Jakarta, Kirani – Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) berpartisipasi dalam JF3 Fashion Festival 2026. Dengan menampilkan tema “Heritage Urban Reconstruct” karya para desainernya mengangkat tentang inspirasi perempuan dan warisan budaya Infdonesia, di JF3 Jakarta Fashion Festival 2026 yang berlangsung di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (24/7).
Menurut Poppy Dharsono, Ketua Umum APPMI pada JF3 kali ini menghadirkan tiga perancang Harry Hasibuan, Agatha Nindya dan Koyko. “APPMI selalu hadir, menjadi bagian dari momen JF3. Karya desainer APPMI menjadi kontribusi di momen penting ini,” kata Poppy menyemangati karya anggotanya.
Sementara di benak ketiga desainer dengan mengangkat perempuan dan warisan budaya Nusantara menjadi sebuah inspirasi menarik yang bisa dituangkan melalui karya mereka.
Silent Luxurury Harry Hasibuan

Pada kesempatan pertama HAZE BE WEAR dari Harry Hasibuan dengan bangga mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk “Silent Luxury”. Koleksi ini merayakan kemewahan dalam bentuk paling halus. Bukan melalui logo besar atau kemewahan yang mencolok, melainkan melalui kualitas material, detail pengerjaan, craftsmanship, dan keindahan yang abadi.
Harry mengakui terinspirasi dari filosofi less is more, maka “Silent Luxury” ditujukan untuk perempuan yang percaya bahwa karakter, keanggunan, dan kepercayaan diri adalah bentuk kemewahan yang sesungguhnya.
“Setiap busana dirancang untuk menghadirkan kesan tenang namun berkelas, lembut tetap memiliki karakter yang kuat,” kata Harry.
Pada koleksi ini mengeksplorasi perpaduan warna nude, champagne, ivory, gold, silver, abu, dan hitam. Palet warna ini menjadi simbol keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan.
Perancang asal Sumatera Utara ini menuturkan material pilihan seperti lace premium, embroidered tulle, payet, mutiara, serta aplikasi bunga tiga dimensi menjadi elemen utama. Semua dikerjakan secara detail oleh para pengrajin, sehingga menghasilkan tekstur yang kaya namun tetap terasa ringan saat dikenakan.
Pada siluet-siluet longgar yang mengalir dipilih untuk memberikan kenyamanan sekaligus kesan anggun. Setiap detail bordir, taburan mutiara, dan finishing scallop dibuat dengan presisi tinggi.
“Ini merupakan bentuk penghormatan HAZE BE WEAR terhadap nilai slow fashion, keahlian tangan sebagai identitas brand dan refleksi perempuan modern,” kata desainer bertubuh subur ini sambil tersenyum
Harry juga meyakini kini, perempuan tidak lagi membutuhkan validasi dari simbol kemewahan. Ia hadir dengan ketenangan, dedikasi, menghargai kualitas, memiliki selera yang matang dengan membiarkan karyanya berbicara lebih lantang dari kata-kata.
“Pesannya,kemewahan sejati tidak selalu harus terlihat mencolok. Kemewahan sejati lahir dari kualitas, ketulusan proses, dedikasi, dan karakter yang abadi. Harapannya melalui koleksi ini sebagai representasi perempuan Indonesia yang elegan, berkelas penuh percaya diri,” ujar Harry.
LOKAKINI Agatha Nindya

Desainer Agatha Nindya mempersembahkan koleksi berjudul LOKAKINI yang berarti ruang masa kini. Koleksinya memadukan warisan budaya Indonesia dengan gaya kontemporer melalui outerwear untuk pria dan wanita. Siluet tegas jas modern dipadukan dengan keanggunan beskap tradisional, menciptakan rancangan yang elegan, berkelas, dan tetap berakar pada identitas lokal.
Pendiri AGATHANDY, Agatha Nindya, menuturkan, “Sebagai brand fashion kontemporer yang menjembatani seni, tradisi, dan keberlanjutan, saya mengeksplorasi warisan budaya untuk dunia modern melalui desain bermakna, narasi kuat, dan inovasi artistik,” ujar Agatha.
Dengan mengangkat praktik berkelanjutan dia memanfaatkan perca lace dan batik sebagai detail dekoratif. Material ini diolah menjadi tekstur dan dimensi baru, merayakan kerajinan lokal sekaligus mengurangi limbah.
“LOKAKINI adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. Saya ingin menciptakan karya yang menghormati budaya Indonesia namun tetap relevan untuk generasi kini,” kata Agatha.
Dia juga menegaskan komitmennya menghadirkan fashion yang inovatif, bertanggung jawab dengan mengangkat narasi budaya Indonesia.
ZAHIRA by Koyko

Sementara ZAHIRA by Koyko mempersembahkan koleksi terbaru yang memadukan kekuatan perempuan modern dengan keindahan warisan budaya. Koleksi ini menjadi wujud dari identitas, keberanian, dan keanggunan dalam satu harmoni yang utuh.
Inspirasinya berangkat dari kekayaan ornamen tradisional, ZAHIRA menghadirkan sentuhan kontemporer melalui siluet tegas, detail motif berkarakter, dan permainan warna yang elegan.
Koleksi ini menonjolkan struktur siluet dengan outer berbahan lebar yang memberi kesan powerful dan sophisticated. Detail motif pada bodice dan rok menjadi fokus utama. Motif ini diolah secara modern dengan aksen emas pada bordir dan pola geometris di tengah rok yang menciptakan kontras visual dinamis.
Teks : Hadriani Pudjiarti I Foto: JF3 2026

