Jakarta, Kirani – Kekayaan ornamen istana Asia Tengah hingga kilau hologram modern menjadi napas baru dalam Lina Sukijo Dynasty of Light. Koleksi terbaru ini menghadirkan definisi baru kemewahan bangsawan yang timeless. Desainer modest fashion papan atas, Lina Sukijo, kembali membuktikan bahwa warisan budaya bisa tampil relevan dan megah di era modern.
Terinspirasi dari kemegahan busana bangsawan masa lampau, koleksi Lina Sukijo terbaru ini bukan sekadar nostalgia, melainkan interpretasi modern yang bold dan penuh cahaya. Kekuatan utama koleksi ini terletak pada riset budaya yang mendalam.
“Inspirasi Dynasty of Light datang dari kekayaan budaya Asia Tengah dan Eropa Timur, mulai dari arsitektur yang tegas hingga ragam hias tradisional yang kaya detail,” kata Lina Sukijo dalam releasenya kepada media.
Bentuk arsitektur yang tegas dan ornamen yang kaya detail menjadi referensi utama dalam pengembangan desain. Unsur budaya tersebut tidak diterapkan secara harfiah, melainkan diolah kembali melalui bentuk, motif, dan komposisi busana agar ciri khasnya tetap terasa.

Hal ini terlihat pada pilihan siluet A-line dan X-line dalam bentuk long dress dan outerwear. Permainan potongan dan teknik layering memberikan volume dramatis ala gaun kerajaan, namun tetap ringan dan wearable.
Eksplorasi Material: Tenun Bulu Sutera Hingga Organza Hologram
Pemilihan material menjadi bintang utama di koleksi Dynasty of Light fashion show ini. Lina memadukan kain warisan Indonesia, Tenun Bulu Sutera, dengan material mewah lain seperti sequin lace, brocade, velvet, organza silk, organza hologram, dan jacquard.
Setiap bahan memiliki karakter berbeda. Brocade dan jacquard memberikan kesan kaya lewat teksturnya, sementara velvet menghadirkan kedalaman warna yang khas. Organza silk memberi kesan ringan dan transparan, sedangkan organza hologram menambahkan efek kilau modern dan futuristik.
Teknik layering juga disusun dengan mempertimbangkan ketebalan, tekstur, dan tingkat transparansi. Material berat dipadukan dengan kain ringan untuk menciptakan kontras dimensi dan gerak yang seimbang.
“Motif dalam rancangan kali ini, memadukan pola geometris tegas dan simetris dengan motif flora yang lebih organik. Perpaduan ini menciptakan ritme visual menarik pada setiap baju brocade modern dan velvet dress mewah,” ungkap Lina.
Palet warnanya didominasi kuning, oranye, hijau, dan merah yang memberi kesan berani dan ekspresif. Aksen metalik emas dan perunggu menghadirkan nuansa klasik bangsawan, sementara efek hologram memberi pantulan cahaya modern.

10 Look Ikonik Dynasty of Light
Detail yang digunakan seperti crystal beads, pleats, sequins, dan sulaman melengkapi rancangan yang penempatannya disesuaikan dengan kebutuhan setiap rancangan sehingga tetap mendukung siluet utama.
Koleksi Dynasty of Light terdiri dari 10 tampilan, yaitu 8 model utama dan 2 muse. Setiap tampilan memiliki ciri tersendiri melalui kombinasi siluet, material, motif, warna, dan detail. Nama Dynasty of Light sendiri menggambarkan kemegahan, cahaya, dan warisan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Kata dynasty merujuk pada sejarah dan tradisi, sedangkan light menggambarkan kilau yang hadir melalui warna, material, dan detail busana. Melalui koleksi ini, Lina Sukijo menghadirkan interpretasi kemewahan busana bangsawan dengan pendekatan desain yang memadukan inspirasi budaya dan eksplorasi material masa kini.
Teks : Galuh |Foto : IN2MOTION.

