Menikah dengan Pria Maroko, Maria Hadirkan Restoran Marakech Cuisine

Jakarta, Kirani – Pernikahan seringkali memiliki makna saling melengkapi kehidupan pasangan suami istri. Kisah ini juga yang dialami Maria Rotinsulu El Mourabiti yang menikah dengan pria Maroko. Awalnya, Maria ingin menyajikan menu asal Maroko untuk suami tercinta dan dirinya. Namun, akhirnya Maria terpikirkan untuk menghadirkan Marrakech Cuisine yang berlokasi di kawasan Wolter Mongisidi Nomor 39 di Jakarta Selatan.

 

“Kuliner Maroko menjadi salah satu alasan kami meghadirkan Marrakech,” kata Maria pada acara malam grand launching Marrakech Cuisine pada 15 Februari 2019. Supaya restorannya mudah dikenal, Maria menyajikan tempatnya di kawasan Wolter Monginsidi dengan tulisan merah dan mencolok yaitu Marrakech from Maroko.

 

Wanita bertubuh mungil ini mengaku bila kemudian dirinya serius menekuni usaha kulinernya ini. Menurut Maria, makanan Maroko juga banyak diminati kaum urban terutama di Jakarta. Karena secara daya tarik menunya bisa langsung mengena dan diterima lidah orang Indonesia.

 

“Saya dan suami suka makanan Maroko, akhirnya kami membuat tempat ini, karena kami yakin menikmati menu authentic Maroko yang sarat dengan adventure dan long journey. Menu Maroko selalu punya cerita setiap kita bersantap,” kata Maria menjelaskan.

 

 

Untuk mendalami kuliner Maroko, tak tanggung-tanggung Maria belajar selama 2 tahun di Maroko. Niat ini dilakukan untuk sang suami, yang sangat kesulitan mendapatkan masakan authentic Maroko di Indonesia.

 

Belajar dari resep-resep rahasia keluarga sang suami, Maria mendapat bimbingan langsung dari ibu mertuanya yang pandai memasak. Ibu mertua dianggap sebagai guru yang paling tepat karena masakan paling enak bagi setiap orang adalah masakan ibu.

 

Kepandaiannya memasak hidangan Maroko ini, membuat perempuan mungil nan cantik membuka bisnis kuliner restoran Maroko. Ia lalu “membagi ilmu” dengan chef Indonesia yang langsung bisa menguasai masakan  Maroko dalam waktu dua bulan. Di Marrakech menu yang disediakan merupakan menu tradisonal dan resep keluarga.

 

Kata Maria, untuk Chef Marrakech bukan dari Maroko karena dia ingin membuka lapangan kerja bagi orang Indonesia yang bukan warga Maroko. Jadi 100% semua yang bekerja di Marrakech Cuisine orang Indonesia yang diawasi langsung oleh Maria dan suami.

 

Maria menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan di restorannya adalah asli didatangkan dari Maroko, agar memberikan sensasi asli dari Maroko. Maria menegaskan bahwa kuliner Maroko berbeda dengan masakan Arab atau Turkey. “Maroko memiliki kuliner dengan rasa yang istimewa dan tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan Arab atau Turki. Cita rasanya lebih bisa diterima di lidah orang Indonesia,” ujarnya.

 

Menu masakan Maroko lebih simpel dan elegan. “Maroko istimewa, karena negara itu bekas jajahan Perancis. Jadi kesan aristocrat dengan kuliner Maroko sangat kuat. Karena itulah saya menyajikan sensasi authentic,” ungkapnya.

 

Maria yang berambut ikal ini menjelaskan kuliner Maroko banyak diminati lantaran sekarang ada tren yang terjadi di masyarakat Indonesia apa-apa serba Maroko. Dan dalam hal ini, kata Maria berarti ada kesempatan dan peluang tinggi dengan menghadirkan Marrakech.

 

“Sejauh ini respon teman-teman dan pengunjung yang datang ke Marrakech sangat positif dan mereka tertarik datang dan datang lagi, karena sensasinya authentic, Maroko banget,” kata Maria.

 

 

Editor: Hadriani. P      Foto : Dok. Marrakech Cuisine