Koleksi 3 Desainer Korea Selatan Hadirkan Inspirasi Seni, Alam dan Kehidupan

Jakarta, Kirani – Tahun ini kolaborasi internasional para desainer asal Korea Selatan kembali hadir dalam parade show bertajuk “K-Fashion Wave” di panggung BRI JF3 Fashion Festival 2026. 

Peragaan ini berlangsung di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (24/7) dan berhasil menarik perhatian masyarakat, media, serta pelaku industri mode di Tanah Air.

Kehadiran tiga desainer dari Negeri Ginseng, yaitu Baek Jinjoo, Oh Hye Young, dan CONSTELLER DL, sangat sarat makna. Melalui “K-Fashion Wave”, mereka membawa energi kreatif dari fenomena global K-Wave ke dalam peragaan busana.

Meskipun ketiga perancang ini banyak menampilkan koleksi dengan dominasi warna monokrom seperti hitam dan putih, hal itu tidak mengurangi detail dan sentuhan khas masing-masing. Justru dari palet warna yang sederhana, setiap desainer berhasil menyampaikan narasi dan identitas berbeda.

Baek Jinjoo – “APORIA”

Desainer sekaligus pemilik Studio Perla ini merilis koleksi terbaru bertajuk “APORIA”. Kata tersebut merujuk pada kondisi ketika nilai-nilai dan konvensi yang ada tidak lagi mampu memberikan jawaban mutlak.

Dengan mempertanyakan struktur yang sudah dikenal, APORIA membuka ruang bagi kemungkinan-kemungkinan baru.Koleksi ini didominasi warna hitam dengan cutting asimetris dan tambahan detail lace yang membuatnya tampak menarik.

Lebih dari sekadar busana, Baek Jinjoo mengeksplorasi pembongkaran batasan yang dibentuk oleh gender, kelas, ras, hingga otoritas budaya. Sekaligus, ia menyoroti perjalanan individu dalam menemukan identitas

Oh Hye Young – OHGYO “JULYSEVEN”

Selanjutnya, brand OHGYO dari desainer Oh Hye Young mempersembahkan koleksi “JULYSEVEN”. Koleksi ini terinspirasi dari alam: hutan, laut, kabut, dan langit malam yang melambangkan keteraturan dan siklus yang telah ada jauh sebelum manusia.

“Hal ini tercermin secara mendalam dalam warna, bahan, serta arah koleksi saya kali ini. Ada seni lukis, patung, arsitektur, sinema, sastra, musik, alam, hingga bela diri Asia Timur seperti judo, memanah, dan ilmu pedang yang juga menjadi inspirasi saya,” jelas Oh Hye Young.

Bagi dia, JULYSEVEN bukan sekadar merek yang mengikuti tren musiman. Ini adalah identitas merek artwear 3D yang lahir dari proses panjang dan penyelidikan mendalam tentang kemanusiaan dan pengalaman hidup.

Selama ini ia mengeksplorasi pertanyaan ‘Apa yang menghubungkan sesama manusia?’. Jawabannya dituangkan melalui filsafat, seni, cinta, kehilangan, pertemuan, dan perpisahan yang semua menjadi inspirasi penting dalam koleksi ini.

Pada hari itu, OHGYO menampilkan 20 rancangan terbaru berupa sustainable artwear yang menafsirkan ulang tentang cinta, kehilangan, penyembuhan, dan hubungan. Mayoritas rancangannya dibuat dengan siluet loose agar pemakai dapat bergerak bebas.

CONSTELLER DL – “Wear Art. Create Your Own Style”

Berbeda dengan dua desainer sebelumnya, CONSTELLER DL hadir dengan sentuhan warna yang berani. Koleksinya seperti kanvas kosong yang penuh cipratan cat, sesuai filosofi brand: “Fashion is Canvas”.Filosofi ini diterjemahkan melalui perpaduan karya seni orisinal, desain fashion, media, pameran, dan pertunjukan dalam satu ekosistem kreatif.

Di tengah peragaan, CONSTELLER DL bahkan terlihat tampak asyik menuangkan cipratan warna ke busana yang dikenakan model pria di atas runway.Koleksi terbarunya mengusung tema “Wear Art. Create Your Own Style” dengan gaya yang lebih casual dan street.

CONSTELLER DL dikenal sebagai brand yang mengembangkan platform budaya lintas disiplin: Fashion + Art + Exhibition + Performance + Media. Pendekatan ini menjadi upaya untuk memperluas batas konvensional dunia mode.

“Dengan menggabungkan fashion, seni, dan pertunjukan dalam satu platform, saya percaya karya saya akan terus mengeksplorasi kemungkinan baru untuk berkembang sebagai global cultural brand,” ujar desainer berkacamata ini.

Melalui perhelatan ini, ketiga brand menargetkan untuk memperkenalkan visi artistik mereka kepada global buyers, fashion enthusiast, dan konsumen internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan pasar. Lebih dari sekadar memperkenalkan koleksi, partisipasi mereka di Indonesia menjadi jembatan untuk membawa kreativitas dan konten budaya Korea ke audiens yang lebih luas.

Hari itu, panggung JF3 bukan hanya menyajikan peragaan busana, tetapi juga kekuatan karakter dan kekhasan karya para desainer yang terinspirasi oleh seni, alam, dan kehidupan.

Teks : Hadriani Pudjiarti I Foto: JF3 2026