Jakarta, Kirani – Hartono Gan, desainer asal Medan, telah menorehkan jejak di dunia mode Tanah Air. Berbekal pendidikan di Singapura dan pengalaman kerja di Hong Kong, membentuknya identitas desainnya yang elegan, ekspresif, klasik namun tetap playful.
Tahun ini, Hartono kembali menunjukkan kekuatannya dalam menjahit keanggunan dan ketegasan melalui koleksi terbarunya bertajuk “Tailored for You” di panggung Jakarta Fashion and Food Festival, JF3 2025 pada Sabtu (26/7) lalu di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kali ini, koleksinya merupakan sebuah eksplorasi terhadap duallitas dalam diri wanita yaitu antara kekuatan dan kelembutan serta antara ketegasan dan sensualitas. Hadir melalui potongan jas yang struktural, siluet tajam, dan tailoring yang presisi, di sini dia menyajikan sisi maskulin wanita yakni tegas, berwibawa, dan penuh kendali.

Di sisi lain, Hartono pun menyajikan sense feminin yang ditampilkan melalui gaun-gaun lembut yang mengalir dan memperkuat lekuk tubuh dengan elegan yang mencerminkan kelembutan, sensualitas dan kekuatan dari sisi emosional perempuan.
Pada koleksi pria, Hartono menawarkan pendekatan juxtaposition yang menarik yaitu memadukan bahan-bahan yang biasanya diasosiasikan dengan gaun couture seperti silk faille dan silk gazar, dan mengolahnya menjadi jaket tailoring klasik. Secara keseluruhan hasilnya adalah harmoni unik antara tradisi maskulin dan kemewahan feminin dalam satu tampilan memukau.
Salah satu highlight penting dalam koleksi ini adalah leather pieces, yang telah menjadi signature dari brand Hartono Gan. Termasuk di dalamnya adalah kemeja berbahan kulit domba yang tipis dan lembut, yang dirancang agar tetap nyaman dikenakan di iklim tropis Indonesia.
Lebih dari sekadar estetika, koleksi Tailored for You membawa pesan yang kuat yaitu memberdayakan perempuan melalui busana. “Bagi saya, fesyen bukan hanya tentang penampilan, tapi juga tentang bagaimana seseorang merasa terhadap dirinya sendiri,” ujar dia.

Hartono pada tahun 2019 sempat mendirikan label Hartono Gan Home sebagai wadah ekspresi akan estetika yang tak lekang waktu. Karya-karyanya dikenal melalui siluet tegas, struktur rapi, serta detail presisi yang mencerminkan kepekaan terhadap bentuk dan proporsi. Melampaui batas tren dan gender, Hartono menjadikan busana sebagai medium ekspresi yang kuat namun tetap berkelas.
“Saya percaya salah satu cara paling sederhana untuk memberdayakan perempuan adalah lewat fesyen. Setiap orang berhak merasa sebaik mereka terlihat,” ujar Hartono.
Dan sekali lagi, koleksi ini merupakan perayaan atas individualitas dan kekuatan personal, yang dirancang untuk siapa pun yang ingin tampil penuh percaya diri dengan busana yang menyatu dengan karakter mereka.
Teks : Hadriani Pudjiarti | Foto : JF3

