Jakarta, Kirani – Udara panas yang menyegat di Kawasan Alam Sutera, Tangerang pada pertengahan September lalu menandai sebuah kolaborasi cantik dari perancang kaliber papan atas, Susan Budihardjo (SB) dengan sebuah jenama pakaian jadi yang relatif masih baru di kancah dunia mode bernama BLZR.ID (dibaca: blei.zer.ai.di).
Dan udara yang cerah ini seolah menjadi saksi sebuah kolaborasi dua generasi dalam peragaan perdana dua jenama BLZR.ID X SB yang tampil di peragaan perdana bertajuk Sidik Jari.
Persembahan kolaboratif koleksi BLZR.ID X SB ini berlangsung di Open Door, Alam Sutera, Tangerang pada Sabtu, (16/9) dengan menghadirkan Siluet konstruktif gemulai menyatu dalam garis tegas cantik menetap serasi feminin bermitra maskulin.

Kolaborasi Dua Generasi
Meski sudah berulang kali mendengar tentang kolaborasi, namun ketika sebuah kerja bersama dipergelarkan tentu saja menarik untuk disimak karena membawa kontribusi dan angin segar bagi kreativitas dalam gerakan bisnis pakaian.
Kali ini, kolaborasi antara sebuah jenama pakaian jadi yang relatif masih baru di kancah dunia mode bernama BLZR.ID dengan perancang senior dan kondang di Indonesia, Susan Budihardjo (SB) tentu menghasilkan karya menggelitik keingintahuan yang ditunggu para pemerhati dan pencinta mode.
Adapun pada BLZR.ID ditangani oleh dua kakak beradik, Dennice Aulia dan Florine Aulia yang memilih jalur busana siap pakai untuk mengekspresikan gagasan modenya.
Mereka memperkenalkan koleksi busana siap pakai dengan merek BLZR.ID ini pada 2014. Kala itu mereka melihat peluang untuk pasar blazer lokal yang relatif belum ada di media sosial.
Sejak pertama diluncurkan fokus desain utama mereka adalah Blazer, yang berkarakter modern urban, bersiluet ringkas, dan tak Iekang dimakan waktu. Ditandai dengan ciri rancangan yang menonjolkan kekuatan konstruksi pakaian, kerapian teknikjahit, pemilihan bahan bercita rasa mewah, dan berujung pada tampilan blazer cantik namun dalam soal harga, ringan di kantong.
“Blazer selalu ada di lemari semua generasj sebagai fashion item yang versatile dan timeless, ” jelas Florine Aulia selaku Co-Founder dan juga Creative Director BLZR.ID tentang memilih blazer sebagai benda mode yang utama untuk ditawarkan.
“Awalnya BLZR.ID memang menciptakan blazer untuk memenuhi kebutuhan pasar akan busana kantoran, tetapi kernudian blazer berkembang menjadi baju yang dapat dipakai untuk berbagaj kesempatan. Sejak itu, kami mulai mendesain blazer sebagai luaran yang lebjh modis. Saat itu/ah kami melamar Ibo Susan yang sejak lama kami kagumi. Nekat sih”, tambah Dennice Aulia selaku founder yang juga menangani desain dan produksi BLZR.ID.

Semangat Sang Pendidik, Susan Budihardjo
Di sisi lain, Susan Budihardjo sebagai seorang pendidik tak henti-hentinya mengamati dan mencari bibit baru, baik di dalam Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo sekolah mode di bawah pimpinannya, maupun di Iuar sekolah.
Yang membuat Susan sebagai perancang mode kagum, BLZR.ID sudah berjalan sembilan tahun meski hanya mengandalkan penjualan melalu media sosial seperti facebook dan instagram. Hal baru bagi Susan untuk melihat dan mengamati tata cara kerja desainer muda untuk dapat bertahan cukup lama.
“Saya tertarik karena mereka dapat bertahan sekian lama. Mereka masih sangat muda. Saya melihat desajn BLZR.ID yang clean-cut juga sporty, dan masih dapat diolah lebihjauh. Ini tantangan besar untuk saya, karena untuk berkolaborasi artinya saya harus menekan ego saya sebagai fashion designer. Saya mendengarkan masukan mereka tentang daya jual, ” jelas Susan tentang alasannya menerima tawaran kolaborasi dengan BLZR.ID.
Sinergi keduanya melahirkan 32 set total look busana yang tiap potongnya dimudahkan dengan konsep padu padan serasi dari desain yang bersenyawa. Kontribusi dan campur tangan keahlian Susan Budihardjo pada desain BLZR.ID, mengayakan style tanpa kehilangan kemurnian jati diri kedua kubu yang berkolaborasi itu.

