Kacamatamoo Bidik 100 Gerai, Siapkan Ekosistem Layanan Kesehatan Mata Bareng Vio Optical Clinic

Jakarta, Kirani – Brand kacamata lokal Kacamatamoo terus tancap gas. Selain meluaskan pasar dari menengah ke Asia, brand ini juga memperkuat ekosistem vision care lewat kemitraan strategis.

Kacamatamoo menggandeng Vio Optical Clinic untuk membangun Vision Center, yang bertujuan menghadirkan layanan kesehatan mata lengkap untuk anak-anak sampai dewasa. Brand yang didirikan 2019 ini juga mengincar 100 gerai di Indonesia hingga akhir 2026.

Hingga Juli 2026, Kacamatamoo sudah melayani lebih dari 350.000 pelanggan dan menjual lebih dari 1,3 juta frame & lensa. Total gerai yang beroperasi berjumlah 92 gerai di seluruh Indonesia.

“Dari 92 gerai yang telah beroperasi, sekitar 35 dimiliki langsung perusahaan, sementara sisanya dikelola bersama mitra. Target kami 100 gerai akan terus dilakukan secara bertahap, tergantung ketersediaan lokasi potensial,” kata Michael Oktowinadi, pendiri Kacamatamoo kepada media di Noya X 80 Proof, PIK 2, Banten, Selasa (7/7/2026).

Kacamatamoo menyasar segmen menengah bawah ini mematok harga produk Rp100 ribu – Rp300 ribu. Saat ini ada sekitar 15.000 transaksi per bulan. Berbeda dari optik lain, Kacamatamoo sengaja tidak buka gerai di pusat perbelanjaan.

“Gerai kami tidak ada yang di mal. Kami pilih kawasan permukiman dan area komersial non-mal,” tutur Michael.

Gerai Kacamatamoo yang modern dan memberi kenyamanan.

Strategi ini dinilai lebih dekat dengan basis pelanggan keluarga muda dan perempuan berhijab yang jadi pasar utama Kacamatamoo.

Go Internasional: India, Malaysia, Vietnam. Bidik Filipina & Thailand

Ekspansi global jadi fokus Kacamatamoo tahun ini. Brand ini sudah membuka gerai di India dan Malaysia, serta bersiap hadir di Vietnam.

“Kami ingin menunjukkan brand optik kami sudah go internasional. Saat ini ada beberapa partner dari India, Vietnam, dan Malaysia. Jadi kami satu-satunya local brand optik yang punya mimpi sampai ke global stage,” kata Michael.

Tahun depan, Kacamatamoo membidik Filipina dan Thailand karena dinilai punya nilai pasar tinggi. Malaysia jadi pasar prospektif karena daya beli lebih tinggi dan karakter konsumen mirip Indonesia.

Langkah besar lain: kemitraan dengan Vio Optical Clinic yang sudah punya 14 cabang.Kemitraan ini jadi pondasi Vision Center, ekosistem layanan penglihatan lengkap.

“Bergabungnya Vio ke dalam ekosistem Kacamatamoo membuka peluang memperluas edukasi dan akses masyarakat terhadap layanan vision care. Kami percaya banyak kebutuhan penglihatan yang perlu dipahami lebih dini, terutama pada anak-anak,” tutup dr. Andri Agus Syah, OD.FPCO.FAAO, pendiri Vio Optical Clinic.

Kacamatamoo membuktikan brand optik lokal bisa naik kelas: dari jual frame terjangkau ke penyedia layanan kesehatan mata terintegrasi.

Teks : Galuh | Foto : Istimewa.