Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan terus berkomitmen menciptakan ruang aman bebas pelecehan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Perpustakaan Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Blok M, Kebayoran Baru.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan bahwa ruang publik merupakan tempat semua orang beraktivitas. Untuk itu, perempuan dan anak harus merasa aman, dihormati, dan dilindungi.
“Pengelola ruang publik memiliki peran yang sangat strategis, baik pengelola apartemen dan rusun, pusat perbelanjaan, layanan PTSP, maupun taman dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.
Anwar menjelaskan, setiap ruang publik harus memiliki standar perlindungan yang jelas seperti, memastikan pencahayaan yang memadai, ketersediaan petugas di lapangan, serta mekanisme pelaporan yang mudah, cepat, dan responsif.
Bukan hanya itu, seluruh petugas, baik keamanan, kebersihan, maupun pelayanan, harus dibekali pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan pelecehan terhadap perempuan dan anak.
“Saya minta tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelecehan. Setiap laporan harus ditindaklanjuti secara serius, cepat, dan berperspektif korban,” tegasnya.
Agar perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan secara berkelanjutan, menurut Anwar perlu kolaborasi aktif dengan berbagai pihak. Seperti PPAPP, UPT PPPA, Bapas, Imigrasi, aparat penegak hukum, serta masyarakat sekitar.

Cepat dan Tanggap
Secara khusus, Anwar menyampaikan apresiasi kepada pengelola Blok M Hub dan Taman Literasi yang telah menunjukkan respons cepat dan tanggap dalam mengamankan pelaku pelecehan seksual di area tersebut.
“Jakarta Selatan tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju infrastrukturnya, tetapi juga sebagai kota yang aman, beradab, dan berpihak pada kelompok rentan,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya menjadikan ruang publik sebagai tempat yang ramah dan nyaman bagi semua kalangan.
“Saya berharap talkshow ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi pemicu aksi nyata di setiap ruang publik yang Bapak dan Ibu kelola. Mari kita jadikan Jakarta Selatan sebagai ruang aman untuk semua, terutama bagi perempuan dan anak,” tegas Rizky.
Teks: Tim Kirani | Foto: Istimewa