Koleksi Kaya Rupa
Sidik Jari juga dimaknai dari sudut pandang filosofis bahwasanya setiap orang memiliki gaya personal yang membuatnya menjadi ciri khas setiap orang selayaknya sebuah sidikjari. Di samping itu, koleksi perdana Sidik Jari jika dianalogikan sebagai rekam jejak bahwa BLZR.ID pernah berkesempatan bekerja sama dengan seorang pendidik andal dan desainer mode senior, Susan Budihardjo.
“Kami beruntung dapat berkolaborasi dengan Ibu Susan. Beliau berada di deretan depan sebagai perancang busana, dan berpengalaman selama 43 tahun sebagai pendidik yang telah melahirkan desainer-desainer papan atas Indonesia. Ini jaminan kualitas. Ibu tidak segan-segan ‘turun tangan’ memberikan tip menangani busana. Dari segi penciptaan, kamijadi faham pentingnya berani bergaya beda, membentuk selera pasar lewat tawaran ide-ide baru, dan menciptakan statement busana yang menjadikan DNA koleksj kami semakjn tegas”, ungkap Dennice Aulia Panjang lebar.

Tiga Inspirasi Freedom, Creativity dan Individuality
Maka dalam koleksi terlihat struktur busana yang tegas, keras dan tajam berkarakter maskulin, dipadu dengan sentuhan dan keindahan detail, bahan halus seperti tulle, bermain-main dengan pita, yang dapat mewakili elegansi wanita. Perpaduan unsur feminin maskulin yang menjadi sebuah keselarasan.
“Busana siap pakai itu musti ringkas, ringan, dan effortless. Padu padannya harus smart dan tidak merumitkan. Wanita menjadi lebih cantik di mata saya ketika ia tampil gaya. ” jelas Susan tentang keterlibatannya dalam koleksi Sidik Jari. BLZR.ID X Susan Budihardjo menyuarakan tiga inspirasi untuk acuan kampanye koleksi mereka; Freedom, Creativity, Individuality yang merupakan terjemahan atas pengalaman Dennice-Florine mendapat masukan dan bersinergi dengan Susan Budihardjo.
Pada Freedom merupakan kebebasan berekspresi, karena sesungguhnya kecantikan muncul ketika kita merasa bebas, tidak terikat pada aturan tertentu.
Adapun Creativity adalah menjadi kreatif dalam kehidupan sehari-hari di segala lini. Bukan hanya padu padan busana saja tetapi berbagai hal, sehingga kreativitas semakin terasah. Semangat muda dikedepankan sehingga terus mencari hal baru. Ketiga unsur ini menyelusup, menyatu dalam tiga puluh dua set koleksi kapsul yang ramah padu padan.
Sementara Individuality adalah berupa penempatan unsur pribadi saat tampil, didasari bahwa setiap orang punya semangat untuk unjuk gigi sebagai dirinya sendiri.
Untuk warna, menyajikan warna kontras dan warna terang seperti merah, seolah ingin menyuarakan keberanian. Dari segi bahan pun begitu, dipilih yang kontras misalnya, memadukan antara tule dengan bahan formal jas yang kaku.
Selembar celana panjang longgar bisa saja dipadukan dengan blazer berpotongan tinggi (crop top) sehingga bagian perut atas mengintip bebas di antaranya.
Yang Iain lagi, ada busana yang ditampilkan merupakan padu padan kreatif, misalnya memadankan blazer oversized dengan celana komprang berpipa besar ditingkahi selembar rok semacam apron yang bisa dipasang dan dilepas.
Pada kesempatan ini, Susan Budihardjo juga memperkenalkan logo terbaru dari lini utamanya menjadi SB.
Teks: Hadriani Pudjiarti | Foto: dok. Tim Muara Bagdja

