bermain dengan kemegahan, Pipit Pramudia justru memilih jalan sebaliknya. Ia memadukan estetika renda modern yang feminin dengan kearifan lokal yang penuh makna. Hasilnya adalah 8 look modest yang memberikan kenyamanan penuh, keanggunan yang tidak berlebihan, serta tampilan feminin yang berkarakter.

Tema Laced in Solace terinspirasi dari ketenangan dan kedamaian. Inspirasi ini tidak berhenti sebagai mood saja, melainkan diterjemahkan secara mendalam melalui filosofi dua motif batik klasik Nusantara.

“Batik Parang dan Batik Kawung saya pilih, karena sebagai fondasi koleksi. Kedua wastra Indonesia ini diadaptasi menjadi motif bahan yang modern dan relevan,” jelas Pipit lewat siaran persnya kepada media.

Koleksi Motif Hawa Laced in Solace hadirkan 8 look modest anggun dengan filosofi batik Parang dan Kawung dalam palet pastel. Foto : IN2MOTION.

Filosofi yang sangat kuat pada kedua batik tersebut, memiliki arti yang saling menguatkan dalam tema sesungguhnya. Batik Parang dengan garis miring dinamis melambangkan semangat pantang menyerah, ketahanan, dan keteguhan hati. 

Sementara Batik Kawung dengan pola geometris berulang melambangkan kesucian hati, ketulusan, dan keseimbangan hidup. Melalui dua filosofi tersebut bertemu antara keteguhan dari Parang dan kemurnian dari Kawung menjadi simbol perempuan modern yang tenang namun tangguh.

Material Nyaman dan Palet Pastel yang Menenangkan

Koleksi ini mengedepankan keanggunan yang tidak berlebihan, dengan siluet yang memberikan kesan feminin sekaligus berkarakter. Perpaduan unsur modern dan tradisional tersebut membuat Motif Hawa menawarkan pendekatan modest fashion yang tetap relevan dengan perkembangan gaya masa kini.

Untuk memperkuat karakter desain, koleksi ini menggunakan material Tencel Lyocell, tulle, lace, dan batik dobby. Kombinasi bahan tersebut menghadirkan variasi tekstur yang memperkaya tampilan busana, mulai dari kesan lembut hingga detail renda yang memberikan sentuhan elegan.

Tencel Lyocell dikenal sebagai bahan yang breathable, jatuh, dan nyaman di kulit, sangat cocok untuk modest wear sehari-hari. Sementara Tulle dan Lace memberikan sentuhan feminin dan transparansi yang anggun. Batik Dobby menjadi media untuk menampilkan adaptasi motif Parang dan Kawung secara modern.

Perpaduan material Tencel Lyocell, Tulle, Lace dan batik Dobby berikan kenyamanan penuh pada koleksi Motif Hawa Laced in Solace. Foto : IN2MOTION.

Kenyamanan tersebut diperkuat dengan pemilihan palet warna pastel yang menenangkan. Koleksi ini didominasi soft pink, soft blue, sage, cream, dan soft yellow. Palet warna ini tidak hanya membuat tampilan terlihat soft dan anggun, tetapi juga merepresentasikan kedamaian yang menjadi inspirasi utama koleksi.

Detail Bordir Halus dan Siluet Anggun

Keanggunan koleksi ini terletak pada detailnya, dimana Pipit Pramudia tidak menggunakan ornamen berlebihan. Ia fokus pada tiga detail utama: bordir halus, aplikasi patch 3D, dan tassel atau rumbai aksen tali.

Bordir halus memberikan kesan handmade yang mewah, aplikasi patch 3D menambahkan dimensi modern pada renda, sedangkan tassel memberikan gerakan yang playful namun tetap sopan di setiap langkah.

Untuk siluet, Pipit bermain aman namun efektif dengan siluet A, H, dan T. Siluet A memberikan kesan feminin dan mengembang lembut, siluet H memberikan kesan chic dan modern yang lurus, sedangkan siluet T memberikan kesan modest yang memanjang dan anggun. Kombinasi ketiga siluet ini membuat 8 look dalam koleksi ini terasa variatif namun tetap dalam satu benang merah.

Teks : Galuh |Foto : IN2MOTION.