IN2MF

Keindahan Wastra Nusantara di Tangan Kreatif Wignyo Rahadi dan Itang Yunaz

Jakarta, Kirani – Nama Wignyo Rahadi dan Itang Yunaz, tercatat sebagai perancang senior di Indonesia. Melalui tangan kreatif keduanya, hadir rancangan dan karya indah penuh inovasi dan membanggakan dunia mode di Tanah Air.  

Dalam Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF 2025) hari ke empat yang berlangsung pada Sabtu (11/10) di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Kemayoran, Jakarta, Wigno dan Itang menyajikan rancangan yang menggunakan wastra Nusantara atau kain lokal.

Penampilan kedua perancang senior ini mendapat sambutan dan antusiasme tinggi para pengunjung dan tamu undangan yang menikmati show mereka di malam Minggu itu.

Wignyo menyajikan “One Vision, One Movement: Advancing Indonesia Modest Fashion Through Synergy & Collaboration” dengan tema Tides of Grace yang menggambarkan keanggunan perempuan yang selaras dengan alam, tenun sebagai perwujudan kelembutan dan keteguhan.

Terinspirasi dari Kepulauan Riau yang dalam perspektif mode yang elegan dan universal, Wignyo membawa pesan; bahwa dalam setiap helaian kain tradisional, tersimpan kekuatan untuk terus melangkah, anggun, berkarakter, dan relevan dengan dunia mode global.

Dalam setiap karya pada koleksinya kali ini bercerita tentang kekuatan perempuan yang tenang namun tegas, lembut namun berdaya.

“Saya menggunakan keindahan tenun Kepulauan Riau hadir sebagai simbol kontinuitas, antara masa lalu dan masa depan, antara tradisi dan inovasi,” kata Wignyo.

Sebagai seorang desainer busana Indonesia, Wignyo terkenal karena fokusnya dengan kain tenun dan batik tradisional.  Wignyo juga mendirikan brand “Tenun Gaya” pada tahun 2000, dimana ia memadukan keindahan kain tradisional dengan sentuhan modern dan mewah.

Perancang berkacamata ini menghadirkan koleksi ready to wear deluxe dengan gaya modern kontemporer menggunakan wastra unggulan daerah Kepulauan Riau yang di produksi oleh KUBE Wastra Tenun Kepri binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kepulauan Riau.

Menghadirkan lima belas koleksi dengan look berkonsep modest wear, penampilan karyanya malam ini menggunakan permainan warna tegas yang didominasi oleh warna monochromatic biru, monochromatic merah, dipadu warna netral, hitam dan sentuhan warna terang seperti gold , sehingga menciptakan tampilan yang berdimensi.

Wignyo memakai kain tenun Kepulauan Riau hasil pelatihan pengembangan Tenun ATBM Kepulauan Riau di Tanjung Pinang oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau. Dengan motif kain tenun Melayu yang sangat kaya, beragam mencerminkan nilai-nilai budaya, alam, dan filosofi kehidupan masyarakat Melayu.

“Penggunaan aneka motif ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya Melayu kepulauan Riau seperti Tampuk Manggis, Kapal Jong, Bunga Pecah Lapan, Bunga Tanjung, Bunga Bertabur, Bunga Kesemek, Tikar, Telingkai Pucuk, Tempat Sirih Junjung, Bintang Perdada dan Keris,” ungkapnya panjang lebar.

Secara keseluruhan makna atau filosofi motif tenun Melayu melambangkan sifat jujur, tulus, keramahan, kesetaraan, tentang akhlak yang halus dan budi pekerti yang baik.

Koleksi kali ini terdiri dari long dress, outerwear, long pants dan skirt yang dirancang dengan desain yang timeless serta potongan simetris dengan detail ruffle, tassel, penggunaan Obi belt dan permainan list dengan warna tegas yang menciptakan kesan elegan.

Wignyo mengharapkan koleksi ini dapat memberikan inspirasi bagi para perempuan muslim yang ingin tampil modern, dan membutuhkan gaya berpakaian yang praktis, namun tetap terlihat Feminine, Soft Luxury, dan Timeless.

Siluetnya didominasi dengan tampilan A-line, Y-line dan H-line yang merepresentasikan proporsi keindahan tampilan wanita muslim pada industri fashion.

Keindahan Pesona di tengah Keberanian

Adapun Itang Yunaz menyajikan koleksi bertema “Soul of Java” yang konsep desainnya mengggambarkan keindahan pesona jiwa di tengah keberanian.

“Hal ini terinspirasi dari Ragam Janggan berbentuk oversized di dominasi celana besar, rok lebar, dengan potongan tidak mainstrem. Bisa di mix and match dengan batik dan tenun, yang melambangkan perpaduan dinamis antara identitas tradisional dan ekspresi kontemporer,” ungkap Itang.

Perancang yang baru saja mantu atau menikahkan anaknya ini memang dikenal dengan karya yang sarat inspirasi lokal. Itang sebagai perancang senior juga dikenal melalui kekuatan spritualitas, melahirkan karya-karya yang mengispirasi, ia juga mengapresiasi busana muslim diterima degan baik dan dicintai di Tanah Air.

Soul of Java juga menggambarkan keindahan pesona jiwa yang dipancarkan dari keberanian diri sendiri, memadukan keselarasan dan keteguhan hati.

Koleksi ini mempresentasikan keberagaman budaya yang menghadirkan harmoni dari berbagai nilai dan keunikan tradisi nusantara dan perwujudan jiwa yang kuat melalui warna-warna yang solid.

Koleksi ini hadir dengan bahan kain natural, sutera, katun dan organza dengan pemakaian motif batik Flora, motif batik Kawung dan motif Parang. Adapun warna yang dihadirkan adalah warna burgundy, biru muda, fushia, gold dan wara-warna solid. Kemudian koleksi ini juga diperkuat oleh detail atau ornamen yang menggunakan bordir, tasel berbagai ukuran dan 3d flower. Secara keseluruhan menyajikan sebuah karya indah dari Soul of Jawa.  

Malam itu, para pengunjung dan tamu undangan yang hadir  tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan. Mereka mengucapkan selamat kepada Wignyo dan Itang yang sukses  kreativitas karyanya dengan menggunakan keindahan wastra lokal atau kain Nusantara.

Teks : Hadriani Pudjiarti | Foto : IN2MF